Tuhan Yesus lahir di kandang domba tidak ada tahu. Hanya dengan mencari suara Tuhan kita dapat menemukan jejak Tuhan. Mari kita temukan fakta kembalinya Tuhan Yesus dari nubuatan Alkitab.
Sekarang semua jenis bencana terjadi satu demi satu. Wabah mengamuk di seluruh dunia. Setiap hari ada sejumlah besar orang yang tewas dalam bencana dan banyak orang menjadi panik. Banyak orang percaya mengira bahwa ketika bencana terjadi, mereka harus berdoa kepada Tuhan secara intensif, untuk mengakui dosa-dosa mereka dan bertobat, sehingga mereka dapat dilindungi oleh Tuhan dalam bencana. Dapatkah berdoa kepada Tuhan dan mengakui dosa-dosa kita menjamin bahwa kita bisa mendapat perlindungan Tuhan dalam bencana? Mengapa beberapa orang berdoa kepada Tuhan dan mengakui dosa-dosa mereka, tetapi mereka masih tewas dalam bencana? Apakah yang bisa kita lakukan agar dilindungi oleh Tuhan? Selanjutnya kita akan mencari jawaban dalam kata-kata Tuhan Yesus.
Semua orang menginginkan nasib yang baik dan ingin menciptakan masa depan yang lebih baik dengan tangan mereka sendiri. Untuk mengubah nasib mereka dan mewujudkan nilai hidup mereka sendiri, banyak orang bekerja keras dan berjuang. Namun, bertahun-tahun bekerja keras selalu mengalami kemunduran dan kegagalan. Kesedihan, kesedihan, dan keputusasaan dalam hati …Kita hanya bisa merenung: Mengapa kita tidak dapat mewujudkan keinginan kita walau kita bekerja keras? Siapa yang berdaulat atas nasib manusia?
Tanda kedatangan yesus kedua kalinya memberi tahu kita bahwa Tuhan Yesus sudah kembali, dan hal yang paling penting bagi kita sekarang adalah mencari penampakan Tuhan!
Kita sekarang berada dalam fase terakhir dari akhir zaman, dan pada saat yang penting untuk menyambut Tuhan, ada perasaan yang semakin mendesak di hati orang-orang Kristen yang berdoa agar Tuhan Yesus datang kembali. Banyak orang dengan cemas menantikan Tuhan datang dengan awan, tetapi melihat bencana besar akan segera menimpa kita dan kita masih belum melihat Tuhan datang dengan awan. Mengapa demikian? Apakah kita telah menyimpang dalam menyambut kedatangan Tuhan? Ini membuat saya teringat dengan Tomas yang dicatatkan dalam Alkitab. Ketika Tuhan Yesus bekerja dalam daging, Tomas selalu penuh dengan keraguan, dan di dalam hatinya dia tidak percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus. Ketika Tomas mendengar bahwa Tuhan Yesus telah bangkit, dia masih tidak percaya, karena dia harus melihat tubuh rohani Tuhan dengan matanya sendiri sebelum dia percaya, dan pada akhirnya Tuhan menghakimnya dengan berfirman: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya: diberkatilah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yohanes 20:29). Kisah Tomas adalah peringatan bagi kita masing-masing yang merindukan kedatangan Tuhan. Jika kita hanya mengandalkan penglihatan mata kita, tetapi tidak mencari kebenaran dalam hal menyambut Tuhan, bukankah kita akan melakukan kesalahan yang sama seperti Tomas? Jika kita bertindak seperti itu, kita akan kehilangan kesempatan untuk diangkat sebelum bencana. Oleh karena itu, jelas bahwa jika kita ingin menyambut Tuhan, maka sangat penting bagi kita memahami akar penyebab mengapa Tomas gagal dalam imannya kepada Tuhan, lalu menghindari menempuh jalan yang salah seperti Tomas! Mari kita bersekutu dan menjelajahi masalah ini.
Alkitab mencatat bahwa ketika para murid memberi tahu Tomas berita tentang kebangkitan Tuhan Yesus, Tomas berkata: “Kecuali aku akan melihat di tangannya bekas paku, dan mencucukkan jariku ke dalam bekas paku, dan mencucukkan tanganku ke lambung-Nya, aku tidak akan percaya”(Yohanes 20:25). Yesus berkata kepadanya: “Tomas, karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya: diberkatilah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yohanes 20:29). Sebenarnya, selama Tomas mengikuti Tuhan Yesus, Dia tidak tahu bagaimana cara mendengar suara Tuhan. Tidak peduli seberapa tinggi atau bermanfaatnya khotbah Tuhan Yesus, Tomas tidak pernah mencari dalam firman Tuhan untuk menemukan apakah ia memiliki kebenaran atau apakah itu adalah suara Tuhan. Tidak peduli berapa tahun dia percaya pada Tuhan, dia masih tidak dapat mengenali identitas Tuhan Yesus, dan itulah sebabnya dia selalu meragukan identitas Tuhan dan tidak percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus; inilah akar penyebab mengapa Tomas gagal dalam imannya kepada Tuhan. Justru karena Tomas tidak tahu bagaimana mendengar suara Tuhan dan tidak yakin akan identitas Tuhan Yesus, ketika Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya sebelum penyaliban-Nya bahwa Dia akan bangkit setelah kematian-Nya, Thomas tidak percaya bahwa firman Tuhan akan tergenapi. Dan ketika dia mendengar murid-murid lain berkata bahwa Tuhan Yesus telah bangkit, tetap saja dia tidak percaya. Hanya ketika dia melihat tubuh rohani Tuhan Yesus yang telah bangkit menampakkan diri-Nya di depan matanya, barulah dia akhirnya percaya. Ketika Yesus menampakkan diri kepadanya dalam bentuk tubuh rohani-Nya setelah Dia bangkit, Thomas melihat tubuh rohani Tuhan dengan matanya sendiri dan menyentuh bekas paku di tubuh Tuhan Yesus, baru kemudian dia percaya bahwa Tuhan Yesus telah bangkit dan yakin bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus. Tapi saat itu sudah terlambat, dan kesudahan Tomas sudah ditentukan – dia telah kehilangan berkat Tuhan selama-lamanya.
