Hanya Dengan Memahami Desas-desus, Barulah Kita Dapat Menyambut Kedatangan Kembali Tuhan

Tuhan Yesus telah kembali

Anda yang mendambakan kedatangan kembali Tuhan, ketika Anda mendengar Gereja Tuhan Yang Mahakuasa bersaksi bahwa Tuhan telah kembali, Anda ingin menyelidiki jalan yang benar, tetapi Anda mendengar pendeta dan penatua mengatakan seperti ini:

“Gereja Tuhan Yang Mahakuasa menyamar sebagai agama Kristen. Pada awalnya, ia menjelaskan Alkitab kepadamu, dan kemudian ia akan secara khususnya membaca firman-firman Tuhan Yang Mahakuasa, sehingga perlahan-lahan akan membingungkanmu.”

Kata-kata seperti ini melekat di hati Anda dan menghalangi Anda untuk menyelidiki jalan yang benar dan menyambut kedatangan Tuhan. Apakah Anda menemukan masalah ini, yaitu para pendeta dan penatua belum pernah berkontak dengan orang-orang Kristen di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Mereka juga tidak menyelidiki pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman, tetapi mereka membuat kesimpulan ini dengan sesuka hati. Bukankah ini tidak bertanggung jawab? Apakah kata-kata ini sesuai dengan fakta?

Lanjutkan membaca “Hanya Dengan Memahami Desas-desus, Barulah Kita Dapat Menyambut Kedatangan Kembali Tuhan”

Apakah Anda tahu penyimpangan terbesar yang kita lakukan dalam menyelidiki jalan yang benar?

Tanda-tanda kedatangan Tuhan sudah dinyatakan, lalu bagaimana kita seharusnya menyambut Tuhan Yesus?

Tuhan Yesus telah kembali

Suatu hari saya mendengar percakapan seperti ini.

J: “Sekarang Gereja Tuhan Yang Mahakuasa menyaksikan bahwa Tuhan Yesus telah kembali, dan Dia adalah Tuhan Yang Mahakuasa. Tuhan Yang Mahakuasa telah menyatakan kebenaran dan melakukan tahap pekerjaan, yaitu pekerjaan penghakiman. Haruskah kita pergi menyelidiki jalan yang benar untuk melihat apakah Tuhan Yesus datang lagi?”

B: “Tidak, kita tidak bisa menyelidiki lebih dulu. Kita harus meminta para pendeta dan penatua untuk melihat apa yang dipikirkan para pendeta dan penatua tentang hal ini. Ketika para pendeta dan penatua membiarkan kita menyelidiki, barulah kita menyelidiki. Para pendeta dan penatua tidak membiarkan kita menyelidiki, jadi kita tidak usah menyelidiki. Lagi pula, tingkat pertumbuhan para pendeta dan penatua lebih besar dari kita. Tambahan pula, mereka telah melayani Tuhan Yesus selama bertahun-tahun. Mereka sering mempelajari dan menjelaskan Alkitab. Jadi, benar tindakan kita membiarkan para pendeta dan penatua mengawasi untuk kita dan mendengarkan para pendeta dan penatua.”

Dari dialog singkat ini, apakah Anda menemukan penyimpangan ketika Anda menyambut kedatangan Tuhan Yesus? Selanjutnya, mari kita membahas: Apa penyimpangan terbesar dalam menyelidiki jalan yang benar? Apa praktik yang benar dalam menyelidiki jalan yang benar? Silakan baca terus.

Lanjutkan membaca “Apakah Anda tahu penyimpangan terbesar yang kita lakukan dalam menyelidiki jalan yang benar?”

Iblis Mencobai Ayub untuk Pertama Kalinya (Ternaknya Dicuri dan Bencana Menimpa Anak-Anaknya)

Firman Tuhan adalah cahaya yang menerangi jalan depan kita. Baca Firman Tuhan setiap hari dan biarkan Tuhan membimbing Anda di sepanjang jalan.

Ayub

1.Perkataan yang Diucapkan Tuhan

(Ayub 1:8) Lalu Yahweh berkata kepada Iblis, “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub, tidak ada seorang pun seperti dia di bumi, yang demikian tak bercela dan jujur, yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan?”

(Ayub 1:12) Dan Yahweh berkata kepada Iblis: “Lihat, segala yang dipunyainya ada di tanganmu, hanya jangan ulurkan tanganmu terhadap dia.” Lalu Iblis pergi dari hadapan Yahweh.

Lanjutkan membaca “Iblis Mencobai Ayub untuk Pertama Kalinya (Ternaknya Dicuri dan Bencana Menimpa Anak-Anaknya)”

Tahukah Engkau? Apa yang harus kita lakukan untuk mengikuti kehendak Tuhan?

