Tuhan Yesus lahir di kandang domba tidak ada tahu. Hanya dengan mencari suara Tuhan kita dapat menemukan jejak Tuhan. Mari kita temukan fakta kembalinya Tuhan Yesus dari nubuatan Alkitab.
Firman Tuhan adalah kebenaran, ungkapan dari watak Tuhan, dan ungkapan dari kehidupan Tuhan. Klik untuk membaca Firman Tuhan, sehingga Anda dapat memahami kehendak Tuhan dengan lebih baik, sehingga Anda dapat mengenal Tuhan dan menjadi orang yang berkenan di hati Tuhan.
Apakah pada tahap ini Tuhan yang berinkarnasi mengalami kesukaran, atau melakukan pelayanan-Nya, Ia melakukannya untuk melengkapi makna dari inkarnasi, karena ini merupakan inkarnasi Tuhan yang terakhir. Tuhan hanya dapat berinkarnasi dua kali. Tidak ada yang ketiga. Inkarnasi yang pertama adalah laki-laki, inkarnasi yang kedua adalah perempuan, dan dengan demikian citra daging Tuhan pun lengkap dalam pikiran manusia. Selain itu, kedua inkarnasi telah menyelesaikan pekerjaan Tuhan dalam daging. Pertama kalinya Tuhan berinkarnasi, Ia memiliki kemanusiaan yang normal, untuk melengkapi makna inkarnasi. Kali ini pun Ia memiliki kemanusiaan yang normal, namun makna dari inkarnasi ini berbeda: Maknanya lebih dalam, dan pekerjaan-Nya pun memiliki makna penting yang lebih mendalam. Alasan Tuhan kembali menjadi daging adalah untuk melengkapi makna inkarnasi. Ketika Tuhan telah sepenuhnya mengakhiri tahap pekerjaan-Nya ini, seluruh makna inkarnasi, yaitu, pekerjaan Tuhan dalam daging, akan menjadi lengkap, dan tidak akan ada lagi pekerjaan yang dilakukan dalam daging. Artinya, mulai dari sekarang Tuhan tidak akan pernah lagi datang ke dalam daging untuk melakukan pekerjaan-Nya. Hanya untuk menyelamatkan dan menyempurnakan umat manusialah Tuhan melakukan pekerjaan inkarnasi. Dengan kata lain, bukan sesuatu yang biasa bagi Tuhan untuk datang dalam daging, kecuali untuk melakukan pekerjaan. Dengan datang dalam daging untuk bekerja, Ia menunjukkan kepada Iblis bahwa Tuhan adalah daging, manusia normal, manusia biasa—namun Ia dapat memerintah atas dunia, dapat mengalahkan Iblis, menebus umat manusia, menaklukkan umat manusia! Tujuan pekerjaan Iblis adalah merusak umat manusia, sementara tujuan pekerjaan Tuhan adalah menyelamatkan umat manusia. Iblis menjebak manusia ke dalam jurang tak berdasar, sementara Tuhan menyelamatkannya dari sana. Iblis membuat semua manusia menyembahnya, sementara Tuhan membuat mereka tunduk kepada kekuasaan-Nya, karena Dia adalah Tuhan atas ciptaan. Semua pekerjaan ini dicapai melalui kedua inkarnasi Tuhan. Daging-Nya pada hakikatnya merupakan persatuan antara kemanusiaan dan keilahian dan memiliki kemanusiaan yang normal. Jadi, tanpa daging inkarnasi Tuhan, Tuhan tidak akan mendapatkan hasil apa-apa dalam menyelamatkan umat manusia, dan tanpa kemanusiaan yang normal dari daging-Nya, pekerjaan-Nya dalam daging tetap tidak bisa berhasil. Hakikat inkarnasi Tuhan adalah Ia harus memiliki kemanusiaan yang normal; karena jika tidak, akan bertentangan dengan maksud Tuhan yang semula dalam berinkarnasi.
Catatan editor: Banyak orang berpikir bahwa bekerja keras dan mengabdikan diri dapat dibawa ke dalam kerajaan surga, tetapi Tuhan Yesus berkata: “Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Banyak orang akan berkata kepada-Ku di hari itu kelak, Tuhan, Tuhan, bukankah kami telah bernubuat demi nama-Mu, telah mengusir setan-setan demi nama-Mu, dan melakukan banyak pekerjaan ajaib demi nama-Mu? Saat itu Aku akan menyatakan kepada mereka, Aku tidak pernah mengenalmu: pergilah daripada-Ku, engkau yang melakukan kejahatan” (Matius 7:21-23).Mengapa Tuhan mengutuk para iman yang bekerja untuk Tuhan sebagai orang yang melakukan kejahatan? Bukankah bekerja keras adalah standar untuk masuk surga? Bagaimana kita bisa memasuki kerajaan surga? Pengalaman Saudara Li Zhi berikut ini akan menuntun kita menemukan satu-satunya jalan menuju surga.
