Apakah pekerjaan Tuhan tidak bisa melampaui Alkitab?

Alkitab

Saudara-saudari sekalian dari Tanya & Jawab Rohani,

Halo semuanya! Baru-baru ini seseorang memberiku kesaksian tentang pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, dan mereka juga memberiku salinan firman yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, Dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”. Setelah membaca firman ini aku merasa bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa memiliki otoritas dan kuasa, dan aku yakin bahwa firman dalam Dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia” diucapkan oleh Roh Kudus. Namun, yang tidak aku mengerti adalah mengapa firman dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa melampaui Alkitab. Lanjutkan membaca “Apakah pekerjaan Tuhan tidak bisa melampaui Alkitab?”

Tanda-tanda Kedatangan Tuhan Yesus Telah Digenapi

Alkitab

Oleh Zheng Xun

Sekarang kita berada pada penghujung akhir zaman, dan ada banyak saudara-saudari yang dengan tulus percaya kepada Tuhan dan menunggu kedatangan-Nya kembali; mereka pastinya memikirkan pertanyaan ini: Dalam pasal 22, ayat 12 dari Wahyu, Tuhan Yesus bernubuat: “Dan, lihatlah, Aku segera datang.Lanjutkan membaca “Tanda-tanda Kedatangan Tuhan Yesus Telah Digenapi”

‘Takut akan Tuhan ‘ tidak berarti ketakutan dan perasaan ngeri tanpa arti

ayat Alkitab,
Tuhan berfirman:” ‘Takut akan Tuhan ‘ tidak berarti ketakutan dan perasaan ngeri tanpa arti, bukan menghindari, bukan menjaga jarak, bukan juga memberhalakan ataupun menjadikan takhayul. Takut akan Tuhan adalah kekaguman, rasa hormat, kepercayaan, pengertian, kepedulian, ketaatan, pengabdian, kasih, juga penyembahan tanpa syarat dan tanpa mengeluh, balasan, dan ketertundukkan.“

Direkomendasikan:Misteri Alkitab – Kekuatan hidup Tuhan 

                                         Sumber Artikel dari “Belajar Alkitab

Kisah Sebenarnya di Balik Pekerjaan pada Zaman Penebusan

Yesus, Perumpamaan Yesus,

Seluruh rencana pengelolaan-Ku, rencana yang terbentang selama enam ribu tahun, terdiri dari tiga tahap atau tiga zaman: Zaman Hukum Taurat pada bagian awal; Zaman Kasih Karunia (yang juga merupakan Zaman Penebusan); dan Zaman Kerajaan pada akhir zaman. Konsep pekerjaan-Ku di ketiga zaman ini berbeda-beda sesuai dengan sifat setiap zaman, tetapi setiap tahapnya sesuai dengan kebutuhan manusia—atau lebih tepatnya, setiap tahap dilakukan berdasarkan tipu muslihat yang digunakan Iblis dalam perang yang telah Kulancarkan. Tujuan pekerjaan-Ku adalah untuk mengalahkan Iblis, untuk mewujudkan hikmat dan kemahakuasaan-Ku, untuk mengungkap semua tipu muslihat Iblis, agar dapat menyelamatkan seluruh umat manusia yang hidup di bawah wilayah kekuasaannya. Tujuan-Ku adalah untuk menunjukkan hikmat dan kemahakuasaan-Ku sekaligus menyingkapkan keburukan Iblis yang tak tertahankan. Lanjutkan membaca “Kisah Sebenarnya di Balik Pekerjaan pada Zaman Penebusan”

Bagaimana memahami arti “mengikuti Injil lain”

Alkitab, apa itu agama Kristen?,

Oleh Li Qiang, Tiongkok

Alkitab menyatakan, “Aku heran betapa cepatnya engkau berpaling dari Dia yang memanggil engkau kepada kasih karunia Kristus dan beralih kepada injil lain; yang sebenarnya bukan Injil; tetapi ada orang yang mengacaukan engkau sekalian, dan yang ingin membelokkan Injil Kristus. Tetapi meskipun kami, atau malaikat dari surga, yang memberitakan kepada engkau injil lain selain Injil yang sudah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia” (Galatia 1:6-8).

