Apa yang dimaksud dengan doa yang benar?

Orang Kristen harus membaca beberapa kata-kata Tuhan setiap hari, membagikan firman Tuhan hari ini dengan Anda

Firman Tuhan yang Relevan:

Apa artinya sungguh-sungguh berdoa? Itu berarti mengucapkan kata-kata di dalam hatimu kepada Tuhan, dan bersekutu dengan Tuhan setelah memahami kehendak-Nya dan berdasarkan firman-Nya; itu berarti merasa sangat dekat dengan Tuhan, merasa bahwa Dia ada di depanmu, dan bahwa ada sesuatu yang akan engkau katakan kepada-Nya; dan itu berarti menjadi sangat bahagia di dalam hatimu, dan merasa bahwa Tuhan itu sangat indah. Engkau akan merasa sangat terinspirasi, dan setelah mendengar kata-katamu, saudara-saudarimu akan merasa bersyukur, mereka akan merasa bahwa yang engkau ucapkan adalah kata-kata di dalam hati mereka, kata-kata yang ingin mereka ucapkan, dan bahwa apa yang engkau katakan mewakili apa yang akan mereka katakan. Inilah arti sungguh-sungguh berdoa. Setelah engkau sungguh-sungguh berdoa, di dalam hatimu engkau akan merasa damai, dan bersyukur; kekuatan untuk mengasihi Tuhan akan bangkit, dan engkau akan merasa bahwa tidak ada apa pun di seluruh hidupmu yang lebih berharga atau penting daripada mengasihi Tuhan—dan semua ini akan membuktikan bahwa doamu sudah efektif.

Dikutip dari “Tentang Penerapan Doa”

Standar terendah yang Tuhan tuntut dari manusia adalah mereka dapat membuka hati mereka kepada-Nya. Jika manusia memberikan isi hatinya yang sesungguhnya kepada Tuhan dan mengatakan yang sebenarnya ada dalam hatinya kepada Tuhan, Tuhan bersedia bekerja di dalam diri manusia; Tuhan tidak menginginkan hati manusia yang bengkok, melainkan hati yang murni dan tulus. Jika manusia tidak sungguh-sungguh menyampaikan isi hatinya kepada Tuhan, Tuhan tidak menjamah hati manusia, atau bekerja di dalam dirinya. Dengan demikian, hal yang paling penting dalam berdoa adalah mengucapkan isi hatimu yang tulus kepada Tuhan, memberi tahu Tuhan tentang kelemahan atau watak pemberontakmu dan sepenuhnya membuka dirimu kepada Tuhan. Hanya setelah itu Tuhan akan tertarik pada doa-doamu; jika tidak, Tuhan akan menyembunyikan wajah-Nya darimu.

Dikutip dari “Tentang Penerapan Doa”

Terkadang, berpaling kepada Tuhan tidak berarti meminta Tuhan untuk melakukan sesuatu menggunakan perkataan tertentu, atau meminta bimbingan atau perlindungan tertentu kepada-Nya. Sebaliknya, ketika orang menemukan suatu masalah, mereka dapat memanggil Dia dengan tulus. Jadi, apa yang Tuhan lakukan ketika orang memanggil-Nya? Ketika hati seseorang tergerak dan mereka berpikir: “Ya Tuhan, aku tidak dapat melakukan ini sendiri. Aku tidak tahu bagaimana melakukannya, dan aku merasa lemah dan berpikir negatif.” Apakah Tuhan tahu tentang hal itu? Ketika semua pikiran ini muncul di dalam diri manusia, apakah hati mereka tulus? Ketika mereka memanggil Tuhan dengan tulus seperti ini, apakah Tuhan setuju untuk membantu mereka? Terlepas dari kenyataan bahwa mereka mungkin tidak mengucapkan sepatah kata pun, mereka menunjukkan ketulusan, dan karenanya Tuhan setuju untuk membantu mereka. Ketika seseorang menghadapi masalah yang sangat sulit, ketika mereka tidak memiliki siapa pun untuk berpaling dan mereka merasa sangat tidak berdaya, mereka menaruh satu-satunya harapan mereka pada Tuhan. Seperti apa doa mereka? Bagaimana keadaan pikiran mereka? Apakah mereka tulus? Apakah ada kepalsuan pada saat itu? Hanya jika engkau memercayai Tuhan seolah-olah Dia adalah orang terakhir yang engkau harapkan untuk menyelamatkan hidupmu, dengan berharap bahwa Dia akan membantumu, berarti hatimu tulus. Meskipun engkau mungkin tidak banyak bicara, hatimu telah tergerak. Artinya, engkau memberikan hati yang tulus kepada Tuhan, dan Tuhan mendengarkan. Ketika Tuhan melihat kesulitanmu, Dia akan mencerahkanmu, membimbingmu, dan membantumu.