Orang Kristen harus membaca beberapa kata-kata Tuhan setiap hari, membagikan firman Tuhan hari ini dengan Anda:
Inkarnasi Tuhan yang pertama tidak menyelesaikan pekerjaan inkarnasi. Ia hanya menyelesaikan langkah pertama dari pekerjaan yang perlu Tuhan lakukan dalam daging. Jadi, untuk menyelesaikan pekerjaan inkarnasi, Tuhan telah kembali lagi menjadi daging sekali lagi, menjalani semua kenormalan dan kenyataan daging, yaitu menjadikan Firman Tuhan terwujud dalam daging yang sepenuhnya normal dan biasa, dan dengan demikian menyelesaikan pekerjaan yang belum Ia selesaikan dalam daging. Daging inkarnasi yang kedua serupa dengan yang pertama secara hakikat, namun jauh lebih nyata, jauh lebih normal daripada yang pertama. Sebagai konsekuensinya, penderitaan yang ditanggung oleh daging inkarnasi yang kedua lebih besar daripada yang pertama, tetapi penderitaan ini adalah akibat dari pelayanan-Nya dalam daging, yang berbeda dari penderitaan manusia yang rusak. Penderitaan juga berasal dari kenormalan dan kenyataan dari daging-Nya. Karena Ia melakukan pelayanan-Nya dalam daging yang benar-benar normal dan nyata, daging itu harus menanggung banyak kesukaran. Semakin normal dan nyata daging ini, semakin banyak Ia akan menderita dalam melakukan pelayanan-Nya. Tuhan bekerja dalam daging yang sangat biasa, daging yang sama sekali tidak supernatural. Karena daging-Nya itu normal dan harus memikul juga pekerjaan menyelamatkan manusia, Ia menderita dalam ukuran yang jauh lebih besar daripada yang ditanggung oleh daging yang supernatural—semua penderitaan ini berasal dari kenyataan dan kenormalan daging-Nya. Dari penderitaan yang telah dialami oleh kedua daging inkarnasi ketika melakukan pelayanan Mereka, manusia dapat melihat hakikat dari daging inkarnasi. Semakin normal daging, semakin besar kesukaran yang harus Ia tanggung ketika melakukan pekerjaan. Semakin nyata daging yang melakukan pekerjaan, semakin keras gagasan yang orang miliki, dan semakin besar bahaya yang akan menimpa-Nya. Namun, semakin nyata daging, dan semakin daging memiliki kebutuhan dan nalar lengkap seorang manusia normal, semakin mampu Dia melakukan pekerjaan Tuhan dalam daging. Daging Yesus-lah yang dipakukan di kayu salib. Daging-Nya-lah yang Ia korbankan sebagai korban penghapus dosa. Melalui daging dengan kemanusiaan yang normal-lah Ia mengalahkan Iblis dan sepenuhnya menyelamatkan manusia dari salib. Dan, sebagai daging sepenuhnya, inkarnasi Tuhan yang kedua melakukan pekerjaan penaklukan dan mengalahkan Iblis. Hanya daging yang sepenuhnya normal dan nyata yang dapat melakukan pekerjaan penaklukan secara menyeluruh serta menghasilkan kesaksian yang kuat. Artinya, pekerjaan menaklukkan manusia dijadikan efektif melalui kenyataan dan kenormalan Tuhan dalam daging, bukan melalui mukjizat dan penyingkapan yang supernatural. Pelayanan Tuhan yang berinkarnasi ini adalah berfirman, dan melaluinya, Ia menaklukkan dan menyempurnakan manusia. Dengan kata lain, pekerjaan Roh diwujudkan dalam daging, tugas daging adalah berfirman dan dengan demikian menaklukkan, menyatakan, menyempurnakan, dan menghapuskan manusia sepenuhnya. Jadi, melalui pekerjaan penaklukanlah pekerjaan Tuhan dalam daging akan diselesaikan sepenuhnya. Pekerjaan awal penebusan hanyalah permulaan dari pekerjaan inkarnasi. Daging yang melakukan pekerjaan penaklukan akan menyelesaikan seluruh pekerjaan inkarnasi. Secara gender, yang seorang adalah laki-laki dan yang lain adalah perempuan. Dalam hal ini, makna inkarnasi Tuhan telah lengkap. Ini menghalau gagasan manusia yang salah tentang Tuhan: Tuhan dapat menjadi laki-laki dan perempuan, dan Tuhan yang berinkarnasi pada hakikatnya tidak bergender. Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan, dan Ia tidak membedakan antara jenis kelamin. Pada tahap pekerjaan ini, Tuhan tidak melakukan tanda-tanda dan mukjizat, sehingga pekerjaan akan mencapai hasil dengan menggunakan sarana firman. Selain itu, kali ini pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi bukanlah untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat, tetapi untuk menaklukkan manusia dengan cara berfirman, bisa dikatakan kemampuan asli daging inkarnasi Tuhan adalah mengucapkan firman dan menaklukkan manusia, bukan menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat. Pekerjaan-Nya dalam kemanusiaan-Nya yang normal bukan untuk melakukan mukjizat, bukan untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat, tetapi untuk berfirman, dan dengan demikian, bagi orang-orang, daging inkarnasi yang kedua tampak jauh lebih normal daripada yang pertama. Orang melihat bahwa inkarnasi Tuhan bukan dusta. Namun, inkarnasi Tuhan ini berbeda dari Yesus yang berinkarnasi, dan meskipun Mereka keduanya adalah Tuhan yang berinkarnasi, Mereka tidak sepenuhnya sama. Yesus memiliki kemanusiaan yang normal, kemanusiaan biasa, tetapi Ia disertai dengan banyak tanda dan mukjizat. Dalam inkarnasi Tuhan ini, mata manusia tidak akan menyaksikan tanda-tanda atau mukjizat, penyembuhan orang sakit, pengusiran setan, berjalan di atas air, ataupun puasa selama empat puluh hari … Ia tidak melakukan pekerjaan yang sama dengan yang Yesus lakukan, bukan karena daging-Nya secara hakikat berbeda dengan daging Yesus, tetapi karena pelayanan-Nya bukanlah untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat. Ia tidak meruntuhkan pekerjaan-Nya sendiri, tidak mengganggu pekerjaan-Nya sendiri. Karena Ia menaklukkan manusia melalui firman-Nya yang nyata, tidak perlu menundukkannya dengan mukjizat, dan dengan demikian, tahap ini adalah untuk menyelesaikan pekerjaan inkarnasi. Inkarnasi Tuhan yang engkau lihat di masa sekarang adalah daging sepenuhnya, dan tidak ada yang supernatural mengenai diri-Nya. Ia bisa sakit seperti orang lain, membutuhkan makanan dan pakaian seperti orang lain, karena sepenuhnya daging. Jika kali ini, Tuhan yang berinkarnasi melakukan tanda-tanda dan mukjizat supernatural, jika Ia menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, atau dapat membunuh hanya dengan satu kata, bagaimana bisa pekerjaan penaklukan dilaksanakan? Bagaimana bisa pekerjaan itu disebarkan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi? Menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan adalah pekerjaan di Zaman Kasih Karunia, merupakan langkah pertama dalam pekerjaan penebusan, dan sekarang setelah Tuhan menyelamatkan manusia dari salib, Ia tidak lagi melakukan pekerjaan tersebut. Jika di akhir zaman, sosok “Tuhan” yang sama seperti Yesus muncul, sosok yang menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, dan disalibkan bagi manusia, maka “Tuhan” itu, yang meskipun identik dengan gambaran Tuhan di Alkitab dan mudah diterima oleh manusia, pada hakikatnya, bukanlah daging yang dikenakan oleh Roh Tuhan, melainkan oleh roh jahat. Karena prinsip pekerjaan Tuhan adalah tidak pernah mengulangi apa yang telah Ia selesaikan. Jadi, pekerjaan inkarnasi Tuhan yang kedua berbeda dari pekerjaan inkarnasi yang pertama. Di akhir zaman, Tuhan mewujudkan pekerjaan penaklukan dalam daging yang normal, yang biasa. Ia tidak menyembuhkan orang sakit, tidak akan disalibkan bagi manusia, tetapi hanya mengucapkan firman dalam daging, menaklukkan manusia dalam daging. Hanya daging seperti itu merupakan daging inkarnasi Tuhan. Hanya daging seperti itu yang dapat menyelesaikan pekerjaan Tuhan dalam daging.
