Bagaimana Kita Bisa Meninggalkan Bayang-Bayang Perselingkuhan dalam Pernikahan?

Perselingkuhan-dalam-Pernikahan1

Halo saudara-saudari dari Tanya Jawab Spiritual,

Aku sudah menjalani pernikahan selama dua puluh tahun. Aku pikir aku dan suamiku saling setia satu sama lain. Namun tanpa diduga, suamiku berselingkuh. Aku merasa sangat sedih dan tidak tahu bagaimana cara menghadapinya. Aku ingin bertanya, “Mengapa kasih sayang dalam pernikahan begitu rapuh? Bagaimana aku bisa lepas dari penderitaan ini?”
Salam hormat, Lanjutkan membaca “Bagaimana Kita Bisa Meninggalkan Bayang-Bayang Perselingkuhan dalam Pernikahan?”

‘Takut akan Tuhan ‘ tidak berarti ketakutan dan perasaan ngeri tanpa arti

ayat Alkitab,
Tuhan berfirman:” ‘Takut akan Tuhan ‘ tidak berarti ketakutan dan perasaan ngeri tanpa arti, bukan menghindari, bukan menjaga jarak, bukan juga memberhalakan ataupun menjadikan takhayul. Takut akan Tuhan adalah kekaguman, rasa hormat, kepercayaan, pengertian, kepedulian, ketaatan, pengabdian, kasih, juga penyembahan tanpa syarat dan tanpa mengeluh, balasan, dan ketertundukkan.“

Direkomendasikan:Misteri Alkitab – Kekuatan hidup Tuhan 

                                         Sumber Artikel dari “Belajar Alkitab

Cucu Perempuan Saya dan Saya “Bersentuhan Bahu” dengan Kematian

Gadis-dan-ayah-1

Tiba-tiba Aku Hampir Koma

Suatu pagi sekitar pukul delapan, aku dan istriku membawa cucu perempuan kami yang berusia 7 tahun untuk membantu mengumpulkan kayu bakar dan membawanya kembali ke rumah dengan gerobak yang ditarik tangan. Kami memuati gerobak penuh kayu yang tebalnya beberapa inci, dan kemudian sekitar pukul sepuluh, aku dan istriku sedang mengangkutnya kembali ketika kami tiba di lereng yang menurun, di mana kami mulai mendorong gerobak itu ke belakang agar membuatnya tetap bergerak perlahan. Lanjutkan membaca “Cucu Perempuan Saya dan Saya “Bersentuhan Bahu” dengan Kematian”

Pertumbuhan: Titik Peristiwa Kedua

Pertumbuhan-Titik-Peristiwa-Kedua-2-1

1. Keadaan ketika Seseorang Bertumbuh Dewasa telah Ditetapkan oleh Sang Pencipta

Seseorang tidak bisa memilih orang-orang atau faktor-faktor yang akan mendidik atau memengaruhi pertumbuhannya. Ia tidak bisa memilih pengetahuan atau keterampilan yang ia dapatkan, atau kebiasaan yang ia punyai. Ia tidak dapat memilih orang tua dan anggota keluarganya, dalam lingkungan seperti apa ia akan bertumbuh; bagaimana hubungannya dengan orang lain, peristiwa, atau hal-hal yang ada di sekitarnya, dan bagaimana pengaruh hal-hal tersebut terhadap perkembangannya semua berada di luar kendalinya. Lantas siapa yang menentukan hal-hal tersebut? Siapa yang mengaturnya? Lanjutkan membaca “Pertumbuhan: Titik Peristiwa Kedua”

Keturunan: Titik Peristiwa Kelima

pernikahan-titik-peristiwa

Setelah menikah, seseorang mulai mengurus generasi selanjutnya. Ia tidak punya pilihan atas berapa jumlah anak serta sifat seperti apa yang kelak dimiliki anaknya; hal-hal ini juga ditentukan oleh nasib seseorang, yang ditentukan sejak semula oleh Sang Pencipta. Ini merupakan titik peristiwa kelima yang harus dilalui seseorang.

Lanjutkan membaca “Keturunan: Titik Peristiwa Kelima”

Pernikahan: Titik Peristiwa Keempat

pernikahan-titik-peristiwa-keempat1

Seiring bertumbuh dan bertambah dewasanya seseorang, ia mulai menjauh dari orang tua dan lingkungan tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, kemudian mulai mencari arah hidup dan mengejar tujuan hidupnya dengan cara yang berbeda dari kedua orang tuanya. Pada saat ini ia tidak lagi membutuhkan kedua orang tuanya, yang ia butuhkan adalah pasangan untuk menghabiskan hidup dengannya: seorang teman hidup, orang yang nasibnya akan terjalin erat dengannya. Dengan demikian, peristiwa besar pertama yang harus dihadapi seseorang setelah mencapai kemandirian adalah pernikahan, inilah titik peristiwa keempat yang harus dilalui seseorang. Lanjutkan membaca “Pernikahan: Titik Peristiwa Keempat”