Ribuan tahun yang lalu, Tuhan Yesus pernah berjanji kepada para pengikutnya untuk berkata, “Lihatlah, Aku segera datang.” (Wahyu 22:7). Selama dua ribu tahun, generasi demi generasi umat Kristen dengan penuh semangat untuk menantikan kedatangan Juruselamat untuk menyelamatkan manusia sepenuhnya. Saat ini, bencana seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, kelaparan, dan lainnya sering terjadi di seluruh dunia, dan konflik etnis terus meletus. Ini telah menggenapi nubuatan kedatangan Tuhan: “Gempa bumi akan terjadi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan dan kesulitan: inilah awal dari kesengsaraan” (Markus 13:8). Dapat dilihat bahwa tanda kedatangan Tuhan Yesus sudah muncul, dan hari kedatangan Tuhan telah tiba. Sebenarnya, Tuhan Yesus telah kembali, yaitu Kristus apda akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa! Ia telah berinkarnasi menjadi Anak Manusia dan menampakkan diri di Timur dunia, Tiongkok. Ia membuka zaman kerajaan, dan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimuali dari rumah Tuhan, serta menyempurnakan sekelompok pemenang sebelum bencana. Apakah Anda ingin memahami bagaimana Tuhan Yesus datang dan menampakkan diri untuk melakukan pekerjaan-Nya?
Apa renungan alkitab hari ini ? Kita semua berharap untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus. Saat ini, empat bulan darah telah muncul; gempa bumi, kelaparan, wabah, dan segala macam bencana lainnya menjadi semakin sering terjadi. Nubuat tentang kedatangan Tuhan yang kedua pada dasarnya telah digenapi. Dan ada banyak orang yang bersaksi secara umum bahwa Tuhan Yesus telah kembali. Banyak saudara dan saudari mulai renungan alkitab , karena Alkitab dengan jelas mengatakan:”Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, tidak juga malaikat di surga, maupun Anak, hanya Bapa-Ku yang di surga yang tahu.” (Matius 24:36). Bagaimana mereka yang bersaksi dapat mengetahui bahwa Tuhan telah kembali? Apakah Tuhan benar-benar kembali? Bagaimana kita bisa menyambut Tuhan? ” Ini adalah pertanyaan penting yang berhubungan dengan apakah kita dapat menyambut Tuhan. Mari kita menjelajahi bersama.
Renungan Alkitab Hari Ini : Apa Arti “Tentang hari dan saat itu, tidak ada orang yang tahu”?
Alkitab berkata, “Tentang hari dan saat itu, tidak ada orang yang tahu“. Berdasarkan ayat ini, beberapa saudara dan saudari percaya bahwa tidak seorang pun akan tahu kapan Tuhan kembali. Jadi, ketika mereka mendengar berita kedatangan Tuhan yang kedua, mereka tidak percaya atau tidak menyelidikinya. Jika kita bertindak seperti mereka, kapan kita akan menyambut kedatangan Tuhan yang kedua? Tuhan Yesus bernubuat: “Dan pada tengah malam terdengar teriakan, ‘Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya’” (Matius 25:6). “Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku” (Wahyu 3:20). Kita dapat belajar dari ayat-ayat ini bahwa Tuhan akan mengetuk pintu hati kita dengan kata-kata-Nya ketika Dia kembali pada akhir zaman, dan bahwa seseorang akan berteriak bahwa mempelai laki-laki telah datang. Hanya dengan menjadi seorang gadis yang bijaksana, fokus pada mendengarkan suara Tuhan dan mengambil inisiatif untuk pergi menyambut Dia, kita dapat menghadiri pesta pernikahan Anak Domba. Karena akan ada orang yang berteriak bahwa Tuhan telah datang, maka jelaslah bahwa ketika Tuhan kembali, Dia pasti akan memberi tahu kita. Jika kita tidak mencari atau menyelidiki secara aktif, kita juga tidak mendengarkan suara Tuhan, bagaimana kita dapat menyambut mempelai laki-laki? Selain itu, kembalinya Tuhan adalah untuk keselamatan umat manusia, jika tidak ada yang mengetahui kabar kedatangan-Nya, bagaimana kita bisa memperoleh keselamatan dari Tuhan yang kembali? Jelas bahwa sudut pandang bahwa tidak ada yang akan tahu kapan Tuhan kembali tidak dapat dipertahankan.