Dikutip dari “Orang Beriman Pertama-tama Perlu Memahami yang Sebenarnya Mengenai Tren Kejahatan di Dunia”

Doa bukanlah urusan menjalankan formalitas, atau mengikuti prosedur, atau melafalkan firman Tuhan, yang berarti, doa tidak berarti mengulang kata-kata dan meniru orang lain. Dalam doa, engkau harus menyerahkan hatimu kepada Tuhan, berbagi kata-kata di dalam hatimu kepada Tuhan sehingga engkau dapat dijamah oleh Tuhan. Agar doamu efektif, maka doamu harus didasarkan pada pembacaan firman Tuhan. Hanya dengan berdoa di tengah firman Tuhan, engkau akan dapat menerima lebih banyak pencerahan dan penerangan. Doa yang sungguh-sungguh terlihat dari hati yang merindukan persyaratan yang dibuat oleh Tuhan, dan kesediaan memenuhi persyaratan ini; engkau dapat membenci semua yang dibenci Tuhan, dengan landasan ini engkau akan memiliki pengetahuan, dan akan mengetahui dan jelas tentang kebenaran yang dijelaskan oleh Tuhan. Memiliki tekad, dan iman, serta pengetahuan, dan jalan untuk dijalani setelah berdoa—hanya inilah doa yang sungguh-sungguh, dan hanya doa seperti ini yang bisa efektif. Namun doa harus dibangun di atas dasar menikmati firman Tuhan dan bersekutu dengan Tuhan dalam firman-Nya, hatimu mampu mencari Tuhan dan damai di hadapan Tuhan. Doa seperti itu telah mencapai titik persekutuan sejati dengan Tuhan.

Dikutip dari “Tentang Penerapan Doa”

Aku berharap saudara dan saudari dapat sungguh-sungguh berdoa setiap hari. Namun ini bukan kepatuhan kepada doktrin, melainkan dampak yang harus dicapai. Apakah engkau bersedia mengorbankan sedikit waktu tidur dan kepuasan, mengucapkan doa pagi di waktu fajar dan kemudian menikmati firman Tuhan? Jika engkau berdoa dan makan dan minum firman Tuhan, dengan cara ini, dengan hati yang murni, engkau akan lebih diterima oleh Tuhan. Jika engkau melakukannya setiap hari, memberikan hatimu kepada Tuhan setiap hari dan berbicara dengan Tuhan, pengetahuanmu tentang Tuhan pasti meningkat, dan engkau akan lebih mampu memahami kehendak Tuhan. Engkau harus mengatakan: “Ya Tuhan! Aku ingin melaksanakan tugasku. Agar Engkau dapat dimuliakan di dalam diri kami, dan dapat menikmati kesaksian di dalam diri kami, kelompok orang ini, aku hanya bisa mengabdikan seluruh diriku kepada-Mu. Aku mohon agar Engkau bekerja di dalam diri kami, sehingga aku dapat sungguh-sungguh mengasihi dan menyenangkan Engkau, dan membuat Engkau menjadi tujuan yang ingin kucapai.” Ketika engkau dikuasai oleh beban ini, Tuhan pasti akan membuat engkau sempurna; engkau seharusnya tidak hanya berdoa untuk dirimu sendiri, tetapi juga demi melaksanakan kehendak Tuhan, dan demi mengasihi Dia. Seperti itulah doa yang paling sungguh-sungguh.