Bagi orang Kristen, renungan harian sangat penting. Klik menu renungan harian. Setiap artikel di sini dapat memberi Anda pencerahan yang segar sehingga Anda lebih memahami kehendak Tuhan.

Alkitab

Tuhan Yesus berkata: “Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga” (Matius 7:21). Ayat Alkitab ini menyebutkan bahwa hanya mereka yang melakukan kehendak Tuhan yang dapat memasuki kerajaan surga. Tapi pemahaman sebagian besar saudara dan saudari adalah: mengabdikan diri dan mengorbankan diri untuk Tuhan serta bekerja keras demi-Nya berarti mengikuti kehendak Tuhan, dan dengan melakukan ini, mereka pasti akan dipuji oleh Tuhan dan memasuki kerajaan surga. Ada juga saudara dan saudari yang berpikir bahwa mereka yang dapat meninggalkan sesuatu dan mengorbankan diri untuk Tuhan belum tentu dapat dipuji oleh Tuhan, karena orang-orang Farisi juga bekerja keras untuk Tuhan, tetapi pada akhirnya mereka bergabung dengan pemerintah Romawi untuk meyalibkan Tuhan Yesus di atas kayu salib. Akibatnya, mereka dihukum dan dikutuk oleh Tuhan.
Jadi, apa yang dimaksud dengan “mengikuti kehendak Bapa” yang dikatakan oleh Tuhan Yesus? Apakah bekerja keras demi Tuhan adalah mengikut kehendak Tuhan? Apa yang harus kita lakukan untuk mengikuti kehendak Tuhan? Pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting bagi setiap penganut Kristen, karena ini berhubungan secara langsung dengan apakah kita dapat diangkat ke dalam kerajaan surga. Mari kita bersekutu tentang persoalan ini.

Lanjutkan membaca “Tahukah Engkau? Apa yang harus kita lakukan untuk mengikuti kehendak Tuhan?”

Persiapkanlah Perbuatan Baik yang Cukup untuk Tiba di Tempat Tujuanmu

Firman Tuhan adalah kebenaran, ungkapan dari watak Tuhan, dan ungkapan dari kehidupan Tuhan. Klik untuk membaca Firman Tuhan, sehingga Anda dapat memahami kehendak Tuhan dengan lebih baik, sehingga Anda dapat mengenal Tuhan dan menjadi orang yang berkenan di hati Tuhan.

pemandangan

Aku telah melakukan banyak pekerjaan di tengah-tengah engkau semua, dan tentu saja telah menyampaikan juga sejumlah ucapan. Namun Aku selalu merasa firman-Ku dan pekerjaan-Ku belum sepenuhnya menggenapi tujuan pekerjaan-Ku di akhir zaman. Sebab di akhir zaman, pekerjaan-Ku bukanlah demi kepentingan seseorang atau segelintir orang, tetapi untuk memperlihatkan watak inheren-Ku. Tetapi karena segudang alasan—entah itu kurangnya waktu atau padatnya kesibukan kerja—watak diri-Ku belum memampukan manusia untuk mengenal-Ku sedikit pun. Karena itu, Aku akan melaksanakan rencana baru-Ku, pekerjaan terakhir-Ku, untuk membuka halaman baru dalam pekerjaan-Ku sehingga semua orang yang memandang-Ku akan memukul-mukul dada dan menangis dan meratap tanpa henti oleh karena keberadaan-Ku. Ini karena Aku membawa akhir umat manusia kepada dunia, dan sejak saat ini, Aku akan membukakan seluruhnya tentang watak-Ku di hadapan umat manusia, sehingga semua orang yang mengenal Aku dan semua orang yang tidak mengenal Aku akan terbuka matanya dan melihat bahwa Aku memang sudah datang ke dalam dunia manusia, sudah datang ke muka bumi saat segala sesuatu berlipat ganda. Inilah rencana-Ku, “pengakuan” tunggal-Ku sejak penciptaan umat manusia. Aku berharap engkau semua dapat memberikan perhatian penuh kepada setiap gerakan-Ku, karena tongkat-Ku akan kembali menekan umat manusia, menekan semua yang menentang Aku.

Lanjutkan membaca “Persiapkanlah Perbuatan Baik yang Cukup untuk Tiba di Tempat Tujuanmu”

Penilaian Ayub oleh Tuhan dan di dalam Alkitab

Firman Tuhan adalah kebenaran, ungkapan dari watak Tuhan, dan ungkapan dari kehidupan Tuhan. Klik untuk membaca Firman Tuhan, sehingga Anda dapat memahami kehendak Tuhan dengan lebih baik, sehingga Anda dapat mengenal Tuhan dan menjadi orang yang berkenan di hati Tuhan.