Kesaksian Kristen, mencatat setiap pengalaman tentang pencerahan dan penerangan Tuhan: Reuni dengan Tuhan, Peperangan Rohani, Pernikahan dan Keluarga, Tempat Kerja, Mendidik Anak-anak, Berkat yang mengagumkan, Renungan Harian
Dia seorang Kristen saleh yang percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun dan mengorbankan dirinya dengan sungguh-sungguh, tetapi dua tahun sebelumnya, dia didiagnosis menderita kanker payudara. Karena tidak dapat menerima ini, dia percaya bahwa karena dia telah menderita dan membayar harga untuk melakukan tugasnya, Tuhan seharusnya merawatnya dan melindunginya. Dia tidak bisa memahami bagaimana dia bisa menderita kanker. Hatinya dipenuhi dengan kesalahpahaman dan rasa menyalahkan, dan dia didera penderitaan. Dengan membaca firman Tuhan, dia sampai pada pemahaman tentang pandangan salah yang dimilikinya tentang mengejar berkat dalam imannya, dan dia bersedia untuk tunduk pada aturan dan penataan Tuhan. Kondisinya mulai membaik setelah dirawat, tetapi yang membuatnya kecewa, dia diberi tahu setelah perawatan kemo terakhirnya bahwa dia masih membutuhkan operasi. Sekali lagi, dia tenggelam dalam ujiannya. Bagaimana penghakiman, penyingkapan, bimbingan, dan pembekalan firman Tuhan membantunya untuk berhasil menempuh ujian ini? Dan apa yang dia pahami dan dapatkan sebagai hasilnya?
Di sebagian besar waktu, ketika kita menghadapi kendala dan merasa putus asa, kita akan menjadi pasif dan lemah, hidup dalam penderitaan, dan tidak dapat menemukan jalan penerapan. Sebenarnya, tidak peduli seperti apa lingkungan kita, selama ini Tuhan diam-diam menunggu di samping kita. Selama kita mempercayakan semua masalah kita kepada Tuhan, firman Tuhan akan menuntun kita untuk mengatasi semua kesulitan dan membimbing kita ke depan. Bacalah ayat Alkitab saat teduh berikut dan firman Tuhan terkait, menghibur Anda yang di saat-saat yang sulit.
Firman Tuhan semuanya adalah kebenaran, penuh otoritas dan kekuatan. Jika Anda membaca firman-firman Tuhan ini, Anda akan dapat melihat penampakan Tuhan dan menyambut kedatangan kembali Tuhan Yesus.
Pekerjaan yang Tuhan lakukan di bumi ini hanya untuk membimbing zaman, membuka zaman yang baru dan mengakhiri zaman yang lama. Ia datang bukan untuk menjalani kehidupan seorang manusia di bumi, atau mengalami sendiri suka dan duka hidup sebagai manusia, atau menyempurnakan orang tertentu dengan tangan-Nya atau secara pribadi mengawasi orang tertentu saat ia bertumbuh. Bukan ini pekerjaan-Nya. Pekerjaan-Nya hanya membuka zaman yang baru dan mengakhiri zaman yang lama. Artinya, Ia akan secara pribadi membuka sebuah zaman, secara pribadi mengakhiri sebuah zaman, dan mengalahkan Iblis dengan melakukan pekerjaan-Nya secara pribadi. Setiap kali Ia melakukan pekerjaan-Nya secara pribadi, seolah-olah Ia sedang menjejakkan kaki di medan perang. Pertama, di dalam daging, Ia mengalahkan dunia dan menang atas Iblis. Ia menjadikan segala kemuliaan menjadi milik-Nya dan mengangkat tirai di atas keseluruhan pekerjaan selama dua ribu tahun, membuat semua manusia di bumi memiliki jalan yang benar untuk ditapaki, serta kehidupan penuh damai dan sukacita untuk dijalani. Namun, Tuhan tidak dapat hidup di bumi bersama dengan manusia untuk waktu yang lama, karena Tuhan adalah Tuhan dan bagaimanapun tidak sama seperti manusia. Ia tidak dapat hidup seumur kehidupan manusia normal, artinya, Ia tidak dapat hidup di bumi sebagai seorang manusia pada umumnya, karena Ia hanya memiliki bagian minimal kemanusiaan normal manusia biasa untuk menopang kehidupan manusia-Nya. Dengan kata lain, bagaimana mungkin Tuhan memulai sebuah keluarga, memiliki karier, dan membesarkan anak-anak di bumi? Bukankah ini sebuah