Dikutip dari “Tentang Penerapan Doa”

Kutipan Khotbah dan Persekutuan untuk Referensi:

Ada beberapa hasil yang harus muncul dari persekutuan yang sejati dengan Tuhan: yang pertama, pada saat bersekutu dengan Tuhan, kita jadi mengetahui kebenaran tentang kerusakan kita dan esensi dari natur kita, dan dengan demikian hasil yang diperoleh adalah kita mengenal diri kita sendiri. Di hadirat Tuhan, kita harus sering merenungkan hal-hal yang telah kita lakukan agar tahu apakah hal-hal itu benar-benar sesuai dengan kehendak Tuhan dan agar tahu apa sebenarnya yang menjadi sandaran hidup kita. Jika kita telah hidup berdasarkan firman Tuhan, maka itu adalah kesaksian untuk masuk ke dalam kehidupan. Jika kita telah hidup berdasarkan falsafah Iblis, maka itu adalah ungkapan natur si Iblis, yang dianggap sebagai suatu pelanggaran. Yang kedua, saat bersekutu dengan Tuhan, kita tidak hanya memperoleh pengetahuan yang benar tentang diri kita sendiri, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang benar tentang Tuhan, yang merupakan hasil yang diperoleh dari persekutuan dengan Tuhan. Setelah memperoleh pengetahuan yang benar tentang Tuhan, di hati kita akan muncul keinginan untuk menghormati Tuhan, menaati Tuhan dan mengasihi Tuhan, yang pada akhirnya akan memunculkan dalam diri kita tekad untuk melayani Tuhan. Ini adalah hasil yang diperoleh dari mengenal Tuhan, dan juga merupakan hasil yang diperoleh dari bersekutu dengan Tuhan. Jika kita tidak mencapai hasil-hasil ini dalam persekutuan kita dengan Tuhan, itu sudah cukup membuktikan bahwa kita belum memasuki jalan yang benar dalam doa-doa kita, dan bahwa kita belum benar-benar bersekutu dengan Tuhan. Beberapa orang berkata: “Aku sudah berdoa selama bertahun-tahun, apa itu berarti bahwa aku sedang bersekutu dengan Tuhan dalam doa?” Maka engkau harus mengukur ini berdasarkan hasil-hasil tersebut. Sudahkah engkau memperoleh hasil mengenal dirimu sendiri dalam doa-doamu? Sudahkah engkau mencapai hasil dari mencari kehendak Tuhan dan kebenaran? Sudahkah engkau memperoleh hasil dari menaati Tuhan? Sudahkah engkau memperoleh hasil dari menghormati Tuhan? Sudahkah engkau memperoleh hasil dari mengasihi Tuhan? Jika engkau belum memperoleh satu pun dari hasil-hasil ini, maka doa-doamu itu hampa, semua itu tidak berarti, dan engkau sama sekali tidak berada dalam persekutuan yang sejati dengan Tuhan.

Dikutip dari “Khotbah dan Persekutuan tentang Jalan Masuk ke Dalam Kehidupan”

Doa Kristen adalah kursus harian yang dibutuhkan dan juga jembatan untuk mendapatkan bimbingan Tuhan. Klik tautan akan memberitahu Anda bagaimana doa Kristen untuk mendapatkan jawaban Tuhan.

Apa yang dimaksud dengan penghakiman?

penghakiman Tuhan

Firman Tuhan yang Relevan:

Pekerjaan penghakiman adalah pekerjaan Tuhan sendiri, jadi sewajarnya harus dilakukan oleh Tuhan sendiri; pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh manusia atas nama-Nya. Karena penghakiman adalah penaklukan ras manusia melalui kebenaran, tidak diragukan lagi bahwa Tuhan tetap muncul sebagai gambar inkarnasi untuk melakukan pekerjaan-Nya di antara manusia. Dengan kata lain, di akhir zaman, Kristus akan menggunakan kebenaran untuk mengajar manusia di seluruh bumi dan mengungkapkan semua kebenaran kepada mereka. Inilah pekerjaan penghakiman Tuhan.