Ayub

(Ayub 1:1) Ada seorang laki-laki di tanah Us, yang bernama Ayub; dan ia adalah orang yang tak bercela dan jujur, ia takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan.

Lanjutkan membaca “Penilaian Ayub oleh Tuhan dan di dalam Alkitab”

Siapakah Sebenarnya Biang Keladi yang Menghancurkan Keluarga Kristen

scenery

Ada pernyataan dari pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Internet: “Mereka yang percaya pada Tuhan Yang Mahakuasa tidak menginginkan rumah tangga mereka. Setelah mereka percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa, keluarga mereka akan hancur serta istri dan anak mereka akan tercerai berai. “

Banyak orang bertanya: “Apakah ini benar? Apakah benar bahwa setelah percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa, orang benar-benar tidak mau rumah lagi?”

Saya ingin memberitahu kamu bahwa pernyataan yang dibuat oleh pemerintah PKT di Internet tidak dapat dipercaya. Mengapa saya mengatakan itu? Kamu akan mengerti setelah membaca yang berikut ini. Mari kita bahas bersama agar semua orang mengetahui kebenarannya.

Lanjutkan membaca “Siapakah Sebenarnya Biang Keladi yang Menghancurkan Keluarga Kristen”

Gereja manakah yang diangkat ketika Tuhan Yesus datang? Bagaimana kita menemukannya?

Tanda-tanda kedatangan Yesus telah muncul, dan Tuhan Yesus sudah kembali! Sangat penting bagi kita untuk segera mencari jejak Tuhan Yesus!

Tuhan Yesus telah kembali

Seperti yang kita ketahui, gereja Filadelfia yang dinubuatkan dalam Kitab Wahyu adalah gereja yang diangkat sebelum bencana besar. Saat ini, bencana ada di mana-mana, dan hanya dengan menemukan gereja Filadelfia, kita akan dapat diangkat di hadapan takhta Tuhan sebelum bencana besar tiba. Apakah Anda tahu karakteristik-karakteristik yang dimiliki oleh gereja Filadelfia? Dan bagaimana kita dapat menemukan gereja ini? Mari kita membahas dan menjelajahi masalah ini berikut.

Lanjutkan membaca “Gereja manakah yang diangkat ketika Tuhan Yesus datang? Bagaimana kita menemukannya?”

Kedua Inkarnasi Melengkapi Makna Penting Inkarnasi (Kutipan II)

Firman Tuhan adalah kebenaran, ungkapan dari watak Tuhan, dan ungkapan dari kehidupan Tuhan. Klik untuk membaca Firman Tuhan, sehingga Anda dapat memahami kehendak Tuhan dengan lebih baik, sehingga Anda dapat mengenal Tuhan dan menjadi orang yang berkenan di hati Tuhan.