aib bagi-Nya? Bahwa kepada-Nya diberikan kemanusiaan yang normal hanyalah demi tujuan melaksanakan pekerjaan itu dengan cara yang normal, bukan memungkinkan-Nya untuk berkeluarga, dan berkarier sebagai seorang manusia biasa. Indra dan pikiran normal-Nya, serta makanan dan pakaian normal daging-Nya cukup untuk membuktikan bahwa Ia memiliki kemanusiaan yang normal. Tidak perlu bagi-Nya untuk memiliki keluarga atau karier demi membuktikan bahwa Ia dilengkapi dengan kemanusiaan yang normal. Ini sama sekali tidak perlu! Kedatangan Tuhan ke bumi adalah Firman menjadi daging. Ia hanya mengizinkan manusia untuk memahami firman-Nya dan melihat firman-Nya, yaitu, memungkinkan manusia untuk melihat pekerjaan yang dilakukan oleh daging. Niat-Nya bukan agar manusia memperlakukan daging-Nya dengan cara tertentu, tetapi hanya agar manusia taat sampai pada akhirnya, yaitu menaati seluruh firman yang keluar dari mulut-Nya, dan tunduk pada semua pekerjaan yang Ia lakukan. Ia hanya bekerja di dalam daging; Ia bukan secara sengaja meminta manusia untuk meninggikan kebesaran dan kekudusan daging-Nya, melainkan memperlihatkan kepada manusia hikmat pekerjaan-Nya dan semua otoritas yang Ia miliki. Oleh karena itu, meskipun Ia memiliki kemanusiaan yang luar biasa, Ia tidak membuat pengumuman, dan hanya berfokus pada pekerjaan yang harus Ia lakukan. Engkau semua seharusnya tahu mengapa Tuhan menjadi daging, tetapi tidak mengumumkan atau bersaksi tentang kemanusiaan-Nya yang normal, tetapi hanya melakukan pekerjaan yang Ia ingin lakukan. Oleh karena itu, semua yang dapat engkau lihat dari Tuhan yang berinkarnasi adalah apa yang Ia miliki secara ilahi. Ini dikarenakan Ia tidak pernah menyatakan siapa diri-Nya sebagai manusia untuk ditiru manusia. Hanya ketika manusia memimpin manusia-manusia lainnya, barulah Ia membicarakan siapa diri-Nya sebagai manusia, demi memperoleh penghargaan dan ketundukan mereka dengan lebih baik dan dengan demikian mencapai kepemimpinan atas orang lain. Sebaliknya, Tuhan menaklukkan manusia hanya melalui pekerjaan-Nya (yaitu, pekerjaan yang tidak dapat dicapai oleh manusia). Ini bukan persoalan Dia dikagumi oleh manusia, atau membuat manusia mengagumi-Nya. Semua yang Ia lakukan adalah menanamkan dalam diri manusia rasa hormat terhadap-Nya serta pemahaman akan betapa tak terselami diri-Nya. Tuhan tidak perlu membuat manusia terkesan. Ia hanya membutuhkanmu menghormati diri-Nya begitu engkau telah menyaksikan watak-Nya. Pekerjaan yang Tuhan lakukan adalah pekerjaan-Nya sendiri. Pekerjaan itu tidak dapat dilakukan oleh manusia untuk menggantikan diri-Nya, juga tidak dapat dicapai manusia. Hanya Tuhan sendiri yang dapat melakukan pekerjaan-Nya sendiri dan mengantarkan zaman yang baru untuk memimpin manusia masuk ke dalam kehidupan yang baru. Pekerjaan yang Ia lakukan adalah memungkinkan manusia untuk memiliki kehidupan yang baru dan memasuki zaman yang baru. Sisa pekerjaan diserahkan kepada manusia-manusia dengan kemanusiaan yang normal dan yang dihargai oleh orang lain. Oleh karena itu, di Zaman Kasih Karunia, Ia menyelesaikan pekerjaan dua ribu tahun hanya dalam waktu tiga setengah tahun dari ketiga puluh tiga tahun umur-Nya di dalam daging. Ketika Tuhan datang ke bumi untuk melakukan pekerjaan-Nya, Ia selalu menyelesaikan pekerjaan dua ribu tahun atau pekerjaan seluruh zaman dalam rentang waktu terpendek selama beberapa tahun. Ia tidak menunda, dan Ia tidak berlambat-lambat. Ia hanya memadatkan pekerjaan bertahun-tahun sehingga pekerjaan itu diselesaikan hanya selama beberapa tahun yang singkat. Ini karena pekerjaan yang Ia lakukan secara pribadi sepenuhnya untuk membukakan jalan keluar yang baru dan memimpin zaman yang baru.
