Tuhan Yesus lahir di kandang domba tidak ada tahu. Hanya dengan mencari suara Tuhan kita dapat menemukan jejak Tuhan. Mari kita temukan fakta kembalinya Tuhan Yesus dari nubuatan Alkitab.
Liu Meng membeli beberapa kebutuhan sehari-hari di supermarket, dan ketika berjalan pulang, dia melewati sebuah restoran terbuka, tempat yang sering dia datangi. Ketika melihat pelayan yang sibuk berjalan mondar-mandir di antara meja-meja, ia tidak tahan memikirkan apa yang terjadi beberapa tahun yang lalu …
Aku berharap damai Tuhan beserta kalian! Tidak jarang, segala jenis pertempuran roh akan terjadi di sepanjang kita beriman dan mengikuti Tuhan. Ada pencobaan-pencobaan yang menyangkut uang, status dan nama, pencobaan-pencobaan antara laki-laki dan perempuan, juga fitnah dari orang-orang yang tidak percaya, halangan dan tekanan dari orang-orang terkasih, dan juga pengejaran dan penganiayaan oleh suatu rezim yang jahat. Kadang, bencana yang sama sekali tidak diharapkan menimpa kita. Alkitabmengatakan: “Sadarlah, waspadalah, karena si Iblis, lawanmu itu, sama seperti singa yang mengaum, berjalan keliling mencari mangsa untuk ditelan” (1 Petrus 5:8). Firman Tuhan mengatakan: “Di bumi, segala macam roh jahat tanpa henti berkeliaran mencari tempat untuk beristirahat, tanpa henti mencari mayat-mayat manusia untuk dimakan.” Tidak sekejap pun Iblis tidak ada di samping kita, memeras otaknya untuk memakai setiap orang, peristiwa, atau hal untuk mencobai, menguji, dan menganiaya kita, berusaha untuk membuat kita tenggelam ke dalam kejahatan, ke dalam bencana dan untuk menjauhkan kita sendiri dari Tuhan, untuk mengkhianati-Nya sehingga pada akhirnya kita bisa ditelan sepenuhnya olehnya. Jika kita tidak memiliki kebenaran, kita juga tidak memiliki kearifan; jika kita tidak dapat melihat pertempuran roh dengan jelas, jika kita tidak dapat tinggal dengan teguh dalam firman Tuhan, kemungkinan kita akan ikut dengan kenikmatan dan kesenangan daging, jatuh ke dalam jarring Iblis dan kehilangan kesaksian kita. Sebagai orang Kristen, belajar bagaimana mengenali tipu muslihat Iblis sangat penting. Jadi, apa yang dapat kita lakukan untuk memampukan diri kita sendiri mendeteksi tipu muslihat Iblis di tengah-tengah pertempuran roh dan memberi kesaksian bagi Tuhan? Aku hendak membagikan persekutuan dengan kalian tentang tiga jalan penerapan untuk menang atas pencobaan Iblis. Lanjutkan membaca “Tiga Cara bagi Orang Kristen untuk menang atas pencobaan”→
Melalui mempelajari Alkitab, mudah untuk melihat Tuhan Yesus berulang kali menubuatkan bahwa kedatangan-Nya akan menjadi “kedatangan Anak Manusia”. Misalnya, “Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak” (Matius 24:27). “Karena itu hendaklah engkau berjaga-jaga: sebab Anak Manusia akan datang pada waktu yang tidak engkau duga” (Matius 24:44). “Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini” (Lukas 17:24-25).Jadi, memahami apa sebenarnya arti Anak Manusia sangatlah penting bagi kita untuk menyambut Tuhan. Namun, banyak orang tidak memahami arti Anak Manusia. Lalu apa artinya Anak Manusia? Mari bersekutu dan jelajahi masalah ini.
Dalam saat teduh harian, belajar untuk merenungkan dan membaca firman Tuhan dengan doa, dan memahami makna firman Tuhan yang sebenarnya.