Dikutip dari “Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran”

Ketika kata “penghakiman” disebutkan, engkau akan berpikir tentang kata-kata yang Yahweh ucapkan ke semua tempat dan kata-kata teguran yang Yesus ucapkan kepada orang-orang Farisi. Walaupun kata-kata itu sangat keras, kata-kata ini bukanlah penghakiman Tuhan bagi manusia, hanya kata-kata yang diucapkan oleh Tuhan dalam suasana yang berbeda, yaitu situasi yang berbeda. Kata-kata ini tidak seperti kata-kata yang diucapkan oleh Kristus saat Dia menghakimi manusia di akhir zaman. Di akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan membedah kata-kata dan perbuatan-perbuatannya. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia harus menaati Tuhan, bagaimana setia kepada Tuhan, bagaimana hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan lain-lain. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan karena manusia merupakan perwujudan Iblis dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan bukannya begitu saja menjelaskan tentang sifat manusia hanya dengan beberapa kata. Dia menyingkapkannya, menanganinya, dan memangkasnya sekian lama. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan kata-kata biasa, tetapi dengan kebenaran yang tidak dimiliki oleh manusia sama sekali. Hanya cara-cara seperti ini yang dianggap penghakiman, hanya melalui penghakiman jenis ini manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya untuk tunduk kepada Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Tujuan pekerjaan penghakiman agar manusia mengetahui wajah Tuhan yang sejati dan kebenaran tentang pemberontakannya sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia untuk mendapatkan banyak pemahaman akan kehendak Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dipahami manusia. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk mengenali dan mengetahui hakikatnya yang rusak dan akar dari kerusakannya, dan juga mengungkapkan keburukan manusia. Semua hasil ini dicapai melalui pekerjaan penghakiman, karena substansi pekerjaan ini adalah pekerjaan membukakan kebenaran, jalan, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan.

Dikutip dari “Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran”

Kutipan Khotbah dan Persekutuan untuk Referensi:

Setelah kita mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan, kita dapat melihat fakta bahwa sumber kebenaran adalah Tuhan, dan sumber dari semua hal yang positif adalah Tuhan. Di mana pun ada gangguan dan perusakan oleh Iblis dan dosa melawan Tuhan, di sana penghakiman dan hajaran Tuhan pasti akan mengikuti. Di mana pun ada penghakiman Tuhan, di sana ada penampakan kebenaran dan pengungkapan watak Tuhan. Kebenaran dan watak Tuhan diungkapkan selama penghakiman dan hajaran Tuhan. Hanya di mana ada kebenaranlah maka ada penghakiman dan hajaran; hanya di mana ada penghakiman dan hajaranlah maka ada pengungkapan watak Tuhan yang benar. Oleh karena itu, di mana ada penghakiman dan hajaran Tuhan, di sana kita menemukan jejak kaki pekerjaan Tuhan, dan itu adalah cara yang paling benar untuk mencari penampakan Tuhan. Hanya Tuhan yang memiliki otoritas untuk menjatuhkan penghakiman, dan hanya Kristus yang memiliki kuasa untuk menghakimi umat manusia yang rusak. Hal ini menegaskan dan menunjukkan bahwa Anak Manusia—Kristus—adalah Tuhan atas penghakiman. Tanpa penghakiman dan hajaran Tuhan, manusia tidak memiliki sarana untuk memperoleh kebenaran, dan penghakiman dan hajaran adalah hal yang mengungkapkan watak Tuhan yang benar, memberi manusia kesempatan untuk mengenal Tuhan. Proses manusia memahami kebenaran adalah proses mereka mengenal Tuhan. Kebenaran untuk umat manusia yang rusak adalah penghakiman, pengawasan, dan hajaran. Hal yang persisnya diungkapkan oleh kebenaran adalah keadilan, kemuliaan, dan murka Tuhan. Orang-orang yang memahami kebenaran dapat membuang kerusakan dan membebaskan dirinya dari pengaruh Iblis. Ini sepenuhnya tergantung kepada kuasa dan kemahakuasaan firman Tuhan. Tuhan menyelamatkan dan menyempurnakan orang agar mereka memahami kebenaran dan memperoleh kebenaran. Semakin orang-orang memahami kebenaran, semakin mereka mengenal Tuhan. Dengan demikian, mereka dapat menyingkirkan kerusakan dan memperoleh pemurnian. Saat orang-orang hidup dalam kebenaran dan memasuki kenyataan kebenaran, mereka akan hidup dalam terang, hidup dalam kasih, dan hidup di hadapan Tuhan. Ini adalah hasil yang dicapai oleh Kristus dengan memberitakan kebenaran dan menjatuhkan penghakiman. Sebenarnya, semua firman yang diucapkan oleh Tuhan adalah kebenaran dan merupakan penghakiman bagi umat manusia. Terlepas dari zamannya, firman yang Tuhan ucapkan memiliki dampak berupa penghakiman. Pada Zaman Hukum Taurat, firman Tuhan Yahweh adalah penghakiman atas umat manusia yang rusak. Pada Zaman Kasih Karunia, firman yang diucapkan oleh Tuhan Yesus adalah penghakiman umat manusia yang rusak. Sekarang pada Zaman Kerajaan, semua yang dikatakan oleh Tuhan Yang Mahakuasa dalam pekerjaan penghakiman dan hajaran-Nya bahkan lebih menghakimi, yang pada akhirnya akan membuat umat manusia mampu melihat bahwa penghakiman dan hajaran Tuhan Yang Mahakuasa terhadap umat manusia adalah kasih terbesar Tuhan. Hal yang disampaikan oleh penghakiman dan hajaran Tuhan kepada umat manusia adalah keselamatan dan kesempurnaan. Hanya dengan menerima dan menaati penghakiman dan hajaran Tuhanlah seseorang dapat memperoleh kasih sejati dan keselamatan penuh dari Tuhan. Semua orang yang menolak menerima penghakiman dan hajaran Tuhan akan dikenakan hukuman oleh Tuhan dan akan jatuh ke dalam kehancuran dan kebinasaan ….

Dikutip dari “Persekutuan dari Atas”

kita sering hidup dalam dosa, hanya mereka yang memiliki pertobatan sejati yang bisa mendapatkan belas kasihan Tuhan, tetapi bagaimana kita dapat mencapai pertobatan sejati? Silakan melihat khotbah ini tentang pertobatan.

Hanya Kristus yang dapat menberikan kebenaran dan kehidupan

Ketika iman Anda lemah, ayat-ayat Alkitab tentang pengharapan ini akan membantu Anda memahami kehendak Tuhan dalam situasi yang sulit, menambah kepercayaan diri Anda

Akulah roti kehidupan yang turun dari surga: siapa pun yang makan dari roti ini, dia akan hidup selamanya: dan roti yang akan Aku berikan adalah daging-Ku, yang akan Kuserahkan untuk kehidupan dunia. (Yohanes 6:51)

Firman Tuhan adalah kebutuhan hidup kita. Bagikan halaman Firman Tuhan Hari ini dengan Anda, ada banyak firman Tuhan di dalamnya. Silakan membaca segera.

