Renungan tentang Matius 24 ayat 24 : Cara menghindari ditipu oleh Kristus palsu dan menyambut kedatangan Tuhan (II)

Gadis Bijaksana

Perbedaan antara Kristus yang benar dan yang palsu

Pada hari kedua, saya melanjutkan persekutuan dan komunikasi bersama-sama dengan saudara dan saudari di gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Saudari berkata: “Saudara Jemong, hari ini, mari kita berbicara tentang bagaimana cara kita membedakan antara Kristus sejati dan kristus-kristus palsu”. Saya berpikir dalam hati: inilah yang ingin saya ketahui, saya harus mendengarkannya dengan baik. Lanjutkan membaca “Renungan tentang Matius 24 ayat 24 : Cara menghindari ditipu oleh Kristus palsu dan menyambut kedatangan Tuhan (II)”

Renungan tentang Matius 24 ayat 24 : Cara menghindari ditipu oleh Kristus palsu dan menyambut kedatangan Tuhan (I)

inkarnasi kristus

Catatan editor: Tidak tahu seberapa banyak saudara dan saudari memiliki ambivalensi seperti itu, sementara menanti kedatangan Tuhan Yesus, tetapi takut disesatkan oleh Kristus palsu, bahkan ketika mendengar seseorang bersaksi bahwa Tuhan Yesus sudah datang kembali, tidak berani menyelidikinya? Jadi bagaimana kita dapat menyambut kedatangan Tuhan Yesus sambil berjaga-jaga terhadap Kristus palsu? Saya harap artikel hari ini dapat memberi Anda jalan penerapan. Lanjutkan membaca “Renungan tentang Matius 24 ayat 24 : Cara menghindari ditipu oleh Kristus palsu dan menyambut kedatangan Tuhan (I)”

Tuhan Yesus sendiri menubuatkan bahwa Tuhan akan berinkarnasi pada akhir zaman dan muncul sebagai Anak Manusia untuk melakukan pekerjaan-Nya

Jesus

Ayat Alkitab untuk Referensi:

Karena itu hendaklah engkau juga bersiap sedia, karena Anak Manusia datang di waktu yang tidak engkau duga” (Lukas 12:40).

Tetapi sama seperti pada zaman Nuh, begitu juga saat kedatangan Anak Manusia” (Matius 24:37).

Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak” (Matius 24:27).

Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini” (Lukas 17:24-25).

Dan pada tengah malam terdengar teriakan, ‘Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya‘” (Matius 25:6).

Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku” (Wahyu 3:20).

Kemudian aku berbalik untuk melihat suara yang berbicara denganku. Dan ketika berpaling, aku melihat tujuh kaki dian dari emas; dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seseorang yang menyerupai Anak Manusia, berpakaian jubah sampai ke kaki, dan mengenakan ikat pinggang dari emas. Kepala dan rambut-Nya seputih bulu domba, putih seperti salju, dan mata-Nya seperti nyala api. Dan kaki-Nya seperti tembaga mengkilap, seakan-akan membara dalam perapian dan suara-Nya bagaikan gemuruh air bah. Dan di tangan kanan-Nya ada tujuh bintang: dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua; dan wajah-Nya bercahaya bagaikan matahari yang bersinar dengan terik” (Wahyu 1:12-16).

Firman Tuhan yang Relevan:

Yesus berkata bahwa Dia akan datang sebagaimana Dia telah pergi, tetapi apakah engkau tahu betul makna perkataan-Nya yang sesungguhnya? Mungkinkah Dia telah mengatakan maknanya kepada kelompokmu ini? Engkau memang tahu bahwa Dia akan datang sebagaimana Dia telah pergi, yakni menaiki suatu awan, tetapi apakah engkau tahu persis bagaimana Tuhan itu sendiri melakukan pekerjaan-Nya? Jika engkau betul-betul dapat mengerti, bagaimana perkataan Yesus dijelaskan? Dia berkata: Kapan Anak Manusia datang pada akhir zaman, Dia sendiri tidak tahu, para malaikat tidak tahu, para utusan di surga tidak tahu, apalagi manusia. Hanya Bapa sendiri, yaitu, hanya Roh yang tahu. Bahkan Anak Manusia sendiri pun tidak mengetahuinya, tetapi engkau malah dapat melihat dan mengetahuinya? Jika engkau mampu mengetahui dan melihat dengan matamu sendiri, bukankah sia-sia saja ucapan tersebut? Dan apa yang dikatakan Yesus saat itu? “Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, tidak juga malaikat di surga, maupun Anak, hanya Bapa-Ku yang di surga yang tahu. Tetapi sama seperti pada zaman Nuh, begitu juga saat kedatangan Anak Manusia. … Karena itu hendaklah engkau berjaga-jaga: sebab Anak Manusia akan datang pada waktu yang tidak engkau duga” Anak Manusia pun tidak tahu kapan hari itu tiba. Anak Manusia mengacu pada daging inkarnasi Tuhan, seorang manusia yang normal dan biasa. Bahkan Anak Manusia sendiri tidak tahu, jadi bagaimana mungkin engkau tahu?