Lalu bagaimana kita memahami ayat “Tentang hari dan saat itu, tidak ada orang yang tahu“? Mari kita baca ayat ini bersama dengan ayat-ayat sebelumnya. “Sekarang, pelajarilah perumpamaan tentang pohon ara; Ketika rantingnya melunak, dan mengeluarkan daun, kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat: Demikian juga kamu, ketika kamu akan melihat semua hal ini, tahu bahwa itu sudah dekat, bahkan di depan pintu. Sungguh Aku katakan kepadamu, generasi ini pasti tidak akan berlalu sampai semua hal ini terjadi. Langit dan bumi akan berakhir, tapi firman-Ku tidak akan berakhir. Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, tidak juga malaikat di surga, hanya Bapa-Ku yang di sorga yang tahu” (Matius 24:32-36). Ayat-ayat ini berbicara tentang tanda kedatangan Tuhan yang kedua, dan “itu sudah dekat, bahkan di depan pintu” mengacu pada kedatangan Anak Manusia. Anak manusia mengacu kepada inkarnasi Tuhan dan tubuh rohani Tuhan tidak dapat disebut Anak Manusia. Hanya ketika Roh Tuhan secara praktis melakukan pekerjaan-Nya dalam kemanusiaan normal di antara manusia maka Dia bisa disebut Anak Manusia, sama seperti Tuhan Yesus. Dan karena inilah Dia akan menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh generasi ini, yang menggenapi kata-kata Tuhan Yesus: “Karena itu hendaklah engkau berjaga-jaga: sebab Anak Manusia akan datang pada waktu yang tidak engkau duga” (Matius 24:44). “Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini” (Lukas 17:24-25). Oleh karena itu, “Tentang hari dan saat itu, tidak ada orang yang tahu” menunjukkan bahwa tidak ada yang tahu waktu dan hari yang pasti ketika Anak Manusia turun untuk bekerja, tetapi itu tidak berarti bahwa tidak seorang pun akan tahu kapan Tuhan kembali datang dan melakukan pekerjaan-Nya. Mari kita membaca satu bagian dari firman Tuhan sehingga kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang ayat ini.
Tuhan berfirman: “Pada waktu fajar menyingsing, tanpa sepengetahuan siapa pun, Tuhan datang ke bumi dan memulai kehidupan-Nya dalam rupa manusia. Manusia tidak menyadari momen ini. Mungkin mereka semua sedang tertidur pulas, mungkin banyak yang terjaga dengan waspada sambil menunggu, dan mungkin banyak yang sedang berdoa dalam hati kepada Tuhan yang di surga. Namun di antara sekian banyak orang ini, tidak seorang pun mengetahui bahwa Tuhan telah tiba di bumi.” “Pada mulanya, waktu Yesus belum secara resmi melakukan pelayanan-Nya, seperti murid-murid yang mengikuti-Nya, kadang-kadang Yesus juga menghadiri pertemuan ibadah, dan menyanyikan lagu pujian, memuji, dan membaca Perjanjian Lama dalam Bait Suci. Setelah Dia dibaptis dan keluar dari air, Roh secara resmi turun ke atas-Nya dan mulai bekerja, menyingkapkan identitas-Nya dan pelayanan yang harus dilakukan-Nya. Sebelum ini, tidak ada seorang pun yang mengetahui identitasnya, selain Maria, bahkan Yohanes pun tidak. Yesus berusia 29 tahun pada waktu dibaptis. Setelah pembaptisan-Nya selesai, surga terbuka, dan sebuah suara berkata: ‘Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.’ Setelah Yesus dibaptis, Roh Kudus mulai memberikan kesaksian tentang Dia dengan cara ini. Sebelum dibaptis pada usia 29 tahun, Dia menjalani hidup manusia biasa, makan pada waktu makan, tidur dan berpakaian secara normal, dan tak ada sesuatu dalam diri-Nya yang berbeda dengan orang lain. Tentunya hal ini hanyalah di mata manusia yang bersifat daging … Alkitab tidak mencatat apa yang Dia lakukan sebelum Dia dibaptis karena Dia tidak melakukan pekerjaan ini sebelum Dia dibaptis. Dia hanyalah manusia biasa, dan merepresentasikan manusia biasa. Sebelum Yesus memulai pelayanan-Nya, Dia tidak ada bedanya dengan orang biasa, dan orang lain tidak dapat melihat perbedaan dalam diri-Nya. Baru setelah mencapai usia 29 tahun, Yesus menyadari bahwa Dia datang untuk menyelesaikan suatu tahap pekerjaan Tuhan. Sebelumnya, Dia sendiri tidak mengetahuinya, sebab pekerjaan yang dilakukan Tuhan tidaklah supernatural.“