Cara orang percaya kepada Tuhan, mengasihi Tuhan, dan memuaskan Tuhan adalah dengan menyentuh Roh Tuhan dengan hati mereka dan dengan demikian memperoleh kepuasan-Nya, dan dengan menggunakan hati mereka untuk merenungkan firman Tuhan dan dengan demikian mereka digerakkan oleh Roh Tuhan. Jika ingin mencapai kehidupan rohani yang benar dan membangun hubungan yang benar dengan Tuhan, engkau harus terlebih dahulu memberikan hatimu kepada-Nya. Hanya setelah engkau menenangkan hatimu di hadapan Tuhan dan mencurahkan segenap hatimu kepada-Nya, barulah engkau dapat secara bertahap mengembangkan kehidupan rohani yang benar. Jika dalam kepercayaan orang kepada Tuhan, mereka tidak memberikan hati mereka kepada-Nya dan jika hati mereka tidak berada di dalam Dia dan tidak memperlakukan beban-Nya sebagai beban mereka sendiri, maka segala sesuatu yang mereka lakukan adalah tindakan yang mendustai Tuhan, tindakan yang khas dilakukan oleh orang-orang agamawi, dan tidak dapat menerima pujian dari Tuhan. Tuhan tidak dapat memperoleh apa pun dari orang semacam ini; orang semacam ini hanya dapat berfungsi sebagai kontras bagi pekerjaan Tuhan, seperti dekorasi dalam rumah Tuhan, sesuatu yang berlebihan dan tidak berguna. Tuhan tidak memakai orang seperti ini. Dalam diri orang seperti ini, bukan saja tidak ada sedikit pun kesempatan bagi Roh Kudus untuk bekerja, tetapi mereka juga tidak bernilai sedikit pun untuk disempurnakan. Tipe orang ini, sebenarnya, adalah mayat berjalan. Orang-orang semacam ini tidak memiliki apa pun yang dapat digunakan oleh Roh Kudus, tetapi sebaliknya, mereka semua telah dikuasai dan sangat dalam dirusak oleh Iblis. Tuhan akan menyingkirkan orang-orang ini. Sekarang ini, dalam memakai manusia, Roh Kudus tidak hanya memakai bagian-bagian yang diinginkan dari mereka untuk menyelesaikan sesuatu, Dia juga menyempurnakan dan mengubah bagian-bagian yang tidak diinginkan dari mereka. Jika hatimu dapat dicurahkan kepada Tuhan dan tetap tenang di hadapan-Nya, engkau akan memiliki kesempatan dan kualifikasi untuk dipakai oleh Roh Kudus, untuk menerima pencerahan dan penerangan Roh Kudus, dan bahkan terlebih lagi, engkau akan memiliki kesempatan untuk Roh Kudus memperbaiki kekuranganmu. Ketika engkau memberikan hatimu kepada Tuhan, pada sisi positif, engkau bisa mencapai jalan masuk yang lebih dalam dan mendapatkan wawasan yang lebih tinggi; pada sisi negatif, engkau akan memiliki lebih banyak pemahaman mengenai kesalahan dan kekuranganmu sendiri, engkau akan lebih bersemangat dalam upayamu memuaskan kehendak Tuhan, dan engkau tidak akan pasif, melainkan akan masuk secara aktif. Dengan demikian, engkau akan menjadi orang yang tepat. Dengan asumsi bahwa hatimu mampu untuk tetap tenang di hadapan Tuhan, kunci mengenai apakah engkau menerima pujian dari Roh Kudus atau tidak dan apakah engkau menyenangkan Tuhan atau tidak, terletak pada apakah engkau dapat masuk secara aktif. Ketika Roh Kudus mencerahkan seseorang dan memakainya, hal itu tidak pernah membuat orang tersebut menjadi negatif, tetapi akan selalu membuat mereka maju secara aktif. Meskipun orang ini memiliki kelemahan, dia mampu menghindarkan dirinya agar tidak menjalani kehidupan berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut. Mereka mampu menghindarkan tertundanya pertumbuhan dalam hidup mereka, dan terus berupaya untuk memuaskan kehendak Tuhan. Ini adalah sebuah standar. Jika engkau mampu mencapai standar ini, itu cukup membuktikan bahwa engkau telah memperoleh hadirat Roh Kudus. Jika orang selalu negatif, dan jika bahkan setelah menerima pencerahan dan mulai mengenal diri sendiri, mereka tetap negatif dan pasif dan tidak mampu bangkit dan bertindak sejalan dengan Tuhan, maka orang jenis ini adalah orang yang sekadar menerima kasih karunia Tuhan, tetapi Roh Kudus tidak menyertai mereka. Ketika orang bersikap negatif, ini berarti bahwa hati mereka belum berbalik kepada Tuhan dan roh mereka belum digerakkan oleh Roh Tuhan. Hal ini seharusnya dipahami oleh semua orang.
Dikutip dari “Sangatlah Penting untuk Membangun Hubungan yang Normal dengan Tuhan”
Saat Kau Berikan Hatimu untuk Tuhan
Ⅰ
‘Tuk kasihi dan percaya Tuhan, manusia harus jamah Roh-Nya dengan hati, agar dapat perkenan-Nya; jamah firman dengan hati agar digerakkan Roh Tuhan, digerakkan Roh-Nya. Jika manusia tak b’ri hati bagi Tuhan dalam percaya kepada-Nya, jika tak pikul beban-Nya, hanya jalankan agama, menipu Tuhan; tak ‘kan terima pujian Tuhan. Orang s’perti itu tak ‘kan punya kesempatan untuk karya Roh Kudus, bahkan nilai kesempurnaannya tak ada. Saat kau b’ri hati ‘tuk Tuhan, kau ‘kan masuk lebih dalam, dengan wawasan lebih tinggi, punya pemahaman lebih tentang k’lemahan dan cacatmu, ingin menyenangkan Tuhan, tidak pasif tapi aktif. Tandanya kaulah orang benar.
Ⅱ
Jika hatimu dalam Tuhan, dan tenang di hadapan-Nya, berdiam, kau ‘kan dipakai Roh Kudus, kau akan mendapat terang. Kekuranganmu dilengkapi Roh Kudus. Saat b’ri hati ‘tuk Tuhan, kau ‘kan tangkap setiap jamahan dalam roh, dan penc’rahan dari Tuhan. Pegang ini, kau akan masuki jalan benar ‘tuk disempurnakan Tuhan.
Ⅲ
Cara mengubah watak ialah b’ri hati s’penuhnya ‘tuk Tuhan, dan terima pencerahan dari semua firman Tuhan. Saat kau b’ri hati ‘tuk Tuhan, kau ‘kan masuk lebih dalam, dengan wawasan lebih tinggi, punya pemahaman lebih tentang k’lemahan dan cacatmu, ingin menyenangkan Tuhan, tidak pasif tapi aktif. Tandanya kaulah orang benar.
dari “Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru”
Orang Kristen tidak dapat meninggalkan pembacaan Firman Tuhan setiap hari. Rekomendasikan Halaman Firman Tuhan Hari Ini kepada Anda. Ada banyak Kata-kata Tuhan di dalamnya. Klik tautan untuk membacanya!