Firman Tuhan adalah makanan rohani hidup kita, dan membaca renungan firman Tuhan adalah kursus wajib harian bagi orang Kristen. Dengan membaca firman Tuhan, kita dapat memahami kehendak Tuhan, menemukan cara penerapan dalam segala hal, dan mendapatkan bimbingan Tuhan. Berikut ini adalah pilihan ayat-ayat Alkitab dan konten terkait tentang firman Tuhan sehingga Anda dapat memahami pentingnya firman Tuhan bagi kita.
Renungan firman Tuhan Kristen mengungkapkan rahasia untuk Anda, dan membiarkan Anda memahami arti inkarnasi Tuhan untuk melakukan pekerjaan keselamatan.
Sebelum Yesus melakukan pekerjaan-Nya, Ia hanya hidup dalam kemanusiaan-Nya yang normal. Tidak ada yang dapat mengatakan bahwa Ia adalah Tuhan, tidak ada yang mengetahui bahwa Ia adalah Tuhan yang berinkarnasi. Orang hanya mengenal Dia sebagai manusia biasa sepenuhnya. Kemanusiaan-Nya yang benar-benar biasa dan normal adalah bukti bahwa Tuhan berinkarnasi dalam daging dan bahwa Zaman Kasih Karunia adalah zaman pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi, bukan zaman pekerjaan Roh. Itu adalah bukti bahwa Roh Tuhan diwujudkan sepenuhnya dalam daging, bahwa di zaman inkarnasi Tuhan, daging-Nya melakukan semua pekerjaan Roh. Kristus dengan kemanusiaan-Nya yang normal adalah daging tempat Roh diwujudkan, yang memiliki kemanusiaan yang normal, akal sehat, serta pikiran manusia. “Diwujudkan” artinya Tuhan menjadi manusia, Roh menjadi daging; atau secara gamblang, artinya adalah ketika Tuhan sendiri mendiami daging dengan kemanusiaan yang normal, dan melalui itu Ia mengekspresikan pekerjaan ilahi-Nya—inilah yang dimaksud dengan diwujudkan, atau berinkarnasi. Selama inkarnasi-Nya yang pertama, adalah perlu bagi Tuhan untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh-roh jahat oleh karena pekerjaan-Nya adalah untuk menebus. Untuk menebus seluruh umat manusia, Ia perlu berbelas kasihan dan mengampuni. Pekerjaan yang Ia lakukan sebelum disalibkan adalah menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat, yang menandakan penyelamatan-Nya atas manusia dari dosa dan kenajisan. Karena zaman itu adalah Zaman Kasih Karunia, perlu bagi-Nya untuk menyembuhkan orang sakit, dan dengan demikian menunjukkan tanda-tanda dan mukjizat, yang mewakili kasih karunia di zaman itu; karena Zaman Kasih Karunia berpusat di sekitar penganugerahan kasih karunia, yang dilambangkan dengan damai sejahtera, sukacita, dan berkat-berkat materi, semuanya merupakan tanda iman manusia kepada Yesus. Artinya, menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, dan menganugerahkan kasih karunia merupakan kemampuan naluriah daging Yesus di Zaman Kasih Karunia. Semua itu adalah pekerjaan Roh yang diwujudkan dalam daging. Akan tetapi, ketika Ia melakukan pekerjaan itu, Ia hidup dalam daging, Ia tidak melampaui daging. Apa pun tindakan penyembuhan yang Ia lakukan, Ia tetap memiliki kemanusiaan yang normal, tetap menjalani kehidupan manusia normal. Alasan Aku mengatakan bahwa selama zaman inkarnasi Tuhan, daging melakukan semua pekerjaan Roh adalah bahwa apa pun pekerjaan yang Ia lakukan, Ia melakukannya dalam daging. Namun oleh karena pekerjaan-Nya, orang tidak menganggap daging-Nya memiliki hakikat jasmaniah sepenuhnya, karena daging ini dapat melakukan keajaiban, dan di waktu-waktu tertentu dapat melakukan hal-hal yang melampaui daging. Tentu saja, semua kejadian ini terjadi setelah Ia memulai pelayanan-Nya, seperti ketika Ia diuji selama empat puluh hari atau ketika Ia berubah rupa di atas gunung. Jadi, sehubungan dengan Yesus, makna inkarnasi Tuhan tidak lengkap, melainkan hanya digenapi sebagian saja. Kehidupan yang Ia jalani dalam daging sebelum memulai pekerjaan-Nya sepenuhnya normal dalam segala hal. Setelah memulai pekerjaan-Nya, Ia mempertahankan kulit luar daging-Nya. Karena pekerjaan-Nya merupakan ungkapan