Dari kata-kata Tuhan ini, kita dapat melihat bahwa saat ketika Tuhan menjadi manusia dan turun ke bumi tidak diketahui oleh siapa pun, bahkan Anak Manusia itu sendiri juga tidak tahu, tetapi hanya Roh di surga yang tahu. Baru setelah Tuhan mulai melakukan pekerjaan-Nya, Roh Kudus akan memberikan kesaksian tentang pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi, dan para pengikut Tuhan akan menyebarkan Injil-Nya, dan dengan cara ini identitas-Nya secara bertahap akan diketahui semua orang. Persis seperti ketika Tuhan Yahweh menggunakan para nabi untuk menyatakan kedatangan Mesias, tidak seorang pun kecuali Tuhan Yahweh yang tahu bagaimana atau kapan Mesias akan datang. Pada awalnya, ketika Tuhan Yesus menjadi manusia untuk melakukan pekerjaan-Nya, Dia tidak tahu bahwa Dia adalah Mesias yang akan melakukan pekerjaan penebusan. Dia menjalani kehidupan normal di bumi seperti yang dilakukan orang biasa sebelum Dia mulai melakukan pelayanan-Nya, dan pada awalnya tidak ada yang tahu bahwa Dia adalah Kristus, Tuhan yang berinkarnasi itu sendiri. Namun, setelah Tuhan Yesus dibaptis, Roh Kudus mulai memberikan kesaksian kepada-Nya dan Tuhan Yesus mulai menyebarkan jalan pertobatan kepada manusia, melakukan mukjizat, menyembuhkan orang sakit, dan mengusir roh-roh jahat, dan setelah itu beberapa orang datang untuk mengenali bahwa Dia adalah Mesias. Mereka yang pertama kali menerima pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, sama seperti Petrus, Yohanes dan yang lainnya, mulai menyebarkan Injil Tuhan ke mana pun mereka pergi. Dengan cara ini, semakin banyak orang mengetahui keselamatan Tuhan dan Injil Tuhan Yesus telah turun dari generasi ke generasi hingga saat ini, dan ada banyak orang percaya kepada Tuhan Yesus di seluruh dunia. Kita semua percaya kepada Tuhan melalui mendengarkan orang lain mengkhotbahkan Injil salib. Sama seperti yang dikatakan oleh Alkitab, “Demikianlah iman datang dengan mendengar, dan mendengar firman Tuhan” (Roma 10:17) Demikian pula, ketika Tuhan kembali muncul dan melakukan pekerjaan-Nya di akhir zaman, Dia akan membiarkan beberapa orang mengetahuinya terlebih dahulu dan kemudian meminta mereka menyebarkan kabar baik tentang kedatangan kembali-Nya ke mana-mana. Jadi, jika kita hanya duduk dan menunggu kematian, dan menolak untuk menyelidiki pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, maka kemungkinan besar kita akan kehilangan keselamatan Tuhan. Ini seperti bagaimana orang-orang Farisi dan para pengikut mereka—orang-orang Yahudi yang beriman itu—menegakkan anggapan bahwa “karena Tuhan Yesus tidak disebut Mesias dan tidak dilahirkan di istana kerajaan, Ia bukanlah Pribadi yang dinubuatkan untuk datang,” jadi, meskipun Tuhan Yesus telah mengungkapkan banyak kebenaran untuk menyediakan kehidupan manusia dan melakukan banyak mukjizat, dan sepenuhnya menunjukkan otoritas dan kuasa Tuhan, mereka masih menolak untuk menyelidiki, dan akhirnya mereka disingkirkan dan dihilangkan oleh Tuhan.
Renungan Alkitab Hari Ini : Ketika Kita Mendengar Berita tentang Kedatangan Kembali Tuhan Yesus, Bagaimana Kita Dapat Menilai Apakah Itu Benar atau Salah?