Tidak peduli sesibuk apa pun kehidupan dan pekerjaan Anda sehari-hari, Anda tidak boleh lupa mendekati Tuhan, renungan harian online akan membantu Anda memasuki kehidupan rohani yang normal.
Catatan Editor: Mereka yang akrab dengan Alkitab tahu bahwa ada banyak nubuatan tentang kedatangan Tuhan kembali untuk melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman. Lalu, pernahkah Anda memperhatikan 1 Petrus 4:17: “Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan” dan jika itu pertama kali dimulai pada kita, apakah kesudahan dari mereka yang tidak menaati Injil Tuhan?”. Tahukah Anda arti dari “penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan dalam ayat ini? Faktanya, sangat penting bagi kita untuk memahami masalah ini, yang secara langsung berkaitan dengan apakah kita bisa diselamatkan dan masuk ke dalam kerajaan surga. Selanjutnya, kami akan memberitahu Anda arti sebenarnya dari “penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan.”
Kehidupan yang Yesus jalani di bumi adalah kehidupan daging yang normal. Ia hidup dalam kemanusiaan normal daging-Nya. Otoritas-Nya—untuk melakukan pekerjaan Tuhan dan mengucapkan firman Tuhan, atau menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat, untuk melakukan hal-hal yang sedemikian luar biasa itu—tidak memanisfestasikan otoritas itu sendiri, di kebanyakan bagian, sampai Ia memulai pelayanan-Nya. Kehidupan-Nya sebelum berusia dua puluh sembilan tahun, sebelum Ia melakukan pelayanan-Nya, merupakan bukti yang cukup bahwa Ia hanyalah daging yang normal. Oleh karena hal ini, dan oleh karena Ia belum mulai melakukan pelayanan-Nya, orang tidak melihat keilahian dalam Diri-Nya, hanya melihat-Nya tidak lebih dari manusia normal, manusia biasa—sebagaimana pada mulanya beberapa orang percaya bahwa Ia adalah anak Yusuf. Orang-orang menganggap-Nya anak dari seorang manusia biasa, tidak mungkin mengatakan bahwa Ia adalah daging inkarnasinya Tuhan. Bahkan selama melakukan pelayanan-Nya, Ia melakukan banyak mukjizat, kebanyakan orang tetap mengatakan bahwa Ia adalah anak Yusuf, karena Ia adalah Kristus yang mengenakan kemanusiaan normal sebagai kulit luar-Nya. Kemanusiaan-Nya yang normal dan pekerjaan-Nya ada untuk memenuhi makna penting dari inkarnasi yang pertama, yang membuktikan bahwa Tuhan telah sepenuhnya datang ke dalam daging, menjadi manusia biasa sepenuhnya. Bahwa Ia memiliki kemanusiaan yang normal sebelum memulai pekerjaan-Nya merupakan bukti bahwa Ia adalah seorang manusia biasa; dan bahwa Ia bekerja sesudahnya juga membuktikan bahwa Ia adalah manusia biasa, karena Ia melakukan tanda-tanda dan mukjizat, menyembuhkan orang sakit, dan mengusir roh-roh jahat dalam daging dengan kemanusiaan yang normal. Alasan Ia dapat melakukan mukjizat adalah karena daging-Nya yang membawa otoritas dari Tuhan, adalah daging yang dikenakan oleh Roh Tuhan. Ia memiliki otoritas ini karena Roh Tuhan, dan itu bukan berarti Ia bukan daging. Menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat adalah pekerjaan yang perlu Ia lakukan dalam pelayanan-Nya, sebuah ungkapan keilahian-Nya yang tersembunyi dalam kemanusiaan-Nya, dan apa pun tanda ajaib yang Ia tunjukkan atau bagaimana pun Ia menunjukkan otoritas-Nya, Ia tetap menghidupi kemanusiaan-Nya yang normal, dan tetap merupakan daging yang normal. Sampai pada titik Ia dibangkitkan setelah kematian-Nya di kayu salib, Ia tetap berdiam di dalam daging yang normal. Menganugerahkan kasih karunia, menyembuhkan orang sakit, dan mengusir roh jahat, semua itu adalah bagian dari pelayanan-Nya, semua itu adalah pekerjaan yang Ia lakukan di dalam daging-Nya yang normal. Sebelum disalibkan, Ia tidak pernah meninggalkan daging manusia normal-Nya, terlepas apa pun yang Ia lakukan. Ia adalah Tuhan itu sendiri, Ia melakukan pekerjaan Tuhan itu sendiri, namun karena Ia adalah daging inkarnasi Tuhan, Ia makan, mengenakan pakaian, memiliki kebutuhan manusia normal, memiliki nalar manusia normal dan memiliki pikiran manusia normal. Semua ini bukti bahwa Ia adalah manusia normal, yang membuktikan bahwa daging inkarnasi Tuhan adalah daging dengan kemanusiaan yang normal, bukan sosok yang supernatural. Pekerjaan-Nya adalah untuk menyelesaikan pekerjaan inkarnasi Tuhan yang pertama, menggenapi pelayanan inkarnasi yang pertama. Makna penting inkarnasi adalah bahwa manusia normal, manusia biasa melakukan pekerjaan Tuhan itu sendiri; artinya Tuhan melakukan pekerjaan ilahi-Nya di dalam kemanusiaan-Nya dan dengan demikian mengalahkan si Iblis. Inkarnasi berarti Roh Tuhan menjadi