Dikutip dari “Visi Pekerjaan Tuhan (3)”

“Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja.” Sudahkah engkau semua kini mendengar suara Roh Kudus? Firman Tuhan sudah datang atas engkau semua. Apakah engkau mendengarnya? Tuhan melakukan pekerjaan firman pada akhir zaman, dan firman itu berasal dari Roh Kudus, sebab Tuhan adalah Roh Kudus dan dapat juga menjadi daging. Oleh sebab itu, firman Roh Kudus, seperti yang diucapkan di masa lalu, adalah firman Tuhan yang berinkarnasi saat ini. Ada banyak manusia absurd yang percaya bahwa firman dari Roh Kudus seharusnya turun langsung dari surga ke telinga manusia. Setiap orang yang berpikir seperti ini tidak memahami pekerjaan Tuhan. Sesungguhnya, ucapan-ucapan yang diucapkan Roh Kudus adalah ucapan-ucapan yang diucapkan Tuhan yang menjadi daging. Roh Kudus tidak dapat berbicara langsung kepada manusia, dan Yahweh tidak berbicara langsung kepada manusia, bahkan di Zaman Hukum Taurat. Bukankah lebih tidak mungkin lagi Ia berbuat demikian di zaman sekarang? Untuk Tuhan dapat berfirman melakukan pekerjaan Ia harus menjadi daging, jika tidak, pekerjaan-Nya tidak dapat mencapai tujuan-Nya.

Dikutip dari “Bagaimana Mungkin Manusia yang Telah Membatasi Tuhan dalam konsepsinya Dapat Menerima Penyingkapan Tuhan?”