 

Bagaimana Seharusnya Kita Membuat Persiapan untuk Kedatangan Tuhan Yesus

Saudara dan saudari:

Halo! Sekarang bencana semakin besar. Hari Tuhan telah tiba. Kita orang-orang percaya di dalam Tuhan dengan cemas menunggu untuk diangkat ke dalam kerajaan surga ketika Tuhan kembali. Tuhan Yesus berkata, “Maka Kerajaan Surga diumpamakan seperti sepuluh anak dara, yang membawa pelita mereka, dan menunggu mempelai laki-laki. … dan mereka yang siap pergi bersamanya ke pernikahan: dan pintu ditutup” (Matius 25: 1, 10). Dari ayat-ayat ini, kita melihat bahwa ketika Tuhan datang, gadis-gadis bodoh akan dikunci di luar pintu karena tidak mempersiapkan minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana yang telah menyiapkan minyak akan makan bersama-Nya. Hanya dengan menjadi gadis yang bijaksana kita dapat menyambut kedatangan Tuhan. Kemudian, di akhir zaman, bagaimana kita harus bersiap untuk menjadi gadis yang bijaksana untuk menyambut kembalinya Tuhan Yesus? Lanjutkan membaca “Bagaimana Seharusnya Kita Membuat Persiapan untuk Kedatangan Tuhan Yesus”

Tahukah Engkau Apa Artinya Gadis-Gadis yang Bijaksana?

Gadis-Gadis yang Bijaksana

Menghadapi hari ketika Tuhan muncul, setiap saudara dan saudari, yang memiliki iman sejati kepada Tuhan, berharap bahwa kita dapat menjadi gadis-gadis yang bijaksana, dan bahwa kita dapat menyambut mempelai pria dan bersantap dengan Tuhan. Beberapa dari kita sering membaca Alkitab dan berdoa, berjaga-jaga dan bersiap sedia; beberapa orang memilih untuk bekerja tanpa lelah, mendedikasikan dan mengorbankan diri mereka sendiri; yang lain secara teratur menghadiri perhimpunan, dengan penuh perhatian menunggu kedatangan Tuhan. … Semua orang mengorbankan diri untuk Tuhan, mempersiapkan diri dan menunggu kedatangan Tuhan yang kedua dengan cara kita sendiri dan sangat yakin bahwa kita adalah gadis yang bijaksana dan bahwa, dengan cara ini, kita tentu dapat menyambut kedatangan Tuhan. Lanjutkan membaca “Tahukah Engkau Apa Artinya Gadis-Gadis yang Bijaksana?”

Bagaimana Seharusnya Kita Menyambut Tuhan Yesus Ketika Dia Datang Mengetuk Pintu?

Ketika Tuhan Yesus mengetuk pintu, apakah Anda membuka pintu hati Anda? Artikel ini akan memberi tahu Anda bagaimana menyambut Tuhan Yesus. 

Tuhan-Yesus-mengetuk-pintu

Setelah saya mulai percaya kepada Tuhan, saudara dan saudari seiman suka menyanyikan sebuah nyanyian pujian yang berjudul “Kekasih Kita Sedang Mengetuk Pintu” yang berbunyi: “Kekasih kita sedang mengetuk pintu, rambut-Nya basah oleh embun; marilah kita cepat-cepat bangun dan membuka pintu, dan tidak membiarkan orang yang kita kasihi berbalik dan pergi. … ” Setiap kali kami mulai menyanyikan lagu pujian ini, hati kami sangat tersentuh dan tergerak. Kami semua ingin meminta kekasih kami untuk menginap, dan ketika Dia datang dan mengetuk pintu, kami ingin menjadi yang pertama mendengar suara-Nya dan menyambut Tuhan. Lanjutkan membaca “Bagaimana Seharusnya Kita Menyambut Tuhan Yesus Ketika Dia Datang Mengetuk Pintu?”

Keluhan Yang Mahakuasa

Coba Dengar, ini adalah suara Sang Pencipta …

alam semesta

Ada rahasia yang sangat besar di dalam hatimu, yang belum pernah kausadari, karena selama ini engkau hidup dalam dunia tanpa cahaya. Hati dan rohmu telah direnggut oleh si jahat. Matamu dikaburkan oleh kegelapan, dan engkau tidak dapat melihat baik matahari di langit maupun bintang yang berkelap-kelip di malam hari. Telingamu tersumbat oleh kata-kata dusta dan engkau tidak mendengar suara Yahweh yang bergemuruh, maupun suara air terjun yang mengalir dari takhta. Engkau telah kehilangan segala sesuatu yang seharusnya menjadi hak milikmu, semua hal yang telah dianugerahkan Yang Mahakuasa kepadamu. Lanjutkan membaca “Keluhan Yang Mahakuasa”