Menyambut Kembalinya Tuhan Yesus

Pekerjaan yang dilakukan pada masa sekarang telah mendorong maju pekerjaan Zaman Kasih Karunia. Artinya, pekerjaan di bawah rencana pengelolaan enam ribu tahun telah bergerak maju. Meskipun Zaman Kasih Karunia telah berakhir, pekerjaan Tuhan telah mengalami kemajuan. Mengapa Aku mengatakan berulang kali bahwa tahap pekerjaan ini dibangun di atas Zaman Kasih Karunia dan Zaman Hukum Taurat? Ini berarti bahwa pekerjaan di masa sekarang merupakan kelanjutan dari pekerjaan yang dilakukan di Zaman Kasih Karunia dan merupakan kemajuan atas apa yang telah dilakukan di Zaman Hukum Taurat. Ketiga tahap saling terkait erat dan setiap mata rantai terpaut erat dengan yang berikutnya. Mengapa Aku juga mengatakan bahwa tahap pekerjaan ini dibangun di atas pekerjaan yang telah Yesus lakukan? Seandainya tahap ini tidak dibangun di atas pekerjaan yang Yesus lakukan, Ia harus disalibkan lagi di tahap ini, dan pekerjaan penebusan dari tahap sebelumnya harus dilakukan kembali. Semua ini akan menjadi tidak berarti. Jadi, bukan berarti bahwa pekerjaan itu sudah sepenuhnya selesai, tetapi bahwa zaman telah bergerak maju dan tingkat pekerjaan telah ditingkatkan bahkan lebih tinggi dari sebelumnya. Dapat dikatakan bahwa tahap pekerjaan ini dibangun di atas landasan Zaman Hukum Taurat dan di atas batu karang pekerjaan Yesus. Pekerjaan dibangun tahap demi tahap dan tahap ini bukan sebuah awal yang baru. Hanya gabungan ketiga tahaplah yang dapat dianggap sebagai rencana pengelolaan enam ribu tahun. Pekerjaan pada tahap ini dilakukan di atas landasan pekerjaan Zaman Kasih Karunia. Jika kedua tahap pekerjaan ini tidak terkait, lalu mengapa penyaliban tidak diulangi pada tahap ini? Mengapa Aku tidak menanggung dosa manusia? Aku tidak datang dengan dikandung dari Roh Kudus, Aku juga tidak menanggung dosa manusia melalui penyaliban; sebaliknya, Aku di sini untuk menghajar manusia secara langsung. Jika hajaran-Ku atas manusia dan kedatangan-Ku sekarang yang bukan dikandung dari Roh Kudus tidak mengikuti penyaliban, maka Aku tidak memenuhi syarat untuk menghajar manusia. Justru karena Aku dan Yesus adalah satu, maka Aku datang untuk secara langsung menghajar dan menghakimi manusia. Pekerjaan pada tahap ini dibangun sepenuhnya di atas pekerjaan tahap sebelumnya. Itulah sebabnya hanya pekerjaan semacam ini yang dapat membawa manusia, selangkah demi selangkah, ke dalam keselamatan. Yesus dan Aku datang dari satu Roh. Walaupun Kami tidak terkait di dalam daging Kami, Roh Kami adalah satu. Meskipun muatan dari tindakan yang Kami lakukan dan pekerjaan yang Kami lakukan tidak sama, Kami sama dalam hakikat. Daging Kami mengambil bentuk yang berbeda, tetapi ini karena perubahan zaman dan persyaratan yang berbeda dari pekerjaan Kami. Pelayanan Kami tidak sama, jadi pekerjaan yang Kami hasilkan dan watak yang Kami ungkapkan kepada manusia pun berbeda. Itulah sebabnya hal yang manusia lihat dan pahami pada hari ini tidak sama dengan hal yang mereka lihat dan pahami di masa lalu. Ini karena perubahan zaman. Bahwa Mereka berbeda dalam gender dan bentuk daging Mereka, dan bahwa Mereka tidak lahir di keluarga yang sama, apalagi di periode waktu yang sama, Roh Mereka bagaimanapun adalah satu. Bahwa daging Mereka tidak sedarah dan tidak ada kaitan kekerabatan sama sekali, tidak dapat disangkal bahwa Mereka adalah inkarnasi Tuhan di dua periode waktu yang berbeda. Bahwa Mereka adalah daging inkarnasi Tuhan merupakan kebenaran yang tidak terbantahkan, walaupun Mereka tidak memiliki garis keturunan yang sama, dan tidak berbicara bahasa manusia yang sama (yang satu adalah seorang laki-laki yang berbicara bahasa orang Yahudi dan yang lain adalah seorang perempuan yang semata-mata berbicara bahasa Mandarin). Karena alasan-alasan inilah Mereka hidup di negara yang berbeda untuk melakukan pekerjaan yang harus dilakukan oleh masing-masing dari Mereka, dan di periode waktu yang berbeda pula. Terlepas dari fakta bahwa Mereka adalah Roh yang sama, memiliki hakikat yang sama, tidak ada kesamaan yang mutlak sama sekali di antara kulit luar daging Mereka. Yang sama-sama mereka miliki adalah kemanusiaan yang sama, tetapi sejauh penampilan luar daging Mereka dan keadaan ketika Mereka dilahirkan, Mereka tidak sama. Hal-hal ini tidak berdampak pada pekerjaan Mereka masing-masing atau pada pengetahuan yang manusia miliki tentang Mereka, karena dalam analisis terakhir, Mereka adalah Roh yang sama dan tidak seorang pun dapat memisahkan Mereka. Meskipun mereka tidak ada hubungan darah, seluruh keberadaan Mereka bertanggung jawab atas Roh Mereka, yang mengalokasikan kepada Mereka pekerjaan yang berbeda di periode waktu yang berbeda, dan kepada