Bagaimana kita dapat mengetahui apakah yang dikhotbahkan orang lain adalah jalan yang benar? Berkenaan dengan masalah ini, mari kita ingat bagaimana orang-orang pada waktu itu mengakui Tuhan Yesus sebagai Mesias setelah Tuhan Yesus dibangkitkan dan naik ke surga. Meskipun mereka tidak melihat Tuhan Yesus secara berhadapan muka atau mendengar Dia berkhotbah dengan telinga mereka sendiri seperti yang dilakukan oleh murid-murid Tuhan Yesus, Petrus dan Yohanes, mereka percaya kepada Tuhan setelah mendengar orang lain berkhotbah tentang apa yang telah dilakukan Tuhan Yesus, seperti membangkitkan orang kembali dari kematian, menenangkan angin dan ombak, dan memberi makan 5.000 orang dengan lima roti dan dua ikan dan mukjizat lainnya, dan bahwa Dia telah mengungkapkan banyak kebenaran untuk mengajar orang untuk mengakui dosa-dosa mereka dan bertobat, mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan jiwa mereka, mengasihi sesama mereka seperti diri mereka sendiri, dan memikul salib untuk mengikuti-Nya, dll. Dari ini, mereka melihat bahwa pekerjaan Tuhan Yesus membawa otoritas dan kuasa, yang tidak dapat dilakukan oleh siapapun, dan bahwa kata-kata Tuhan Yesus semuanya adalah kebenaran yang dapat menunjukkan kepada mereka jalan praktik dan apa yang mereka butuhkan untuk menjalani kemanusiaan yang normal. Tidak ada manusia yang bisa mengungkapkan kata-kata seperti itu. Dan mereka juga merasakan bahwa selama mereka menerapkan menurut kata-kata Tuhan Yesus, mereka dapat mengalami kedamaian dan sukacita. Jadi, mereka mengenali Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dan mengikuti-Nya. Demikian juga, kita menerima keselamatan Tuhan setelah memastikan bahwa Tuhan sendirilah yang mengungkapkan kebenaran ini dan melakukan pekerjaan itu, dan bahwa semua yang Dia lakukan adalah demi keselamatan kita. Karena itu, tidak sulit untuk mengetahui apakah itu penampakan dan pekerjaan Tuhan Yesus yang kembali. Kuncinya adalah untuk melihat apakah itu adalah pekerjaan penyelamatan umat manusia dan apakah kata-kata yang Dia ungkapkan adalah kebenaran yang dapat menyelamatkan manusia, karena penampakan dan pekerjaan Tuhan itu bermakna dan semuanya adalah demi untuk keselamatan manusia.
Tuhan Yesus telah mengucapkan beberapa nubuat mengenai pekerjaan yang akan Dia lakukan ketika Dia kembali: “Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu” (Yohanes 16:12-13). “Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman” (Yohanes 12:48). Dan Alkitab juga mencatat: “Kuduskanlah mereka melalui kebenaran-Mu: Firman-Mu adalah kebenaran” (Yohanes 17:17). “Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan: dan jika itu pertama kali dimulai pada kita, apakah kesudahan dari mereka yang tidak menaati Injil Tuhan?” (1 Petrus 4:17).Ayat-ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa ketika Tuhan Yesus kembali, Dia akan mendasarkan tingkat pertumbuhan kita, untuk mengungkapkan kebenaran yang lebih banyak dan lebih tinggi daripada yang diungkapkan pada Zaman Kasih Karunia. Dia akan menghakimi dan menyucikan kita dengan firman-Nya, memungkinkan kita untuk lepas dari ikatan dosa dan dimurnikan dan diubah. Jadi, ketika kita mendengar seseorang membagikan berita tentang kedatangan kembali Tuhan Yesus, kita seharusnya tidak menolaknya secara membabi buta, tetapi hendaknya mencari dengan hati terbuka dan bertanya kepada para pengkhotbah Injil tentang pekerjaan apa yang dilakukan Tuhan Yesus yang kembali dan kata-kata apa yang Dia ungkapkan. Jika apa yang mereka khotbahkan sesuai dengan nubuat Tuhan, kita dapat memastikan bahwa Tuhan Yesus telah benar-benar kembali, menampakkan diri dan melakukan pekerjaan-Nya, dan kemudian kita harus menerima dan menaati-Nya sehingga kita dapat menyambut Tuhan. Seperti yang firman Tuhan katakan: “Karena Tuhan menjadi daging, Ia akan melaksanakan pekerjaan yang harus Ia lakukan, dan karena Tuhan menjadi daging, Ia akan mengungkapkan siapa Dia, dan akan dapat membawa kebenaran kepada manusia, menganugerahkan hidup kepada manusia, dan menunjukkan jalan kepada manusia.” “Oleh karena inilah, berhubung kita sedang mencari jejak langkah Tuhan, maka kita pun harus mencari kehendak Tuhan, firman Tuhan, perkataan Tuhan—sebab, di mana pun ada firman baru yang diucapkan Tuhan, suara Tuhan ada di sana, dan di mana pun ada langkah kaki Tuhan, perbuatan Tuhan juga ada di sana. Di mana pun ada pengungkapan Tuhan, di sanalah Tuhan menampakkan diri, dan di mana pun Tuhan menampakkan diri, di situlah kebenaran, dan jalan, dan hidup ada. Dalam mencari jejak langkah Tuhan, engkau sekalian telah mengabaikan firman yang mengatakan bahwa “Tuhan adalah kebenaran, dan jalan, dan hidup.” Itulah sebabnya, banyak orang, bahkan pada saat mereka menerima kebenaran, tidak percaya bahwa mereka telah menemukan jejak langkah Tuhan, apalagi mengakui penampakan Tuhan. Ini kesalahan yang sangat fatal!“
Hanya Gereja Tuhan Yang Mahakuasa sekarang bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah kembali, dan bahwa Dia telah mengungkapkan banyak kebenaran dan sedang melakukan pekerjaan penghakiman dan penyucian. Mayoritas kata-kata yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa dicatat dalam buku “Firman Tuhan Menampakkan Diri Dalam Rupa Manusia”. Saudara dan saudari yang telah membaca buku ini semuanya tahu bahwa buku ini lebih tebal daripada Alkitab, dan bahwa daftar isi saja lebih dari 10 halaman. Buku ini berisi banyak bab, seperti: “Misteri Inkarnasi,” “Tentang Alkitab,” “Tujuan Mengelola Umat Manusia,” “Engkau Seharusnya Tahu Bagaimana Seluruh Umat Manusia Telah Berkembang Hingga Hari Ini,” “Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia,” “Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran,” “Cara Mengenal Tuhan yang di Bumi,” “Memulihkan Kehidupan Normal Manusia dan Membawanya ke Tempat Tujuan yang Mengagumkan,” “Tentang Tempat Tujuan.” Firman Tuhan Yang Mahakuasa dengan jelas menerangkan berbagai aspek kebenaran, seperti misteri inkarnasi Tuhan, kebenaran sesungguhnya di balik Alkitab, rencana pengelolaan enam ribu tahun umat manusia oleh Tuhan, perbedaan antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia, bagaimana Tuhan menghakimi dan menyucikan manusia, bagaimana Dia menentukan tujuan dan akhir untuk setiap jenis orang, bagaimana umat manusia harus mengenal Tuhan, dan sebagainya. Kebenaran-kebenaran ini adalah semua misteri tentang pekerjaan Tuhan sendiri, dan tidak dapat diungkapkan oleh siapa pun.