daging, artinya, Tuhan menjadi daging. Pekerjaan yang Ia lakukan di dalam daging adalah pekerjaan Roh, yang diwujudkan dalam daging dan diekspresikan oleh daging. Tidak seorang pun kecuali Tuhan dalam rupa daging dapat memenuhi pelayanan Tuhan yang berinkarnasi; artinya, hanya daging inkarnasi Tuhan, hanya manusia normal ini—dan tidak ada yang lain—yang dapat mengekspresikan pekerjaan ilahi. Jika, selama kedatangan-Nya yang pertama, Tuhan tidak memiliki kemanusiaan-Nya yang normal sebelum berusia dua puluh sembilan tahun—jika segera setelah dilahirkan Ia dapat melakukan mukjizat, jika segera setelah belajar berbicara, Ia dapat berbicara bahasa surgawi, jika pada saat Ia pertama kali menjejakkan kaki-Nya di bumi Ia dapat memahami segala perkara duniawi, memahami semua pikiran dan niat manusia—maka Ia tidak dapat disebut sebagai manusia normal, dan daging-Nya tidak dapat disebut daging manusia. Jika ini yang terjadi dengan Kristus, maka makna dan hakikat inkarnasi Tuhan akan hilang. Bahwa Ia memiliki kemanusiaan yang normal membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan yang berinkarnasi dalam daging. Fakta bahwa Ia menjalani proses pertumbuhan manusia normal menunjukkan lebih jauh lagi bahwa Dia adalah manusia normal; dan lebih dari itu, pekerjaan—Nya adalah bukti yang cukup bahwa Ia adalah firman Tuhan, Roh Tuhan, yang menjadi daging. Tuhan menjadi daging karena kebutuhan dalam pekerjaan-Nya. Dengan kata lain, tahap pekerjaan ini perlu dilakukan dalam daging, dilakukan dalam kemanusiaan yang normal. Ini adalah prasyarat “Firman menjadi manusia,” prasyarat “Firman yang menampakkan diri dalam daging,” dan merupakan kisah sesungguhnya di balik kedua inkarnasi Tuhan. Orang mungkin percaya bahwa seluruh kehidupan Yesus disertai dengan keajaiban, bahwa hingga akhir pekerjaan-Nya di bumi Ia tidak memanifestasikan kemanusiaan yang normal, bahwa Ia tidak memiliki kebutuhan atau kelemahan atau emosi manusia normal, bahwa Ia tidak memerlukan kebutuhan hidup dasar atau hiburan bagi pikiran manusia normal. Mereka membayangkan-Nya memiliki pikiran manusia super, sosok manusia yang transenden. Mereka percaya bahwa karena Ia adalah Tuhan, Ia tentu tidak berpikir dan hidup seperti yang manusia biasa lakukan, bahwa hanya manusia normal, manusia tulen, yang dapat memikirkan pikiran-pikiran manusia normal, dan menjalani kehidupan manusia normal. Semua ini adalah ide manusiadan gagasan manusia, yang sangat bertentangan dengan maksud semula pekerjaan Tuhan. Pemikiran manusia normal menopang nalar manusia normal dan kemanusiaan yang normal. Kemanusiaan yang normal menopang fungsi normal daging; dan fungsi normal daging memungkinkan kehidupan normal dari daging tersebut dalam keseluruhannya. Hanya dengan bekerja dalam daging seperti itu, Tuhan dapat memenuhi tujuan inkarnasi-Nya. Jika Tuhan yang berinkarnasi hanya memiliki kulit luar daging, namun tidak memikirkan pikiran manusia normal, maka daging ini tidak akan memiliki nalar manusia, apalagi kemanusiaan yang sejati. Bagaimana mungkin daging seperti ini, tanpa kemanusiaan, menggenapi pelayanan yang harus dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi? Pikiran yang normal menopang semua aspek kehidupan manusia. Tanpa pikiran yang normal, seseorang tidak akan menjadi manusia. Dengan kata lain, seseorang yang tidak memikirkan pikiran manusia normal adalah orang yang sakit secara mental. Dan, seorang Kristus yang tidak memiliki kemanusiaan tetapi hanya memiliki keilahian tidak dapat dikatakan sebagai daging inkarnasinya Tuhan. Jadi, bagaimana mungkin daging inkarnasi Tuhan tidak memiliki kemanusiaan yang normal? Bukankah penghujatan mengatakan bahwa Kristus tidak memiliki kemanusiaan? Semua aktivitas yang manusia normal lakukan bergantung pada berfungsinya pikiran manusia normal. Tanpa itu, manusia akan berperilaku menyimpang. Mereka bahkan tidak akan mampu membedakan antara hitam dan putih, baik dan jahat; dan mereka tidak akan memiliki etika dan prinsip-prinsip moral manusia. Demikian pula, jika inkarnasi Tuhan tidak berpikir seperti manusia normal, maka Ia tidak akan menjadi daging yang sejati, daging yang normal. Daging yang tidak berpikir dengan cara demikian tidak akan mampu melakukan pekerjaan ilahi. Ia tidak dapat terlibat dalam aktivitas normal daging, apalagi hidup bersama dengan manusia di bumi. Dengan demikian, makna penting dari inkarnasi Tuhan, hakikat inti dari kedatangan Tuhan ke dalam daging akan hilang. Kemanusiaan Tuhan yang berinkarnasi ada untuk memelihara pekerjaan ilahi yang normal