daging Mereka garis keturunan yang berbeda. Demikian juga, Roh Yahweh bukanlah ayah dari Roh Yesus, dan Roh Yesus bukanlah anak dari Roh Yahweh: Mereka adalah satu dan Roh yang sama. Sama halnya dengan Tuhan yang berinkarnasi di zaman sekarang dan Yesus. Walaupun Mereka tidak berhubungan darah, Mereka adalah satu. Ini karena Roh Mereka adalah satu. Tuhan dapat melakukan pekerjaan belas kasih dan kasih setia, juga pekerjaan penghakiman yang adil dan hajaran terhadap manusia, serta pekerjaan mendatangkan kutuk atas manusia. Dan pada akhirnya, Ia dapat melakukan pekerjaan menghancurkan dunia dan menghukum orang yang jahat. Bukankah Ia sendiri melakukan semuanya ini? Bukankah ini adalah kemahakuasaan Tuhan? Ia mampu menyebarluaskan hukum bagi manusia dan mengeluarkan perintah baginya, dan Ia juga mampu memimpin orang Israel mula-mula untuk menjalani kehidupan mereka di bumi dan membimbing mereka untuk membangun bait suci dan mezbah, memegang semua orang Israel di bawah kekuasaan-Nya. Mengandalkan otoritas-Nya, Ia hidup di bumi bersama dengan orang Israel selama dua ribu tahun. Orang Israel tidak berani memberontak terhadap-Nya. Semua orang menghormati Yahweh dan mematuhi perintah-Nya. Ini adalah pekerjaan yang dilakukan dengan mengandalkan otoritas-Nya dan kemahakuasaan-Nya. Kemudian, selama Zaman Kasih Karunia, Yesus datang untuk menebus seluruh umat manusia yang telah jatuh (dan bukan hanya orang Israel). Ia memperlihatkan belas kasih dan kasih setia kepada manusia. Yesus yang manusia lihat di Zaman Kasih Karunia dipenuhi dengan kasih setia dan selalu penuh kasih terhadap manusia, karena Ia telah datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Ia mampu mengampuni dosa-dosa manusia hingga penyaliban-Nya sepenuhnya menebus umat manusia dari dosa. Selama periode ini, Tuhan muncul di hadapan manusia dengan belas kasih dan kasih setia. Artinya, Ia menjadi korban penghapus dosa bagi manusia dan disalibkan karena dosa-dosa manusia agar mereka selamanya diampuni. Ia pengampun, welas asih, sabar, dan penuh kasih. Mereka semua yang mengikuti Yesus di Zaman Kasih Karunia juga berusaha untuk sabar dan mengasihi dalam segala hal. Mereka tahan menderita dan tidak pernah melawan bahkan ketika dipukul, dikutuk, atau dirajam. Namun selama tahap terakhir, tidak bisa lagi seperti itu. Demikian juga, meskipun Roh Mereka adalah satu, pekerjaan Yesus dan Yahweh tidak sepenuhnya sama. Pekerjaan Yahweh bukan untuk mengakhiri sebuah zaman, melainkan untuk membimbing zaman, mengantar dalam kehidupan manusia di bumi. Namun, pekerjaan yang sekarang sedang dilakukan adalah menaklukkan mereka yang berada di negara-negara non-Yahudi yang telah dirusak sedemikian dalamnya, dan memimpin tidak hanya keluarga Tiongkok, tetapi juga seluruh alam semesta. Mungkin tampak bagimu bahwa pekerjaan ini hanya dilakukan di Tiongkok, tetapi sebenarnya pekerjaan ini sudah mulai meluas ke luar negeri. Mengapa orang asing dari waktu ke waktu mencari jalan yang benar? Itu karena Roh sudah mulai bekerja, dan firman yang sedang disampaikan sekarang ini ditujukan kepada orang-orang di seluruh alam semesta. Dengan ini, separuh pekerjaan sudah berjalan. Dari penciptaan dunia hingga saat ini, Roh Tuhan telah mengatur bergeraknya pekerjaan yang besar ini, dan terlebih lagi, telah melakukan pekerjaan berbeda di zaman yang berbeda dan di negara yang berbeda. Orang-orang di setiap zaman melihat watak-Nya yang berbeda, yang secara alami diungkapkan melalui pekerjaan berbeda yang Ia lakukan. Ia adalah Tuhan, penuh dengan belas kasih dan kasih setia. Ia adalah korban penghapus dosa bagi manusia dan gembala manusia; tetapi Ia juga penghakiman, hajaran, dan kutuk bagi manusia. Ia dapat memimpin manusia untuk hidup di bumi selama dua ribu tahun, dan Ia juga dapat menebus umat manusia yang rusak dari dosa. Pada zaman sekarang, Ia juga dapat menaklukkan umat manusia, yang tidak mengenal-Nya, dan membuat mereka sujud di bawah kekuasaan-Nya, sehingga semua orang akan tunduk kepada-Nya sepenuhnya. Pada akhirnya, Ia akan membakar semua yang najis dan tidak benar dalam diri manusia di seluruh alam semesta, untuk memperlihatkan kepada mereka bahwa Ia bukan hanya Tuhan yang pengampun dan penuh kasih, bukan hanya Tuhan yang penuh hikmat dan keajaiban, bukan hanya Tuhan yang kudus, tetapi terlebih lagi, Ia adalah Tuhan yang menghakimi manusia. Bagi orang-orang jahat di antara umat manusia, Ia adalah api yang membakar, penghakiman, dan hukuman. Bagi mereka yang akan disempurnakan, Ia adalah kesukaran, pemurnian, dan ujian, juga penghiburan, penghidupan, penyediaan firman, penanganan, dan pemangkasan. Bagi mereka yang akan dilenyapkan, Ia adalah hukuman dan juga ganjaran.