Jadi, apa tugas paling mendesak sebelum kita sekarang? Dikatakan dalam pasal 3 ayat 20 Wahyu: “Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku” Ketika kita mendengar beberapa orang bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah kembali untuk mengucapkan kata-kata, kita harus fokus pada mendengar suara Tuhan, mencari dan melihat apakah itu penampakan dan pekerjaan Tuhan dan apakah kata-kata ini adalah kata-kata yang diucapkan kepada semua gereja oleh Roh Kudus. Hanya dengan demikianlah, kita dapat memastikan apakah Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang kembali. Selama kita memiliki hati yang mencari, Tuhan akan menuntun kita untuk menyambut-Nya.
Catatan Editor:
Terima kasih atas perhatian Anda pada blog saya! Sekarang nubuat kedatangan Tuhan Yesus telah digenapi, itu adalah waktu yang sangat penting untuk menyambut Tuhan Yesus, bagaimana kita dapat menyambut Tuhan dan dapat diangkat ke kerajaan surga? Jika Anda mengalami masalah dan kebingungan dalam iman dan kehidupan, silakan Anda untuk berdiskusi dan berkomunikasi dengan kita melalui Messenger.
Jawaban: Manusia pikir jika percaya Tuhan, bekerja keras untuk-Nya, dan menantikan kedatangan-Nya yang kedua, saat Tuhan datang kembali Dia akan memberikan wahyu kepada mereka. Ini gagasan dan imajinasi manusia tidak sesuai fakta pekerjaan Tuhan. Farisi Yahudi mengarungi lautan dan menjelajah daratan menyebarkan jalan Tuhan. Apakah Tuhan Yesus pernah memberi mereka wahyu saat Ia datang? Begitu pun murid-murid yang mengikuti Tuhan Yesus, siapa di antara mereka yang mengikuti Tuhan Yesus karena mereka telah diberi wahyu? Tidak satu pun! Kau mungkin berpendapat Petrus menerima wahyu Tuhan dan mengakui bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, Anak Tuhan, tetapi itu setelah Petrus mengikuti Tuhan Yesus beberapa waktu lamanya dan telah mendengar Dia berkhotbah dan punya pengetahuan tentang Dia di dalam hatinya. Baru dia menerima wahyu dari Roh Kudus dan mampu mengenali identitas asli Tuhan Yesus. Tentu saja Petrus tidak menerima wahyu sebelum mengikuti Tuhan Yesus, ini fakta. Mereka yang mengikuti Tuhan Yesus hanya dapat mengenali bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias setelah mendengar Dia berkhotbah selama beberapa waktu. Mereka tidak mengikuti-Nya karena menerima wahyu yang membuat mereka mengenali Tuhan Yesus. Di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa turun secara rahasia untuk melakukan pekerjaan penghakiman. Jutaan orang menerima dan mengikuti Tuhan Yang Mahakuasa, tapi tidak satu pun dari mereka melakukannya karena menerima pewahyuan dari Roh Kudus. Kita mengikuti Tuhan Yang Mahakuasa karena kita mengenali suara Tuhan lewat firman Tuhan Yang Mahakuasa dan persekutuan kebenaran. Fakta-fakta ini membuktikan saat Tuhan berinkarnasi untuk pekerjaan-Nya, Dia tidak memberi wahyu kepada siapa pun untuk percaya dan mengikuti-Nya. Belum lagi, di akhir zaman Tuhan mengungkapkan kebenaran untuk pekerjaan penghakiman. Perkataan Tuhan tentang firman-Nya adalah karya-Nya di akhir zaman. Semua bisa mendengar suara Tuhan. Khotbah Tuhan di akhir zaman pertama kali diucapkan sejak Tuhan menciptakan dunia bahwa Tuhan menyatakan firman-Nya kepada seluruh umat manusia. Dalam Wahyu, Tuhan berkali-kali berfirman “Barangsiapa bertelinga, hendaklah dia mendengar apa yang dikatakan Roh pada gereja-gereja.” Di akhir zaman, Tuhan mengutarakan firman-Nya dan pengungkapkan kebenaran untuk menemukan domba-domba-Nya. Domba-domba Tuhan dapat mendengar suara Tuhan. Semua yang mendengar dan memahami suara Tuhan adalah domba Tuhan, mereka gadis bijaksana. Mereka yang tidak mengerti suara Tuhan harus menjadi gadis-gadis bodoh. Jadi semua manusia dibedakan ke dalam jenisnya. Ini menunjukkan betapa bijaksana dan adilnya Tuhan!