keilahian, yang melebihi fungsi normal daging. Bagaimanapun, daging inkarnasi Tuhan berbeda dari manusia dengan darah dan daging. Tentu saja, dalam kehidupan-Nya sehari-hari, Ia membutuhkan makanan, pakaian, tidur, dan tempat berlindung, sama seperti orang lain. Ia memerlukan semua kebutuhan normal, bernalar dan berpikir layaknya manusia normal. Orang-orang tetap menganggap-Nya manusia normal, kecuali bahwa pekerjaan yang Ia lakukan adalah pekerjaan manusia super. Sesungguhnya, apa pun yang Ia lakukan, Ia hidup dalam kemanusiaan yang biasa dan normal, dan sejauh Ia melakukan pekerjaan-Nya, nalar-Nya sangat normal, pikiran-Nya sangat jernih, lebih dari manusia normal lainnya. Perlu bagi Tuhan yang berinkarnasi untuk berpikir dan bernalar seperti ini, karena pekerjaan ilahi perlu diungkapkan oleh daging yang penalarannya sangat normal dan pikirannya sangat jernih—hanya dengan cara demikian, daging-Nya dapat mengungkapkan pekerjaan ilahi. Di sepanjang tiga puluh tiga setengah tahun Yesus hidup di bumi, Ia mempertahankan kemanusiaan-Nya yang normal, namun oleh karena pekerjaan-Nya yang dilakukan selama tiga setengah tahun pelayanan-Nya, orang menganggap-Nya sangat transenden, bahwa Ia jauh lebih supernatural dibandingkan sebelumnya. Pada kenyataannya, kemanusiaan Yesus yang normal tetap tidak berubah sebelum dan sesudah Ia memulai pelayanan-Nya; kemanusiaan-Nya sama selama itu, namun karena perbedaan sebelum dan sesudah Ia memulai pelayanan-Nya, dua pandangan yang berbeda mengenai daging-Nya pun muncul. Tak peduli, apa pun yang orang pikirkan, Tuhan yang berinkarnasi mempertahankan kemanusiaan-Nya yang asli dan normal sepanjang waktu, karena sejak Tuhan berinkarnasi, Ia hidup di dalam daging, daging yang memiliki kemanusiaan yang normal. Terlepas apakah Ia sedang melakukan pelayanan-Nya atau tidak, kemanusiaan normal dari daging-Nya tidak dapat dihapuskan, karena kemanusiaan adalah hakikat dasar dari daging. Sebelum Yesus melakukan pelayanan-Nya, daging-Nya tetap sepenuhnya normal, melakukan segala macam aktivitas manusia biasa. Ia tidak menampakkan sedikit pun hal supernatural, tidak melakukan tanda ajaib apa pun. Pada waktu itu, Ia benar-benar manusia biasa yang menyembah Tuhan, meskipun pengejaran-Nya lebih jujur, lebih tulus daripada siapa pun. Seperti inilah bagaimana kemanusiaan-Nya yang benar-benar normal terwujud. Karena Ia sama sekali tidak bekerja sebelum menerima pelayanan-Nya, tak seorang pun menyadari identitas-Nya, tak seorang pun dapat mengatakan bahwa daging-Nya berbeda dari semua orang lain, karena Ia tidak mengerjakan satu pun mukjizat, tidak melakukan sedikit pun pekerjaan Tuhan itu sendiri. Namun setelah mulai melakukan pelayanan-Nya, Ia tetap mempertahankan kulit luar kemanusiaan-Nya yang normal dan tetap hidup dengan nalar manusia normal. Namun, karena Ia telah mulai melakukan pekerjaan Tuhan itu sendiri, menerima pelayanan Kristus dan melakukan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan oleh manusia fana, manusia dengan darah dan daging, maka orang-orang pun berasumsi bahwa Ia tidak memiliki kemanusiaan yang normal dan bahwa Ia bukanlah daging yang sepenuhnya normal, melainkan daging yang tidak lengkap. Oleh karena pekerjaan yang Ia lakukan, orang mengatakan bahwa Ia adalah Tuhan dalam rupa daging yang tidak memiliki kemanusiaan yang normal. Ini adalah pemahaman yang keliru, karena orang tidak memahami makna penting dari inkarnasi Tuhan. Kesalahpahaman ini muncul dari fakta bahwa pekerjaan yang Tuhan ungkapkan dalam daging adalah pekerjaan ilahi, yang diungkapkan dalam daging yang memiliki kemanusiaan normal. Tuhan mengenakan daging, Ia berdiam di dalam daging, dan pekerjaan-Nya di dalam kemanusiaan-Nya telah mengaburkan kemanusiaan-Nya yang normal. Karena alasan inilah orang percaya bahwa Tuhan tidak memiliki kemanusiaan.