Lanjutkan membaca “Bagaimana memahami arti “mengikuti Injil lain””

Pertumbuhan: Titik Peristiwa Kedua

Pertumbuhan-Titik-Peristiwa-Kedua-2-1

1. Keadaan ketika Seseorang Bertumbuh Dewasa telah Ditetapkan oleh Sang Pencipta

Seseorang tidak bisa memilih orang-orang atau faktor-faktor yang akan mendidik atau memengaruhi pertumbuhannya. Ia tidak bisa memilih pengetahuan atau keterampilan yang ia dapatkan, atau kebiasaan yang ia punyai. Ia tidak dapat memilih orang tua dan anggota keluarganya, dalam lingkungan seperti apa ia akan bertumbuh; bagaimana hubungannya dengan orang lain, peristiwa, atau hal-hal yang ada di sekitarnya, dan bagaimana pengaruh hal-hal tersebut terhadap perkembangannya semua berada di luar kendalinya. Lantas siapa yang menentukan hal-hal tersebut? Siapa yang mengaturnya? Lanjutkan membaca “Pertumbuhan: Titik Peristiwa Kedua”

Keturunan: Titik Peristiwa Kelima

pernikahan-titik-peristiwa

Setelah menikah, seseorang mulai mengurus generasi selanjutnya. Ia tidak punya pilihan atas berapa jumlah anak serta sifat seperti apa yang kelak dimiliki anaknya; hal-hal ini juga ditentukan oleh nasib seseorang, yang ditentukan sejak semula oleh Sang Pencipta. Ini merupakan titik peristiwa kelima yang harus dilalui seseorang.

Lanjutkan membaca “Keturunan: Titik Peristiwa Kelima”

Pernikahan: Titik Peristiwa Keempat

pernikahan-titik-peristiwa-keempat1

Seiring bertumbuh dan bertambah dewasanya seseorang, ia mulai menjauh dari orang tua dan lingkungan tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, kemudian mulai mencari arah hidup dan mengejar tujuan hidupnya dengan cara yang berbeda dari kedua orang tuanya. Pada saat ini ia tidak lagi membutuhkan kedua orang tuanya, yang ia butuhkan adalah pasangan untuk menghabiskan hidup dengannya: seorang teman hidup, orang yang nasibnya akan terjalin erat dengannya. Dengan demikian, peristiwa besar pertama yang harus dihadapi seseorang setelah mencapai kemandirian adalah pernikahan, inilah titik peristiwa keempat yang harus dilalui seseorang. Lanjutkan membaca “Pernikahan: Titik Peristiwa Keempat”

Murka Tuhan adalah Penjaga untuk Semua Kekuatan Keadilan dan Hal Positif

Murka-Tuhan-adalah-Penjaga-untuk-Semua-Kekuatan-Keadilan-dan-Hal-Positif

Dengan memahami contoh-contoh dari perkataan, pikiran, dan tindakan Tuhan, apakah engkau mampu memahami watak Tuhan yang benar, sebuah watak yang tidak boleh disinggung? Pada akhirnya, ini adalah sebuah aspek dari watak unik Tuhan Sendiri, terlepas dari seberapa banyak yang manusia bisa pahami. Ketidaktoleransian Tuhan terhadap pelanggaran adalah hakikat eksklusif-Nya; murka Tuhan adalah watak eksklusif-Nya; kemegahan Tuhan adalah hakikat eksklusif-Nya. Prinsip di balik amarah Tuhan menunjukkan identitas dan status yang hanya dimiliki oleh-Nya. Seseorang tidak harus menyebutkan bahwa ini juga adalah simbol hakikat Tuhan yang unik itu sendiri. Lanjutkan membaca “Murka Tuhan adalah Penjaga untuk Semua Kekuatan Keadilan dan Hal Positif”