Lanjutkan membaca “Kedua Inkarnasi Melengkapi Makna Penting Inkarnasi (Kutipan II)”

Kedua Inkarnasi Melengkapi Makna Penting Inkarnasi (Kutipan I)

Apakah kamu tahu? Tuhan Yesus kembali! Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik tautan dan baca Firman Tuhan hari ini.

yesus mengetuk pintu

Setiap tahap pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan memiliki makna praktisnya sendiri. Saat itu, ketika Yesus datang, Ia adalah laki-laki, tetapi kali ini Ia adalah perempuan. Dari ini, engkau bisa melihat bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan demi pekerjaan-Nya, dan bagi-Nya tidak ada perbedaan gender. Ketika Roh-Nya datang, Ia dapat mengenakan jenis daging apa pun sekehendak-Nya dan daging tersebut dapat merepresentasikan diri-Nya. Entah laki-laki atau perempuan, daging itu dapat merepresentasikan Tuhan sejauh itu adalah daging inkarnasi-Nya. Jika Yesus menampakkan diri sebagai perempuan ketika Ia datang, dengan kata lain, jika seorang bayi perempuan, dan bukan bayi laki-laki, yang dikandung dari Roh Kudus, maka tahap pekerjaan itu akan sama saja diselesaikan. Jika kasusnya seperti demikian, maka pekerjaan di tahap sekarang akan diselesaikan oleh seorang laki-laki, tetapi pekerjaan itu sendiri akan sama saja diselesaikan. Pekerjaan yang dilakukan di setiap tahap sama-sama sangat penting. Tidak ada tahap pekerjaan yang diulangi, atau yang bertentangan satu dengan lainnya. Pada saat itu, Yesus dalam melakukan pekerjaan-Nya disebut “Putra tunggal”, dan “Putra” menyiratkan gender laki-laki. Lalu, mengapa Putra tunggal tidak disebutkan di tahap ini? Ini karena persyaratan dari pekerjaan ini mengharuskan adanya perubahan dalam gender, yang berbeda dengan gender Yesus. Bagi Tuhan tidak ada perbedaan gender. Ia melakukan pekerjaan-Nya seperti yang Ia inginkan dan dalam melakukan pekerjaan-Nya, Ia tidak tunduk pada pembatasan apa pun, tetapi terutama bebas. Namun, setiap tahap pekerjaan memiliki makna praktisnya sendiri. Tuhan menjadi daging dua kali, dan tidak diragukan lagi bahwa inkarnasi-Nya di akhir zaman adalah untuk yang terakhir kalinya. Ia telah datang untuk mengungkapkan semua perbuatan-Nya. Jika di tahap ini Ia tidak menjadi daging agar secara pribadi melakukan pekerjaan untuk disaksikan manusia, manusia akan selamanya berpegang pada gagasan bahwa Tuhan itu hanya laki-laki, dan bukan perempuan. Sebelum ini, semua manusia percaya bahwa Tuhan hanya bisa laki-laki dan bahwa seorang perempuan tidak dapat disebut Tuhan, karena semua manusia menganggap laki-laki memiliki otoritas atas perempuan. Mereka percaya bahwa tidak ada perempuan yang dapat memegang otoritas, tetapi hanya laki-laki. Terlebih lagi, mereka bahkan mengatakan bahwa laki-laki adalah kepala atas perempuan dan perempuan harus menaati laki-laki dan tidak boleh mengunggulinya. Di masa lalu, ketika dikatakan bahwa laki-laki adalah kepala perempuan, ini ditujukan kepada Adam dan Hawa yang telah teperdaya oleh ular, dan bukan ditujukan kepada laki-laki dan perempuan yang diciptakan Yahweh pada mulanya. Tentu saja, seorang perempuan harus menaati dan mengasihi suaminya, sebagaimana suami harus belajar untuk memberi makan dan menyokong keluarganya. Ini adalah hukum dan ketetapan yang Yahweh tetapkan untuk ditaati umat manusia dalam kehidupan mereka di bumi. Yahweh berkata kepada perempuan itu, “Engkau akan berahi kepada suamimu, dan ia akan memerintah atasmu.” Ia berkata demikian hanya agar umat manusia (yaitu, laki-laki dan perempuan) dapat menjalani kehidupan yang normal di bawah kekuasaan Yahweh, dan hanya agar kehidupan umat manusia memiliki sebuah struktur dan tidak melenceng dari tatanan yang semestinya. Oleh karena