Kerusakan Sodom: Membangkitkan Amarah Manusia, Menimbulkan Murka Tuhan

pengangkatan,

Pertama, mari kita melihat beberapa perikop dari Alkitab yang menggambarkan “Penghancuran Sodom oleh Tuhan”

(Kej. 19:1-11) Dan datanglah dua malaikat ke Sodom saat petang hari, dan Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom: dan ketika Lot melihat mereka, ia bangkit untuk menyambut mereka; lalu bersujud sampai mukanya menyentuh tanah, dan berkata: “Silakan, tuan-tuan, mampirlah ke rumah hambamu ini, tinggallah semalam, lalu cucilah kakimu dan besok pagi tuan-tuan bisa bangun dan melanjutkan perjalanan.” Dan mereka menjawab: “Tidak; kami akan di jalan saja sepanjang malam.” Karena ia sangat mendesak mereka sehingga mereka pun menyerah, dan masuk ke rumahnya; Lanjutkan membaca “Kerusakan Sodom: Membangkitkan Amarah Manusia, Menimbulkan Murka Tuhan”

Sodom Dihancurkan Karena Membuat Tuhan Murka

tentara,

Ketika orang-orang Sodom melihat kedua hamba Tuhan itu, mereka tidak bertanya alasan mengapa mereka datang, tidak ada seorang pun yang bertanya apakah mereka datang untuk menyebarkan kehendak Tuhan. Sebaliknya, mereka membentuk komplotan dan tanpa menunggu penjelasan, mereka berusaha menangkap kedua hamba Tuhan itu seperti anjing liar atau serigala yang buas. Apakah Tuhan melihat hal itu saat terjadi? Apa yang Tuhan pikirkan dalam hati-Nya melihat perilaku manusia yang seperti ini? Tuhan memutuskan menghancurkan kota ini; Dia tidak ragu atau menunggu, atau terus menunjukkan kesabaran-Nya. Saat-Nya sudah tiba jadi Dia akan melakukan apa yang Dia ingin lakukan. Karena itulah Kejadian 19:24-25 mengatakan “Maka Yahweh menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, dari Yahweh dari langit; dan Dia menjungkirbalikkan kota-kota itu dan seluruh lembah dan penghuni kota-kota itu, dan semua yang tumbuh di tanah.” Dua ayat itu menceritakan Lanjutkan membaca “Sodom Dihancurkan Karena Membuat Tuhan Murka”

Walau Murka Tuhan Tersembunyi dan Tidak Dikenal Manusia, Murka-Nya Tidak Menoleransi Pelanggaran

akhir zaman, akhir waktu,

Perlakuan Tuhan terhadap semua manusia yang bodoh dan bebal terutama didasarkan pada belas kasih dan toleransi. Murka-Nya di sisi lain, disembunyikan dalam ruang dan waktu yang luas; murka-Nya tidak dikenali oleh manusia. Akibatnya, sukar bagi manusia untuk melihat Tuhan menampilkan murka-Nya, dan juga sukar untuk memahami murka-Nya. Karena itulah manusia menganggap remeh murka Tuhan. Lanjutkan membaca “Walau Murka Tuhan Tersembunyi dan Tidak Dikenal Manusia, Murka-Nya Tidak Menoleransi Pelanggaran”

Catatan Harian Kristen: Pertemanan Rekan Kerja Saya Terjalin Seperti ini

ayat Alkitab, firman Tuhan,

Oleh Saudari Ye Qing, Tiongkok

Senin, 3 September 2018, Langit cerah

Sampai hari ini, aku sudah bekerja di salon kecantikan selama sebulan. Saat pertama kali aku mulai bekerja, atasanku memerintahkan seorang gadis bernama Xiao Jie untuk menunjukkan tata cara pekerjaan kepadaku. Kepribadiannya sangat ceria dan dia akan menceritakan semuanya kepadaku, baik itu hal-hal yang terjadi di rumah maupun masalah yang ditemuinya di tempat kerja, dan kami dengan cepat mengenal satu sama lain. Dengan bantuan Xiao Jie, dan melalui belajar dan berlatih keras serta mempelajari kekuatan rekan-rekanku, keterampilanku meningkat dengan cepat, dan banyak pelanggan mulai meminta jasaku secara pribadi. Untuk mengungkapkan terima kasihku kepada Xiao Jie, aku membeli beberapa produk tata rias dan pakaian hanya untuknya. Kami lama-kelamaan menjadi semakin akrab, kami saling mengungkapkan isi hati setiap kali mendapat masalah, dan kami telah menjadi teman yang bisa mengatakan apa pun kepada satu sama lain. Aku senang sekali bisa mendapat teman sebaik itu.

Rabu, 3 Oktober 2018, Mendung

Lanjutkan membaca “Catatan Harian Kristen: Pertemanan Rekan Kerja Saya Terjalin Seperti ini”