yang dilakukan dalam daging. Pikiran manusia normal-Nya menopang kemanusiaan normal-Nya dan semua aktivitas jasmani-Nya yang normal. Dapat dikatakan bahwa pikiran manusia normal-Nya ada untuk menopang seluruh pekerjaan Tuhan yang dilakukan-Nya dalam daging. Jika daging ini tidak memiliki pikiran manusia normal, maka Tuhan tidak dapat bekerja dalam daging, dan apa yang perlu Ia lakukan dalam daging tidak akan pernah dapat diselesaikan. Meskipun Tuhan yang berinkarnasi memiliki pikiran manusia normal, pekerjaan-Nya tidak tercemar oleh pikiran manusia. Ia melakukan pekerjaan dalam kemanusiaan dengan pikiran yang normal, dengan prasyarat bahwa Ia memiliki kemanusiaan dengan pikiran, bukan bertindak berdasarkan pikiran manusia normal. Tak peduli seluhur apa pun pikiran daging-Nya, pekerjaan-Nya tidak memiliki tanda logika atau pemikiran manusia. Dengan kata lain, pekerjaan-Nya itu bukan merupakan buah dari pemikiran daging-Nya, melainkan ungkapan langsung dari pekerjaan ilahi di dalam kemanusiaan-Nya. Semua pekerjaan-Nya adalah pelayanan yang perlu Ia genapi dan tak satu pun dari pekerjaan itu merupakan hasil dari pemikiran-Nya. Sebagai contoh, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, dan penyaliban, semua itu bukan hasil dari pikiran manusia-Nya, semua itu tidak dapat dilakukan oleh seorang manusia pun dengan pikirannya. Sama halnya dengan pekerjaan penaklukan di zaman sekarang, itu merupakan pelayanan yang harus dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi, tetapi bukan merupakan pekerjaan atas kehendak manusia, itu merupakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh keilahian-Nya, pekerjaan yang tidak mampu dilakukan oleh seorang manusia pun. Jadi, Tuhan yang berinkarnasi harus memiliki pikiran manusia normal, harus memiliki kemanusiaan yang normal, karena Ia harus melakukan pekerjaan-Nya dalam kemanusiaan dengan pikiran manusia normal. Inilah hakikat pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi, hakikat dari Tuhan yang berinkarnasi.
Dikutip dari “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”
Dengan memahami tema firman Tuhan ini, Anda tidak hanya akan mengetahui banyak kebenaran dan misteri yang tidak Anda pahami sebelumnya, tetapi Anda juga akan memiliki pemahaman baru tentang Tuhan.
Kebenaran bisa menyelesaikan semua kesulitan atau masalah manusia. Apakah Anda ingin memahami lebih banyak kebenaran? Situs web Belajar Alkitab akan membawa Anda untuk mendengarkan suara Tuhan dan memahami lebih banyak kebenaran.
(1) Penting untuk mengalami dan tunduk pada pekerjaan Tuhan dari suatu dasar keyakinan bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu dan berdaulat atas segala sesuatu. Dengan demikian barulah orang dapat memperoleh penyelamatan;
(2) Penting untuk menganggap makan dan minum firman-Nya sebagai hal yang paling penting, dan tunduk pada penghakiman dan hajaran, ujian dan pemurnian, serta pemangkasan dan penanganan Tuhan, agar dapat dimurnikan dari kerusakan;
(3) Dalam mengalami pekerjaan Tuhan, adalah penting untuk melaksanakan dengan baik tugas sebagai makhluk ciptaan, sampai memiliki suatu pemahaman mengenai kebenaran dan jalan masuk ke dalam kenyataan, dan mampu menjadi kesaksian yang benar;
(4) Untuk memperoleh penyelamatan dan disempurnakan, adalah penting untuk mengejar kebenaran dan mendapatkan kesempurnaan pekerjaan Roh Kudus. Dengan demikian barulah orang dapat sungguh-sungguh melayani Tuhan dan bersaksi tentang Dia.
Pada saat gempa bumi berlaku di Wenchuan Tiongkok, ada seorang saudara dalam perjalanan, tiba-tiba gempa bumi berlaku ketika mobilnya sampai di kaki gunung. Keretanya bergoyang dengan serius dan tidak bisa lagi meneruskan perjalanan. Jadi saudara berhenti di tengah jalan. Pada saat itu, batu-batu jatuh dari gunung sehingga jalan di bagian depan dan belakang mobil terhalang, bahkan ada beberapa batu yang menghantam atap mobil. Semua orang dalam mobil menjerit dalam ketakutan dan lari keluar dari kereta. Ada yang menjerit “Tolongku, Budha”, ada yang menjerit “Tolongku, dewa”. Mereka semua lari keluar dari mobil kecuali saudara saja tinggal dalam mobil. Saudara berdoa dengan sungguh-sungguh “Tuhan Yang Mahakuasa, tolongku, Tuhan Yang Mahakuasa, tolongku……” Kemudian gempa bumi sudah berhenti, mereka yang lari dari mobil, ada yang mati dihantam batu dan juga ada yang cedera. Mereka semua berpikir saudara ini pasti sudah mati dihantam oleh batu, tapi mereka melihat saudara keluar dari mobil tanpa ada kecederaan. Semua orang berkata “Sangat luar biasa, ini adalah mukjizat!”