Tuhan mengungkapkan begitu banyak firman-Nya, begitu banyak suara-Nya. Jika kita masih tidak mendengar dan mengenali-Nya, bukankah kita hanyalah gadis-gadis bodoh? Dari setiap denominasi, ada beberapa orang percaya yang telah mendengar suara Tuhan dan kembali kepada-Nya. Bukankah ini adalah harta yang “dicuri”? Tuhan turun secara rahasia untuk merebut kembali harta ini, membuat penakluk dari mereka yang pertama kali diangkat ke hadapan takhta Tuhan sebelum malapetaka. Mereka yang menunggu wahyu Tuhan secara pasif tetapi gagal mengenali suara Tuhan dalam firman yang Dia ungkapkan, artinya mereka tidak mencintai kebenaran, tidak mengenal Tuhan, dan pastinya bukan domba Tuhan. Secara alami, inilah orang-orang yang dibuang dan dibinasakan Tuhan. Seperti yang Tuhan Yesus katakan kepada Thomas: “Karena melihat Aku, maka engkau percaya: diberkatilah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yohanes 20:29). Tuhan Yesus berkata sejak dulu: “Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku” (Yoh. 10:27). “Lihatlah, Aku berdiri di pintu mengetuk: kalau ada yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu, Aku akan masuk menemuinya, makan bersamanya, dan dia akan bersama-sama Aku” (Wahyu 3:20). hikmat Tuhan terlihat jelas di sini. Jika Tuhan memberi manusia wahyu supaya mereka percaya kepada-Nya, mengapa Tuhan mengatakan domba-domba Tuhan mendengar-Nya? Bukankah itu bertentangan? Tuhan menentukan apakah seseorang berasal dari Tuhan berdasarkan apa mereka mengenali suara Tuhan. Ini keadilan dan kebenaran Tuhan. Seperti yang kamu lihat, mereka yang tidak menerima wahyu Tuhan namun tetap mengenali suara Tuhan dan langsung menerima Tuhan Yang Mahakuasa adalah orang yang sungguh terberkati. Jadi, mempelajari jalan yang benar, menerima wahyu Tuhan itu tidak penting, kuncinya apakah kamu mengenali suara Tuhan dalam firman Tuhan yang Mahakuasa. Mereka yang sadar firman Tuhan adalah kebenaran dan menerima Tuhan, adalah orang percaya sejati, pencinta kebenaran yang haus akan penampakan Tuhan. Jika manusia hanya menunggu untuk menerima wahyu Tuhan, sulit untuk mengatakan jika orang ini adalah pecinta sejati kebenaran dan mengenal suara Tuhan. Jadi mereka yang menerima kedatangan Tuhan melakukannya dengan mendengar suara-Nya dan mengakui bahwa firman-Nya kebenaran. Mereka menerima Tuhan dan pekerjaan-Nya. Hanya mereka itu yang benar-benar diangkat ke hadapan Tuhan. Jika seseorang hanya menunggu wahyu Tuhan, tetapi lupa mempelajari firman yang Roh Kudus katakan kepada semua jemaat, maka mereka telah dibinasakan dan dibuang oleh pekerjaan Tuhan, meratap dan mengertakkan gigi saat terperangkap dalam malapetaka.
Dikutip dari naskah film “Dua Ribu Ribu Tahun Lalu”
Apakah Anda mengharapkan kedatangan kembali Tuhan Yesus? Sini ada cara-cara untuk menyambut kedatangan kembali Tuhan, cara untuk menyucikan dosa dan masuk ke kerajaan surga, dan juga ada kesaksian tentang bersatu kembali dengan Tuhan Yesus … Konten-konten yang lebih rinci hanya tersedia di situs web Belajar Alkitab. Klik tautan untuk membaca Alkitab secara online.
Firman Tuhan adalah kebenaran, jalan, dan kehidupan. Apakah Anda ingin memahami kebenaran dan mendapatkan kehidupan?