itulah, Yahweh membuat aturan yang tepat tentang bagaimana laki-laki dan perempuan seharusnya bertindak, tetapi ini hanya berkaitan dengan semua makhluk ciptaan yang hidup di bumi dan tidak ada kaitannya dengan daging inkarnasi Tuhan. Bagaimana mungkin Tuhan menjadi sama dengan ciptaan-Nya? Firman-Nya ditujukan hanya kepada umat manusia yang diciptakan-Nya. Agar umat manusia menjalani kehidupan yang normal, Ia menetapkan aturan untuk laki-laki dan perempuan. Pada mulanya, ketika Yahweh menciptakan umat manusia, Ia membuat dua jenis manusia, laki-laki dan perempuan; dan dengan demikian daging inkarnasi-Nya juga dibedakan menjadi laki-laki atau perempuan. Ia tidak memutuskan tentang pekerjaan-Nya berdasarkan firman yang Ia ucapkan kepada Adam dan Hawa. Dua kali Ia menjadi daging ditentukan sepenuhnya menurut pemikiran-Nya pada saat Ia pertama kali menciptakan umat manusia, artinya, Ia menyelesaikan pekerjaan dua inkarnasi-Nya berdasarkan pada laki-laki dan perempuan sebelum mereka dirusak. Jika manusia menggunakan firman yang diucapkan Yahweh kepada Adam dan Hawa yang telah teperdaya oleh ular dan menerapkan firman itu pada pekerjaan inkarnasi Tuhan, tidakkah Yesus juga harus mengasihi istri-Nya sebagaimana seharusnya? Jika demikian, akankah Tuhan tetap adalah Tuhan? Dan dengan demikian, akankah Ia tetap dapat menyelesaikan pekerjaan-Nya? Jika adalah salah bahwa daging inkarnasi Tuhan perempuan, bukankah kesalahan yang paling besar bagi Tuhan adalah telah menciptakan perempuan? Jika manusia masih percaya bahwa adalah keliru bagi Tuhan untuk berinkarnasi sebagai seorang perempuan, maka bukankah Yesus, yang tidak menikah dan karenanya tidak dapat mengasihi istri-Nya, adalah juga kekeliruan yang sama besarnya dengan inkarnasi di masa sekarang? Karena engkau menggunakan firman yang Yahweh ucapkan kepada Hawa untuk mengukur kebenaran inkarnasi Tuhan di masa sekarang, maka engkau harus menggunakan firman Yahweh kepada Adam untuk menilai Tuhan Yesus yang menjadi daging di Zaman Kasih Karunia. Bukankah keduanya sama? Karena engkau mengukur Tuhan Yesus menurut laki-laki yang belum teperdaya oleh ular, maka engkau tidak dapat menilai kebenaran inkarnasi di zaman sekarang menurut perempuan yang telah teperdaya oleh ular. Ini tentu tidak adil! Jika engkau membuat penilaian seperti ini, itu membuktikan bahwa engkau telah kehilangan akal sehatmu. Ketika Yahweh dua kali menjadi daging, gender dari daging-Nya terkait dengan laki-laki dan perempuan yang belum teperdaya oleh ular. Menurut laki-laki dan perempuan yang belum teperdaya oleh ularlah Ia dua kali menjadi daging. Jangan berpikir bahwa kelelakian Yesus sama seperti kelelakian Adam yang telah teperdaya oleh ular. Ia dan Adam sepenuhnya tidak terkait, dan keduanya adalah dua laki-laki dengan sifat yang berbeda. Tentunya tidak mungkin bahwa kelelakian Yesus membuktikan bahwa Ia hanyalah kepala atas semua perempuan dan bukan kepala atas semua laki-laki, bukan? Bukankah Ia adalah Raja atas semua orang Yahudi (termasuk laki-laki dan perempuan)? Ia adalah Tuhan itu sendiri, bukan hanya kepala atas perempuan tetapi kepala atas laki-laki juga. Ia adalah Tuhan atas semua makhluk dan kepala atas semua makhluk. Bagaimana mungkin engkau menentukan kelelakian Yesus sebagai simbol kepala atas perempuan? Apakah ini bukan penghujatan? Yesus adalah laki-laki yang tidak rusak. Ia adalah Tuhan. Ia adalah Kristus. Bagaimana mungkin Ia menjadi laki-laki seperti Adam yang telah rusak? Yesus adalah daging yang dikenakan oleh Roh Tuhan yang mahakudus. Bagaimana mungkin engkau mengatakan bahwa Ia adalah Tuhan yang memiliki kelelakian Adam? Jika demikian, bukankah semua pekerjaan Tuhan itu keliru? Apakah