Tuhan Yesus datang kembali dan membuka semua misteri kebenaran. Sini memiliki misteri tentang kembalinya Tuhan Yesus, serta misteri tentang diangkat ke kerajaan surga, dan misteri tentang mendapatkan jalan kehidupan yang kekal … . Kebenaran dan misteri yang harus dipahami untuk mencapai keselamatan dan masuk kerajaan surga. Klik tautan ini untuk mempelajari Alkitab secara online dan Anda akan memahami lebih banyak misteri kebenaran.
Alkitab adalah sebuah buku sejarah, dan jika engkau makan dan minum Perjanjian Lama selama Zaman Kasih Karunia—jika engkau melakukan apa yang dituntut di zaman Perjanjian Lama selama Zaman Kasih Karunia—Yesus akan menolak dan mengutukmu; jika engkau menerapkan Perjanjian Lama pada pekerjaan Yesus, engkau akan menjadi orang Farisi. Jika hari ini engkau mencampur Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru untuk dimakan dan diminum, dan dilakukan, Tuhan masa kini akan mengutukmu; engkau akan ketinggalan pekerjaan Roh Kudus hari ini! Jika engkau makan dan minum Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, engkau berada di luar aliran Roh Kudus! Selama zaman Yesus, Yesus memimpin orang Yahudi dan semua orang yang mengikuti-Nya selaras dengan pekerjaan Roh Kudus di dalam Dia di saat itu. Dia tidak menggunakan Alkitab sebagai landasan dari pekerjaan-Nya, tetapi bicara sesuai dengan pekerjaan-Nya; Dia tidak memerhatikan apa yang dikatakan oleh Alkitab, Dia juga tidak mencari jalan untuk memimpin pengikut-Nya di dalam Alkitab. Sejak Dia mulai bekerja, Dia menyebarkan jalan pertobatan—kata yang sama sekali tidak disebut di dalam nubuat Perjanjian Lama. Dia bukan saja tidak bertindak sesuai dengan Alkitab, tetapi Dia juga membuka jalan yang baru, dan melakukan pekerjaan baru. Dia tidak pernah merujuk pada Alkitab ketika berkotbah. Selama Zaman Hukum Taurat, tidak ada orang yang pernah bisa melakukan mukjizat-Nya dalam menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan. Demikian pula, pekerjaan-Nya, ajaran-Nya, otoritas-Nya, dan kuasa firman-Nya melampaui siapa pun selama Zaman Hukum Taurat. Yesus hanya melakukan pekerjaan yang lebih baru, dan meskipun banyak orang mengutuk-Nya dengan menggunakan Alkitab—dan bahkan menggunakan Perjanjian Lama untuk menyalibkan-Nya—pekerjaan-Nya melampaui Perjanjian Lama; jika tidak demikian, mengapa orang-orang memakukan-Nya ke salib? Bukankah karena Perjanjian Lama tidak mengatakan apa pun tentang ajaran-Nya dan kemampuan-Nya untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan? Pekerjaan-Nya dimaksudkan untuk membuka jalan baru, bukan untuk sengaja melawan Alkitab, atau sengaja membuang Perjanjian Lama. Dia hanya datang untuk melakukan pelayanan-Nya, untuk mendatangkan pekerjaan baru bagi mereka yang merindukan dan mencari Dia. Dia bukan datang untuk menjelaskan Perjanjian Lama atau menegakkan pekerjaan dari masa Perjanjian Lama. Pekerjaan-Nya bukanlah dimaksudkan untuk melanjutkan perkembangan Zaman Hukum Taurat, karena pekerjaan-Nya tidak mempertimbangkan apakah Alkitab digunakan sebagai landasan pekerjaan itu; Yesus hanya datang untuk melakukan pekerjaan yang harus Dia lakukan. Jadi, Dia tidak menjelaskan nubuat dari Perjanjian Lama, Dia juga tidak bekerja menurut firman Perjanjian Lama dari Zaman Hukum Taurat. Dia mengabaikan apa yang dikatakan oleh Perjanjian Lama, Dia tidak peduli apakah Perjanjian Lama setuju atau tidak setuju dengan pekerjaan-Nya, dan tidak peduli pada apa yang orang lain ketahui tentang pekerjaan-Nya, atau bagaimana mereka mengutuk pekerjaan-Nya. Dia hanya terus melakukan pekerjaan yang harus Dia lakukan, walaupun banyak orang menggunakan nubuatan para nabi Perjanjian Lama untuk mengutuk-Nya. Bagi orang-orang, pekerjaan-Nya sepertinya tidak punya dasar, dan banyak dari pekerjaan-Nya yang tidak selaras dengan catatan dari Perjanjian Lama. Bukankah ini kebodohan? Apakah doktrin perlu diterapkan pada pekerjaan Tuhan? Dan haruskah pekerjaan Tuhan selaras dengan nubuatan para nabi? Bagaimanapun juga, mana yang lebih besar: Tuhan atau Alkitab? Mengapa pekerjaan Tuhan harus dilakukan berdasarkan Alkitab? Apakah Tuhan tidak punya hak untuk melampaui Alkitab? Tidak bisakah Tuhan meninggalkan Alkitab dan melakukan pekerjaan lain? Mengapa Yesus dan murid-murid-Nya tidak memelihara hari Sabat? Jika Dia harus memelihara hari Sabat dan bertindak sesuai dengan perintah-perintah Perjanjian Lama, mengapa Yesus tidak memelihara hari Sabat setelah Dia datang, tetapi malah membasuh kaki, menutup kepala, memecah roti, dan minum anggur? Bukankah semua ini tidak tercantum di dalam perintah Perjanjian Lama? Jika Yesus menghormati Perjanjian Lama, mengapa Dia menentang doktrin-doktrin ini? Engkau harus mengetahui mana yang ada lebih dahulu, Tuhan atau Alkitab! Sebagai Tuhan atas hari Sabat, tidak bisakah Dia juga menjadi Tuhan atas Alkitab?
