Di Jalan Menuju Kerajaan Surga, Firman Tuhan Memimpin Saya untuk Mengatasi Pencobaan Iblis (I)

doa kristen,

Pada awal Maret 2018, Saudari Liu memberikan kesaksian kepadaku tentang pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman dan memberiku persekutuan tentang berbagai aspek kebenaran, seperti tiga tahap pekerjaan Tuhan, pentingnya nama Tuhan, dan misteri Alkitab. Aku telah menjadi orang yang percaya kepada Tuhan selama lebih dari 30 tahun dan tidak pernah aku mendengar ajaran yang sebagus itu. Dengan Lanjutkan membaca “Di Jalan Menuju Kerajaan Surga, Firman Tuhan Memimpin Saya untuk Mengatasi Pencobaan Iblis (I)”

Lingkungan Hidup Dasar yang Diciptakan Tuhan bagi Umat Manusia—Suara

penyembahan, berdoa kepada Tuhan, iman

Apakah hal yang ketiga? Itu adalah sesuatu yang harus ada dalam kehidupan manusia yang normal. Itu juga adalah sesuatu yang harus Tuhan tangani saat Dia menciptakan segala sesuatu. Ini adalah suatu hal sangat penting bagi Tuhan dan juga bagi setiap orang. Jika Tuhan tidak menanganinya, ini akan menjadi hambatan besar bagi kelangsungan hidup manusia. Hal ini maksudnya bahwa akan menjadi pengaruh sangat besar bagi kehidupan dan tubuh manusia, hingga manusia tidak akan dapat bertahan hidup di lingkungan seperti itu. Juga dapat dikatakan bahwa semua makhluk hidup tidak akan dapat bertahan hidup di lingkungan seperti itu. Jadi apakah hal ini? Itu adalah suara. Tuhan menciptakan segalanya, dan segalanya hidup dalam tangan Tuhan. Lanjutkan membaca “Lingkungan Hidup Dasar yang Diciptakan Tuhan bagi Umat Manusia—Suara”

Memandang Penampakan Tuhan dalam Penghakiman dan Hajaran-Nya

Alkitab, berdoa, firman TuhanSama seperti jutaan pengikut Tuhan Yesus Kristus lainnya, kita menaati hukum dan perintah Alkitab, menikmati kasih karunia Tuhan Yesus Kristus yang melimpah, dan berkumpul bersama, berdoa, memuji, dan melayani dalam nama Tuhan Yesus Kristus—dan semua ini kita lakukan di bawah perlindungan dan berkat Tuhan. Kita sering kali lemah dan sering kali kuat. Kita percaya bahwa semua tindakan kita sesuai dengan ajaran Tuhan. Jadi, jelas kalau kita juga percaya diri kita berjalan dalam jalan ketaatan kepada kehendak Bapa di surga. Kita merindukan kedatangan Tuhan Yesus, kedatangan Tuhan Yesus yang mulia, akhir hidup kita di bumi, penampakan kerajaan, dan semua yang dikatakan di kitab Wahyu. Tuhan datang dan membawa bencana dan memberi upah kepada orang baik dan menghukum orang yang jahat, dan membawa semua yang mengikuti-Nya dan menyambut kedatangan-Nya di awan-awan untuk menemui-Nya. Setiap kali memikirkan ini, kita pasti dikuasai emosi. Kita bersyukur lahir di akhir zaman dan cukup beruntung bisa menyaksikan kedatangan Tuhan. Walau kita menderita penganiayaan, itu semua mengerjakan “kemuliaan yang lebih besar dan kekal”. Ini benar-benar berkat yang luar biasa! Semua kerinduan ini dan kasih karunia yang diberikan Tuhan membuat kita seringkali sadar untuk berdoa dan membawa kita lebih sering berkumpul bersama. Mungkin tahun depan, mungkin besok atau mungkin lebih cepat daripada yang diduga manusia, Tuhan tiba-tiba akan datang dan akan menampakkan diri di antara sekelompok orang yang sedang menantikan Dia dengan sungguh-sungguh. Kita bersaing satu sama lain, tidak ada yang mau ketinggalan, ingin menjadi kelompok pertama yang melihat penampakan Tuhan, menjadi salah satu dari mereka yang diangkat. Kita telah memberikan semua, berapa pun harganya, untuk datangnya hari ini. Sebagian menyerahkan pekerjaannya, sebagian lagi meninggalkan keluarganya, sebagian membatalkan pernikahannya, dan sebagian lagi bahkan menyumbangkan seluruh tabungannya. Ini pengabdian yang luar biasa! Kesetiaan dan ketulusan seperti itu pastilah melampaui orang-orang kudus di masa lampau! Sebagaimana Tuhan memberikan kasih karunia-Nya kepada siapa pun yang Dia mau dan memberikan belas kasih pada siapa yang Dia inginkan, kita percaya bahwa pengabdian dan pengorbanan kita dilihat oleh-Nya. Jadi, kita pun percaya doa kita yang tulus didengar-Nya dan kita percaya Tuhan akan memberi upah atas pengabdian kita. Padahal, Tuhan sudah mengasihi kita sebelum Dia menciptakan dunia dan tidak ada yang bisa mengambil berkat dan janji Tuhan bagi kita. Kita merencanakan masa depan dan berpikir pengabdian dan pengorbanan kita adalah alat tawar atau saham yang bisa membuat kita diangkat ke awan-awan untuk bertemu Tuhan. Dan lagi, tanpa ragu, kita menaruh diri kita di takhta masa depan, memerintah bangsa-bangsa dan semua orang atau memerintah sebagai raja. Semua ini kita terima sebagai pemberian, sebagai sesuatu yang pantas diharapkan.

Lanjutkan membaca “Memandang Penampakan Tuhan dalam Penghakiman dan Hajaran-Nya”