Pekerjaan Tuhan terus maju, dan meskipun tujuan pekerjaan-Nya tetap tak berubah, Caranya Dia bekerja selalu berubah-ubah, maka demikian juga halnya dengan orang-orang yang mengikuti Tuhan. Semakin banyak pekerjaan Tuhan, semakin sempurna manusia mengenal Tuhan, dan watak manusia ikut berubah seiring dengan pekerjaan-Nya. Kendati demikian, karena pekerjaan Tuhan selalu berubah, mereka yang tidak mengetahui pekerjaan Roh Kudus dan orang-orang absurd yang tidak mengetahui kebenaran menjadi lawan-lawan Tuhan. Tidak pernah pekerjaan Tuhan selaras dengan konsepsi-konsepsi manusia, sebab pekerjaan-Nya selalu baru dan tak pernah usang. Tidak pernah Tuhan mengulangi pekerjaan yang dahulu, tetapi terus maju untuk melakukan pekerjaan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Karena Tuhan tidak mengulangi pekerjaan-Nya dan karena manusia senantiasa menghakimi pekerjaan Tuhan saat ini berdasarkan pekerjaan-Nya di masa lalu, sangatlah sulit bagi Tuhan untuk melakukan setiap tahap pekerjaan zaman yang baru. Manusia menyebabkan terlalu banyak hambatan! Pemikiran manusia terlalu picik! Tidak seorang pun mengerti pekerjaan Tuhan, tetapi mereka semua mendefinisikan pekerjaan tersebut. Di luar Tuhan, manusia kehilangan kehidupan, kebenaran, dan berkat-berkat Tuhan, tetapi manusia tidak mau menerima kebenaran maupun kehidupan, apalagi berkat-berkat yang lebih besar yang Tuhan karuniakan atas umat manusia. Semua manusia berharap untuk dapat meraih Tuhan, tetapi tidak mampu menoleransi perubahan apa pun dalam pekerjaan Tuhan. Mereka yang tidak menerima pekerjaan Tuhan yang baru meyakini bahwa pekerjaan Tuhan tidak berubah, dan bahwa pekerjaan Tuhan selamanya tetap begitu-begitu saja. Dalam keyakinan mereka, satu-satunya yang diperlukan untuk mendapat keselamatan kekal dari Tuhan adalah menaati hukum Taurat, dan selama mereka bertobat dan mengakui dosa-dosa mereka, hati Tuhan akan dpuaskan selamanya. Mereka berpendapat bahwa Tuhan hanya bisa menjadi Tuhan di bawah hukum Taurat dan Tuhan yang terpaku di kayu salib bagi manusia. Pendapat mereka jugalah bahwa Tuhan tidak boleh dan tidak bisa melampaui Alkitab. Justru pendapat-pendapat inilah yang telah membelenggu mereka erat-erat pada hukum Taurat masa lalu dan membuat mereka tetap terkekang oleh peraturan-peraturan yang kaku. Bahkan lebih banyak orang percaya bahwa apa pun pekerjaan Tuhan yang baru, pekerjaan itu harus didukung oleh nubuat-nubuat, dan bahwa dalam setiap tahap pekerjaan seperti itu, mereka semua yang mengikuti-Nya dengan hati yang benar pasti mendapat pewahyuan juga, jika tidak, pekerjaan itu tak mungkin berasal dari Tuhan. Untuk dapat mengenal Tuhan bukan tugas yang mudah bagi manusia. Ditambah dengan hati manusia yang absurd dan sifat pemberontaknya yang mementingkan diri sendiri dan pongah, maka semakin sulitlah bagi manusia untuk menerima pekerjaan Tuhan yang baru. Manusia tidak menyelidiki pekerjaan Tuhan yang baru secara saksama maupun menerimanya dengan kerendahan hati. Sebaliknya, manusia malah menunjukkan sikap menghina, menantikan pewahyuan dan bimbingan Tuhan. Bukankah ini perilaku manusia yang memberontak dan melawan Tuhan? Bagaimana manusia seperti ini bisa mendapat perkenan Tuhan?
Pertanyaan 8: Tentang orang-orang yang sudah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan Yesus dan berkorban bagi-Nya seumur hidup, jika mereka tidak menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, mereka sungguh tidak akan dapat diangkat ke Kerajaan Surga? Jawaban:
Sekarang adalah saat yang krusial untuk kedatangan Tuhan Yesus, kita harus mempersiapkan kedatangan Tuhan agar kita dapat menyambut Tuhan Yesus.
Pertanyaan 3: Engkau berkata bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali; jadi, mengapa kami belum melihat Dia? Melihat barulah percaya, kabar angin tidaklah dapat diandalkan. Jika kami belum melihat Dia, itu pasti berarti bahwa Dia belum datang kembali; Aku akan percaya kalau aku melihat Dia. Engkau berkata bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali; jadi, di manakah Dia sekarang? Pekerjaan apa yang sedang dilakukan-Nya? Firman apa yang telah Tuhan katakan? Aku akan percaya setelah engkau mampu menjelaskan hal-hal ini melalui kesaksianmu.
Pertanyaan 1: Tuhan berjanji bahwa Dia akan datang lagi membawa kita ke dalam kerajaan surga, namun kalian bersaksi bahwa Tuhan telah berinkarnasi untuk melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman. Alkitab dengan jelas menubuatkan Tuhan turun di atas awan dengan kuasa dan kemuliaan yang besar. Kesaksian kalian sangat berbeda, Tuhan telah berinkarnasi dan secara rahasia datang di antara manusia.