Teman, apakah anda berpikir bahwa sekarang bencana terus turun, Tuhan marah. Hanya dengan berdoa kepada Tuhan, mengakui dosa-dosa kita, bertobat, dan melakukan perbuatan baik, dapatkah kita menerima belas kasihan dan toleransi Tuhan dan memiliki kesempatan untuk masuk ke kerajaan surga? Pernahkah Anda berpikir bahwa meskipun kita bisa mencapai ini, kita masih bisa berbuat dosa di masa depan. Apakah ini pertobatan yang sejati? Tuhan berfirman: “Karena itu jadilah kudus, sebab Aku ini kudus” (Imamat 11:45). Tuntutan Tuhan bagi kita adalah untuk mendapat pemurnian. Hanya dengan cara ini kita dapat benar-benar bertobat dan memasuki kerajaan surga. Lalu bagaimana kita dapat mencapai pertobatan sejati? Tuhan berfirman: “Meskipun Yesus melakukan banyak pekerjaan di antara manusia, Ia hanya menyelesaikan penebusan seluruh umat manusia dan menjadi korban penghapus dosa manusia; Dia tidak melepaskan manusia dari wataknya yang rusak. Menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh Iblis tidak hanya membuat Yesus harus menanggung dosa manusia sebagai korban penghapus dosa, tetapi juga membuat Tuhan wajib melakukan pekerjaan yang lebih besar untuk melepaskan manusia dari wataknya yang telah dirusak Iblis. Jadi, setelah dosa manusia diampuni, Tuhan kembali menjadi daging untuk memimpin manusia memasuki zaman yang baru. Tuhan memulai melakukan hajaran dan penghakiman, dan pekerjaan ini telah membawa manusia ke dalam alam yang lebih tinggi.“ Firman Tuhan memberi tahu kita bahwa Tuhan Yesus adalah melakukan pekerjaan penebusan saja dan masih belum menyelesaikan sifat berbuat dosa kita. Jika sifat berbuat dosa kita tidak diselesaikan, maka kita tidak bisa melepaskan diri dari belenggu dosa dan mencapai pertobatan sejati. Jadi Tuhan Yesus berjanji bahwa Dia pasti akan datang kembali dan melakukan pekerjaan penghakiman dan pemurnian umat manusia. Sekarang, Tuhan Yesus sudah datang kembali yaitu Tuhan Yang Mahakuasa. Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman mulai dari rumah Tuhan. Banyak orang Kristen yang sudah mengalami penghakiman dan hajaran firman Tuhan Yang Mahakuasa sudah mencapai pertobatan dan perubahan sejati serta sudah melepaskan diri dari belenggu dosa dan memiliki kesempatan untuk memasuki kerajaan surga! JIka anda ingin mencapai pertobatan yang sejati dan mendapat keselamatan Tuhan serta memasuki kerajaan surga. Anda bisa menghubungi kami melalui Messenger atau WhatsApp untuk mencari dan menyelidiknya.
Meskipun banyak orang tahu bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, Tuhan yang berinkarnasi itu sendiri, mereka tidak dapat menjelaskan dengan jelas apa itu inkarnasi. Memahami apa itu inkarnasi, bagaimanapun, sangat penting bagi kita untuk menyambut Tuhan. Ini karena Alkitab memiliki banyak nubuat bahwa Tuhan akan menjadi manusia kembali ketika Dia datang kembali di akhir zaman. Misalnya, “Tetapi ketahuilah, bahwa jika pemilik rumah tahu kapan waktunya pencuri akan datang, ia pasti akan berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dbobol. Karena itu hendaklah engkau berjaga-jaga: sebab Anak Manusia akan datang pada waktu yang tidak engkau duga” (Matius 24:43-44). “Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak” (Matius 24:27). “Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini” (Lukas 17:24-25). Nubuat-nubuat ini menyebutkan “Anak Manusia datang” dan “kedatangan Anak Manusia”. “Anak Manusia” mengacu pada Tuhan yang berinkarnasi, Dia yang lahir dari manusia dan memiliki kemanusiaan yang normal. Roh Tuhan atau tubuh rohani Tuhan Yesus setelah Dia bangkit sangat transenden, dan oleh karena itu tidak dapat disebut Anak Manusia. Jadi, kita dapat menentukan bahwa “Anak Manusia datang” dan “kedatangan Anak Manusia” yang dinubuatkan oleh Tuhan Yesus mengacu pada Tuhan yang kembali berinkarnasi di akhir zaman. Secara khusus, nubuat Tuhan, “Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini” adalah bukti lebih lanjut bahwa Tuhan akan menampakkan diri dalam daging inkarnasi ketika Dia kembali. Jika Dia tidak berinkarnasi dalam daging, Dia tidak akan mengalami penderitaan, apalagi ditolak oleh generasi ini. Sama seperti ketika Tuhan Yesus menjadi manusia untuk melakukan pekerjaan-Nya, karena orang-orang Farisi tidak tahu apa itu inkarnasi, mereka menganggap Dia sebagai manusia biasa, dan bahkan dengan keras menolak dan mengutuk-Nya. Pada akhirnya, mereka menyalibkan Tuhan Yesus di kayu salib, sehingga mendapatkan hukuman dan kutukan Tuhan. Di akhir zaman, Tuhan akan berinkarnasi lagi sebagai Anak Manusia untuk bekerja di antara manusia, dan jika kita tidak memahami apa itu inkarnasi, bukankah kita akan membuat kesalahan yang sama seperti orang Farisi? Lalu apa itu inkarnasi? Mari kita persekutukan masalah ini.