Selama ribuan tahun, manusia telah begitu rindu untuk dapat menyaksikan kedatangan sang Juruselamat. Manusia sangat rindu melihat Yesus sang Juruselamat di atas awan putih, saat Ia sendiri turun ke antara mereka yang selama ribuan tahun telah merindukan dan mendambakan-Nya. Manusia telah merindukan agar sang Juruselamat datang dan bersatu kembali dengan umat-Nya, yakni, agar Yesus sang Juruselamat datang kembali kepada orang-orang yang telah dipisahkan dari-Nya selama ribuan tahun. Manusia berharap Ia akan melakukan lagi pekerjaan penebusan yang dahulu dilakukan-Nya di antara orang Yahudi, akan berbelas kasihan dan mengasihi manusia, akan mengampuni dosa manusia, menanggung dosa manusia, dan bahkan menanggung segala pelanggaran manusia serta membebaskan manusia dari dosa. Mereka merindukan Yesus sang Juruselamat tetap sama seperti sebelumnya—Juruselamat yang dicintai, manis, dan dipuja, yang tak pernah murka terhadap manusia, dan tak pernah mencela manusia. Juruselamat ini mengampuni dan menanggung semua dosa manusia, dan bahkan mati di atas kayu salib bagi manusia sekali lagi. Semenjak Yesus pergi, murid-murid yang mengikuti-Nya, dan semua orang kudus yang diselamatkan berkat nama-Nya, terus merindukan-Nya dan menantikan-Nya dengan penuh harap. Semua orang yang diselamatkan oleh kasih karunia Yesus Kristus selama Zaman Kasih Karunia menanti-nantikan datangnya hari kesukaan di akhir zaman, saat Yesus sang Juruselamat datang di atas awan putih dan menampakkan diri di antara manusia. Tentu saja, ini juga keinginan semua orang yang menerima nama Yesus sang Juruselamat saat ini. Di seluruh alam semesta, semua orang yang mengenal keselamatan dari Yesus sang Juruselamat sangat mendambakan kedatangan Yesus Kristus yang tiba-tiba, untuk menggenapi firman-Nya ketika berada di bumi: “Aku akan datang dengan cara yang sama seperti Aku pergi.” Manusia percaya bahwa setelah penyaliban dan kebangkitan, Yesus kembali ke surga di atas awan putih, lalu mengambil tempat-Nya di sebelah kanan Yang Mahatinggi. Manusia beranggapan bahwa dengan cara yang sama, Yesus akan turun, sekali lagi di atas awan putih (awan ini mengacu pada awan yang dinaiki Yesus waktu Ia kembali ke Surga), ke antara orang-orang yang sangat mendambakan-Nya selama ribuan tahun, dan bahwa Ia akan mengambil rupa orang Yahudi dan mengenakan pakaian mereka. Setelah menampakkan diri kepada manusia, Ia akan mengaruniakan makanan kepada mereka, dan membuat aliran-aliran air hidup menyembur bagi mereka, dan akan hidup di antara manusia, penuh kasih karunia dan kasih, hidup dan nyata. Demikian seterusnya. Namun, Yesus sang Juruselamat tidak melakukan hal ini; Ia melakukan hal yang bertentangan dengan pemahaman manusia. Ia tidak datang ke antara orang-orang yang mendambakan kedatangan-Nya kembali, dan tidak menampakkan diri kepada semua manusia sembari mengendarai awan putih. Ia sudah datang, tetapi manusia tidak mengenali-Nya, dan tetap mengabaikan kedatangan-Nya. Manusia hanya menantikan-Nya tanpa tujuan, tanpa menyadari bahwa Ia telah turun di atas “awan putih” (awan yang adalah Roh-Nya, perkataan-Nya, dan seluruh watak-Nya, serta seluruh keberadaan-Nya), dan kini Ia berada di antara sekelompok pemenang yang akan dibentuk-Nya pada akhir zaman.

Dikutip dari “Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas ‘Awan Putih'”

Mereka yang menaati kebenaran dan tunduk pada pekerjaan Tuhan akan bernaung di bawah nama inkarnasi Tuhan yang kedua—Yang Mahakuasa. Mereka akan dapat menerima tuntunan pribadi dari Tuhan dan akan mendapatkan kebenaran yang lebih banyak dan lebih tinggi, serta menerima kehidupan manusia yang sebenarnya. Mereka akan mendapat penglihatan yang belum pernah dilihat oleh orang-orang di masa lampau: “Kemudian aku berbalik untuk melihat suara yang berbicara denganku. Dan ketika berpaling, aku melihat tujuh kaki dian dari emas; dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seseorang yang menyerupai Anak Manusia, berpakaian jubah sampai ke kaki, dan mengenakan ikat pinggang dari emas. Kepala dan rambut-Nya seputih bulu domba, putih seperti salju, dan mata-Nya seperti nyala api. Dan kaki-Nya seperti tembaga mengkilap, seakan-akan membara dalam perapian dan suara-Nya bagaikan gemuruh air bah. Dan di tangan kanan-Nya ada tujuh bintang: dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua; dan wajah-Nya bercahaya bagaikan matahari yang bersinar dengan terik” (Wahyu 1:12-16). Penglihatan ini merupakan pengungkapan seluruh watak Tuhan. Pengungkapan seluruh watak-Nya ini juga merupakan pengungkapan pekerjaan Tuhan ketika Ia menjadi daging kali ini. Dalam derasnya hajaran dan penghakiman, Anak Manusia mengungkapkan watak-Nya yang melekat melalui ucapan perkataan-Nya. Hal ini membuat semua orang yang menerima hajaran-Nya dan penghakiman-Nya dapat melihat wajah Anak Manusia yang sejati, wajah yang sesuai dengan penggambaran wajah Anak Manusia yang dilihat oleh Yohanes. (Tentu saja, semua ini tidak akan dapat dilihat oleh orang-orang yang tidak menerima pekerjaan Tuhan pada Zaman Kerajaan.)