Bacaan injil hari ini : Apakah Kita Bisa Diangkat ke Kerajaan Surga dengan Mengakui Tuhan dengan Mulut dan Percaya kepada-Nya dalam Hati Kita?

doa

Saat ini, gempa bumi, kebakaran, banjir, wabah serangga, wabah dan bencana lainnya semakin besar, dan baru-baru ini coronavirus telah menyebar ke seluruh dunia. Menghadapi bencana-bencana ini, banyak orang percaya berpikir bahwa, setelah menerima keselamatan dari penyaliban Tuhan Yesus, selama mereka mengakui Tuhan dengan mulut dan percaya kepada-Nya dalam hati mereka maka mereka diselamatkan. Mereka percaya bahwa selama mereka sering berdoa dan banyak membaca Alkitab dan memiliki iman kepada Tuhan, maka Tuhan akan melindungi mereka dari bencana, dan mereka akan terus diangkat ke dalam kerajaan surga ketika Dia kembali, karena Alkitab mengatakan: “Sebab dengan hati, orang percaya kepada kebenaran; dan dengan mulut, pengakuan kepada keselamatan dibuat” (Roma 10:10). Tetapi apakah anggapan ini benar? Apakah itu sesuai dengan kehendak Tuhan? Mari kita menyelidiki bersama,untuk membantu Anda menemukan jalan yang telah Tuhan janjikan untuk memasuki kerajaan surga. Lanjutkan membaca “Bacaan injil hari ini : Apakah Kita Bisa Diangkat ke Kerajaan Surga dengan Mengakui Tuhan dengan Mulut dan Percaya kepada-Nya dalam Hati Kita?”

Renungan harian hari ini: Menyambut kedatangan Tuhan, apakah dengan mendengarkan atau dengan melihat

Topik renungan kita hari ini adalah:Pada akhir periode dari akhir zaman ini, bagaimana kita bisa menyambut kedatangan kembali Tuhan? Ada orang berpikir bahwa Tuhan akan menampakkan diri-Nya di atas awan dengan tubuh rohani setelah kebangkitan berdasarkan kitab Wahyu, lebih aman jika menyambut Tuhan dengan melihat-Nya. Bahkan ada saudara dan saudari berpikir bahwa Tuhan Yesus pernah mengatakan: “Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku” (Wahyu 3:20). Lanjutkan membaca “Renungan harian hari ini: Menyambut kedatangan Tuhan, apakah dengan mendengarkan atau dengan melihat”

Tahukah Engkau? Tuhan Telah Melakukan Hal yang Hebat di antara Manusia

gulir

Zaman lama sudah berlalu, dan zaman baru telah tiba. Tahun demi tahun dan hari demi hari, Tuhan telah melakukan banyak pekerjaan. Ia datang ke dunia lalu pergi. Siklus seperti ini telah berlangsung dari generasi ke generasi. Saat ini, Tuhan terus melakukan pekerjaan yang harus Ia lakukan seperti sebelumnya, pekerjaan yang masih harus Ia sempurnakan, sebab sampai sekarang pun, Ia masih belum beristirahat. Sejak saat penciptaan hingga sekarang, Tuhan telah melakukan banyak pekerjaan, tetapi tahukah engkau bahwa pekerjaan yang Tuhan lakukan saat ini jauh lebih banyak daripada sebelumnya, dan skalanya jauh lebih besar? Itulah mengapa Aku katakan bahwa Tuhan telah melakukan hal yang hebat di antara manusia. Seluruh pekerjaan Tuhan sangat penting, baik bagi manusia ataupun bagi Tuhan, sebab setiap hal dalam pekerjaan-Nya terkait dengan manusia. Lanjutkan membaca “Tahukah Engkau? Tuhan Telah Melakukan Hal yang Hebat di antara Manusia”