Orang Kristen harus membaca beberapa kata-kata Tuhan setiap hari, membagikan firman Tuhan hari ini dengan Anda
Jika engkau ingin melihat pekerjaan pada Zaman Hukum Taurat, dan melihat bagaimana bangsa Israel mengikuti jalan Yahweh, engkau harus membaca Perjanjian Lama; jika engkau ingin memahami pekerjaan pada Zaman Kasih Karunia, engkau harus membaca Perjanjian Baru. Tetapi bagaimana jika engkau ingin melihat pekerjaan pada akhir zaman? Engkau harus menerima kepemimpinan Tuhan pada zaman sekarang, dan memasuki pekerjaan pada zaman ini, karena inilah pekerjaan yang baru itu, yang belum pernah tercatat dalam Alkitab. Pada zaman ini, Tuhan telah menjadi daging dan memilih orang-orang pilihan lainnya di Tiongkok. Tuhan bekerja di dalam diri orang-orang ini. Dia melanjutkan pekerjaan-Nya di bumi, melanjutkan pekerjaan yang dilakukan-Nya dari Zaman Kasih Karunia. Pekerjaan pada zaman sekarang adalah jalan yang belum pernah ditempuh oleh manusia dan belum pernah dilihat oleh siapa pun. Ini adalah pekerjaan yang belum pernah dilakukan sebelumnya—inilah pekerjaan terbaru Tuhan di muka bumi. Jadi, pekerjaan yang belum pernah dilakukan sebelumnya bukanlah sejarah, karena kini adalah kini, dan belum menjadi masa lalu. Orang-orang tidak tahu bahwa Tuhan telah melakukan pekerjaan yang lebih besar, yang lebih baru di bumi, dan di luar Israel. Pekerjaan ini telah terjadi di luar cakupan Israel, dan di luar nubuatan para nabi. Ini adalah pekerjaan yang baru dan menakjubkan di luar nubuatan, dan pekerjaan yang lebih baru di luar Israel, dan ini adalah pekerjaan yang tidak bisa dipahami atau dibayangkan orang. Mungkinkah Alkitab memuat catatan-catatan yang jelas mengenai pekerjaan seperti ini? Siapakah yang bisa terlebih dahulu mencatat setiap bagian pekerjaan Tuhan zaman ini, tanpa kelalaian? Siapa yang bisa mencatat pekerjaan yang lebih besar dan lebih bijaksana, yang menentang tradisi ini, dalam buku tua yang berjamur? Pekerjaan pada zaman ini bukanlah sejarah, dan karenanya, jika engkau ingin menapaki jalan baru pada hari ini, engkau harus beranjak dari Alkitab, engkau harus melangkah melampaui kitab-kitab nubuatan atau sejarah yang ada dalam Alkitab. Hanya dengan begitu engkau akan dapat menapaki jalan yang baru ini dengan benar, hanya dengan begitu engkau akan bisa memasuki dunia baru dan pekerjaan yang baru tersebut. Engkau harus mengerti mengapa pada hari ini engkau diminta untuk tidak membaca Alkitab, mengapa ada pekerjaan lain yang terpisah dari Alkitab, mengapa Tuhan tidak mencari penerapan yang lebih baru, lebih rinci, di dalam Alkitab, mengapa ada pekerjaan yang lebih besar di luar Alkitab. Inilah semua yang harus engkau sekalian pahami. Engkau harus mengetahui perbedaan antara pekerjaan lama dan pekerjaan yang baru, dan meskipun engkau tidak membaca Alkitab, engkau harus bisa membedahnya; jika tidak, engkau masih tetap akan menyembah Alkitab, dan akan sulit bagimu untuk memasuki pekerjaan yang baru dan mengalami perubahan-perubahan yang baru. Jika ada jalan yang lebih tinggi, mengapa mempelajari jalan yang rendah dan sudah kedaluwarsa? Jika ada perkataan yang lebih baru, dan pekerjaan yang lebih baru, mengapa hidup di antara catatan-catatan sejarah tua? Perkataan-perkataan baru ini dapat memberimu perbekalan, yang membuktikan bahwa ini adalah pekerjaan yang baru; catatan-catatan lama tidak dapat memuaskanmu, atau memuaskan kebutuhanmu di saat ini, yang membuktikan bahwa semua itu adalah sejarah, dan bukan pekerjaan di saat ini dan di sini. Jalan yang tertinggi adalah pekerjaan yang terbaru, terlepas dari seberapa tingginya jalan di masa lalu, jalan itu tetap merupakan sejarah berisi perenungan orang-orang, dan terlepas dari nilainya sebagai rujukan, semuanya tetap merupakan jalan yang lama. Meskipun tercatat dalam “Kitab Suci”, jalan yang lama tetap merupakan sejarah. Meskipun tidak tercatat dalam “Kitab Suci”, jalan yang baru adalah jalan yang terjadi di sini dan sekarang. Jalan ini bisa menyelamatkanmu, dan jalan ini bisa mengubahmu, karena ini adalah pekerjaan Roh Kudus.