Dikutip dari “Kata Pengantar”

Aku berkata kepada engkau sekalian, mereka yang percaya kepada Tuhan karena mengikuti tanda-tanda pasti tergolong sebagai orang-orang yang akan mengalami kehancuran. Mereka yang tidak mampu menerima perkataan Yesus yang telah kembali menjadi daging pastilah keturunan neraka, keturunan penghulu malaikat, golongan yang akan mengalami kehancuran kekal. Mungkin banyak orang tidak peduli dengan apa yang Aku katakan, tetapi Aku tetap ingin memberi tahu setiap orang yang disebut orang suci yang mengikuti Yesus bahwa, ketika engkau sekalian melihat Yesus turun dari surga di atas awan putih dengan matamu sendiri, itu akan menjadi penampakan terbuka dari Sang Matahari kebenaran. Barangkali itu akan menjadi saat yang sangat menyenangkan bagimu, tetapi ketahuilah bahwa saat engkau menyaksikan Yesus turun dari surga, saat itulah engkau turun ke neraka untuk dihukum. Itulah tanda berakhirnya rencana pengelolaan Tuhan, dan saatnya Tuhan memberi upah kepada orang baik dan menghukum yang jahat. Penghakiman Tuhan akan berakhir sebelum manusia melihat tanda-tanda, ketika hanya ada pengungkapan kebenaran. Mereka yang menerima kebenaran dan tidak mencari tanda-tanda, sehingga mereka disucikan, akan kembali ke hadapan takhta Tuhan dan masuk ke dalam pelukan Sang Pencipta. Hanya mereka yang bersikeras percaya bahwa “Yesus yang tidak datang kembali di atas awan putih adalah Kristus palsu” akan menerima hukuman abadi, karena mereka hanya percaya kepada Yesus yang menunjukkan tanda-tanda, tetapi tidak mengakui Yesus yang mengumumkan penghakiman yang berat dan menunjukkan jalan kehidupan yang sebenarnya. Jadi, hanya dengan cara itulah Yesus menangani mereka pada saat Ia secara terbuka datang kembali di atas awan putih. Mereka terlalu keras kepala, terlalu percaya diri, terlalu sombong. Bagaimana mungkin orang-orang yang tidak berakhlak itu bisa diberi upah oleh Yesus? Kedatangan Yesus kembali adalah keselamatan besar bagi orang-orang yang mampu menerima kebenaran, tetapi bagi mereka yang tidak dapat menerima kebenaran, itu adalah tanda penghukuman. Engkau sekalian harus memilih jalanmu sendiri dan jangan menghujat Roh Kudus dan menolak kebenaran. Jangan menjadi orang yang bebal dan sombong, tetapi patuhilah tuntunan Roh Kudus dan rindukanlah mencari kebenaran; hanya dengan cara inilah engkau sekalian akan mendapatkan manfaatnya.

Dikutip dari “Saat Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus adalah Saat Tuhan Menciptakan Langit dan Bumi yang Baru”

Kita dapat menyambut Tuhan Yesus hanya dengan menjadi gadis yang bijaksana. Bagaimana kita dapat mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus?

Terima kasih atas perhatian Anda pada blog saya! Sekarang nubuat kedatangan Tuhan Yesus telah digenapi, itu adalah waktu yang sangat penting untuk menyambut Tuhan Yesus, bagaimana kita dapat menyambut Tuhan dan dapat diangkat ke kerajaan surga? Jika Anda mengalami masalah dan kebingungan dalam iman dan kehidupan, silakan Anda untuk berdiskusi dan berkomunikasi dengan kita melalui Messenger.

 

 

Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama (Kutipan V)

Bagikan firman Tuhan harian dengan Anda, sehingga hubungan Anda dengan Tuhan lebih akrab!

Kecantikan

Mereka yang mencari dan mereka yang tidak mencari adalah dua tipe manusia yang berbeda, dan mereka adalah dua tipe manusia dengan dua tempat tujuan yang berbeda. Mereka yang mengejar pengetahuan akan kebenaran dan melakukan kebenaran adalah orang-orang yang akan Tuhan selamatkan. Mereka yang tidak mengenal jalan yang benar adalah roh-roh jahat dan musuh. Mereka adalah keturunan si penghulu malaikat dan akan dihancurkan. Lanjutkan membaca “Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama (Kutipan V)”

Bagaimana cara memahami bahwa Kristus adalah kebenaran, jalan, dan hidup?

Jesus

Ayat Alkitab untuk Referensi:

Pada awalnya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Tuhan, dan Firman itu adalah Tuhan. Firman pada awalnya bersama-sama dengan Tuhan” (Yohanes 1:1-2).