Yahweh bisa menyatukan ke dalam diri Yesus kelelakian Adam, yang telah teperdaya? Bukankah inkarnasi di masa sekarang merupakan contoh lain dari pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi, yang berbeda secara gender dengan Yesus namun yang seperti Dia secara sifat? Masih beranikah engkau mengatakan bahwa Tuhan yang berinkarnasi tidak mungkin perempuan karena perempuan adalah orang pertama yang teperdaya oleh ular? Masih beranikah engkau mengatakan bahwa karena perempuan adalah yang paling najis dan merupakan sumber kerusakan umat manusia, maka Tuhan tidak mungkin menjadi daging sebagai seorang perempuan? Beranikah engkau bersikukuh mengatakan bahwa “perempuan harus selalu menaati laki-laki dan tidak akan pernah memanifestasikan atau merepresentasikan Tuhan secara langsung?” Engkau tidak mengerti di masa lalu, tetapi dapatkah engkau sekarang terus saja menghujat pekerjaan Tuhan, terutama daging inkarnasi Tuhan? Jika engkau tidak mampu sepenuhnya memahami hal ini, paling baik engkau menjaga lidahmu, jika tidak kebodohan dan ketidaktahuanmu akan diungkapkan dan keburukanmu akan dibeberkan. Jangan berpikir engkau memahami segalanya. Aku katakan kepadamu bahwa semua yang telah engkau lihat dan alami tidak cukup bagimu untuk memahami bahkan seperseribu bagian saja dari rencana pengelolaan-Ku. Jadi mengapa engkau bertindak sedemikian sombongnya? Secuil bakat dan pengetahuan minimal yang engkau miliki tidak cukup untuk Yesus pakai bahkan dalam satu detik pun dari pekerjaan-Nya! Sebanyak apakah pengalamanmu sebenarnya? Apa yang telah engkau lihat, semua yang telah engkau dengar di sepanjang hidupmu, dan apa yang telah engkau bayangkan jauh lebih sedikit dibandingkan pekerjaan yang Aku lakukan sebentar saja! Engkau sebaiknya jangan suka mengecam dan mencari-cari kesalahan. Searogan apa pun dirimu, engkau hanya makhluk yang tidak lebih daripada seekor semut! Semua yang bisa engkau tahan dalam perutmu kurang dari apa yang dimiliki seekor semut di dalam tubuhnya! Jangan berpikir, hanya karena engkau telah memperoleh beberapa pengalaman dan senioritas, itu memberimu hak untuk menggerak-gerakkan tanganmu dengan pongah dan berbicara yang muluk-muluk. Bukankah pengalaman dan senioritasmu adalah hasil dari firman yang telah Kuucapkan? Apakah engkau menganggap bahwa engkau telah membeli semua itu melalui kerja keras dan usahamu sendiri? Sekarang ini, engkau melihat bahwa Aku telah menjadi daging, dan mengenai hal ini saja, engkau dipenuhi dengan konsep yang sedemikian kayanya dan telah mengumpulkan gagasan yang tak terhitung jumlahnya daripadanya. Jika bukan karena inkarnasi-Ku, bahkan seandainya engkau memiliki bakat yang luar biasa, engkau tidak akan memiliki begitu banyak konsep; dan bukankah dari konsep-konsep ini semua gagasanmu berasal? Jika Yesus tidak menjadi daging untuk pertama kalinya, apakah engkau bahkan akan mengetahui tentang inkarnasi? Bukankah karena inkarnasi yang pertama telah memberimu pengetahuan, sehingga engkau memiliki kelancangan untuk menilai inkarnasi yang kedua? Mengapa, alih-alih menjadi pengikut yang setia, engkau malah menjadikannya bahan penelitian? Ketika engkau telah masuk ke dalam aliran ini dan datang menghadap Tuhan yang berinkarnasi, apakah Ia akan mengizinkanmu untuk menjadikan ini sebagai bahan penelitianmu? Tidak apa-apa bagimu untuk mempelajari sejarah keluargamu sendiri, tetapi jika engkau mencoba untuk mempelajari “sejarah keluarga” Tuhan, apakah Tuhan zaman sekarang akan mengizinkanmu untuk melakukan penelitian semacam itu? Bukankah engkau buta? Bukankah yang engkau lakukan itu tercela?

Lanjutkan membaca “Kedua Inkarnasi Melengkapi Makna Penting Inkarnasi (Kutipan I)”