“Dan Firman itu menjadi manusia, dan tinggal di tengah-tengah kita … dipenuhi kasih karunia dan kebenaran” (Yohanes 1:14).

Akulah jalan, kebenaran, dan hidup: tidak ada manusia yang datang kepada Bapa, tanpa melalui Aku” (Yohanes 14:6).

Segala perkataan yang Aku katakan kepadamu adalah roh dan kehidupan” (Yohanes 6:63). Lanjutkan membaca “Bagaimana cara memahami bahwa Kristus adalah kebenaran, jalan, dan hidup?”

Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama (Kutipan IV)

Firman Tuhan Harian– kebutuhan rohani kehidupan Kristen

Kecantikan

Sebelum umat manusia masuk ke tempat perhentian, apakah setiap jenis orang akan dihukum ataukah dihargai, akan ditentukan dari apakah mereka mencari kebenaran atau tidak, apakah mereka mengenal Tuhan atau tidak, dan apakah mereka bisa menaati Tuhan yang kasatmata. Mereka yang telah melayani Tuhan yang kasatmata namun tidak mengenal atau menaati-Nya, tidak memiliki kebenaran. Orang-orang ini adalah para pelaku kejahatan, dan para pelaku kejahatan pasti akan dihukum. Selain itu, mereka akan dihukum berdasarkan tingkah laku mereka yang jahat. Lanjutkan membaca “Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama (Kutipan IV)”

Kehidupan pernikahan Kristen: Pertengkaran dengan suami tentang hal-hal sepele, begini akhirnya(II)

Berikut ini adalah kumpulan kesaksian orang Kristen — artikel kesaksian tentang orang Kristen yang mengalami pekerjaan Tuhan, termasuk bertemu dengan Tuhan, peperangan rohani, pernikahan dan keluarga, tempat kerja, dan rahmat yang luar biasa.

Kecantikan

Karena Pendapat Berbeda, Aku Dan Suamiku Berperang Dingin Lagi

Setelah percaya pada Tuhan, aku tidak keluar untuk bermain mahjong dengan teman-teman aku seperti dulu. Ketika ada waktu senggang, saya akan pergi mendaki bukit dengan saudari-saudari. Ketika saya melihat ada beberapa bunga yang indah di tengah jalan, aku akan memetiknya atau membeli beberapa tumbuhan untuk dibawa pulang. Tanpa disangka, suamiku mulai menghalangi aku dari menanam tumbuhan. Lanjutkan membaca “Kehidupan pernikahan Kristen: Pertengkaran dengan suami tentang hal-hal sepele, begini akhirnya(II)”

Kehidupan pernikahan Kristen: Pertengkaran dengan suami tentang hal-hal sepele, begini akhirnya(I)

pasangan

Banyak orang berkata “Pernikahan adalah makam cinta”, setelah pernikahan, ketika suami dan istri sudah lama bersama, berbagai masalah akan tersingkap, sama seperti aku dengan suami aku. Hubungan aku dengan suami tidak sama bagusnya seperti sebelum menikah, aku pikir kami berdua bisa saling mendukung dan saling pengertian setelah menikah. Siapa sangka, kami sering bertengkar sehingga hidup kami tidak bahagia karena beberapa hal sepele kehidupan, bahkan sampai pernikahan kami hampir berakhir. Kemudian, untungnya aku telah menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman, firman Tuhanlah yang menyelesaikan masalah antara kami…. Lanjutkan membaca “Kehidupan pernikahan Kristen: Pertengkaran dengan suami tentang hal-hal sepele, begini akhirnya(I)”

Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama (Kutipan III)

Orang Kristen harus membaca beberapa kata-kata Tuhan setiap hari, membagikan firman Tuhan hari ini dengan Anda.

daun

Orang-orang pada zaman sekarang tidak mampu berpisah dari hal-hal yang berkaitan dengan daging. Mereka tidak dapat melepaskan kesenangan daging, atau juga meninggalkan keduniawian, uang atau watak rusak mereka. Kebanyakan orang melakukan pengejaran mereka secara asal-asalan. Sebenarnya, orang orang ini sama sekali tidak memiliki Tuhan dalam hati mereka; bahkan mereka tidak takut akan Tuhan. Lanjutkan membaca “Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama (Kutipan III)”