Alkitab berkata:Bersukacitalah senantiasa. Berdoa tanpa henti.Dalam segala hal bersyukur:(1 Tesalonika 5: 16)Kita hanya tahu bagaimana bersyukur dan belajar dengan tenang mencari kehendak Tuhan di hadapan Tuhan, Tuhan akan membimbing dan menuntun kita untuk memahami maksud baik Tuhan, sehingga kita tidak kehilangan iman kepada Tuhan dan hati kita akan lebih dekat dengan Tuhan. Jadi, apakah Anda bersyukur kepada Tuhan di lingkungan Anda?
Firman Tuhan adalah kebenaran dan terlebih lagi adalah misteri. Sekarang gulungan buku kecil yang dinubuatkan dalam Alkitab telah dibuka. Apakah Anda ingin memahami lebih banyak misteri kebenaran dari Tuhan?
Kehidupan yang Yesus jalani di bumi adalah kehidupan daging yang normal. Ia hidup dalam kemanusiaan normal daging-Nya. Otoritas-Nya—untuk melakukan pekerjaan Tuhan dan mengucapkan firman Tuhan, atau menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat, untuk melakukan hal-hal yang sedemikian luar biasa itu—tidak memanisfestasikan otoritas itu sendiri, di kebanyakan bagian, sampai Ia memulai pelayanan-Nya. Kehidupan-Nya sebelum berusia dua puluh sembilan tahun, sebelum Ia melakukan pelayanan-Nya, merupakan bukti yang cukup bahwa Ia hanyalah daging yang normal. Oleh karena hal ini, dan oleh karena Ia belum mulai melakukan pelayanan-Nya, orang tidak melihat keilahian dalam Diri-Nya, hanya melihat-Nya tidak lebih dari manusia normal, manusia biasa—sebagaimana pada mulanya beberapa orang percaya bahwa Ia adalah anak Yusuf. Orang-orang menganggap-Nya anak dari seorang manusia biasa, tidak mungkin mengatakan bahwa Ia adalah daging inkarnasinya Tuhan. Bahkan selama melakukan pelayanan-Nya, Ia melakukan banyak mukjizat, kebanyakan orang tetap mengatakan bahwa Ia adalah anak Yusuf, karena Ia adalah Kristus yang mengenakan kemanusiaan normal sebagai kulit luar-Nya. Kemanusiaan-Nya yang normal dan pekerjaan-Nya ada untuk memenuhi makna penting dari inkarnasi yang pertama, yang membuktikan bahwa Tuhan telah sepenuhnya datang ke dalam daging, menjadi manusia biasa sepenuhnya. Bahwa Ia memiliki kemanusiaan yang normal sebelum memulai pekerjaan-Nya merupakan bukti bahwa Ia adalah seorang manusia biasa; dan bahwa Ia bekerja sesudahnya juga membuktikan bahwa Ia adalah manusia biasa, karena Ia melakukan tanda-tanda dan mukjizat, menyembuhkan orang sakit, dan mengusir roh-roh jahat dalam daging dengan kemanusiaan yang normal. Alasan Ia dapat melakukan mukjizat adalah karena daging-Nya yang membawa otoritas dari Tuhan, adalah daging yang dikenakan oleh Roh Tuhan. Ia memiliki otoritas ini karena Roh Tuhan, dan itu bukan berarti Ia bukan daging. Menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat adalah pekerjaan yang perlu Ia lakukan dalam pelayanan-Nya, sebuah ungkapan keilahian-Nya yang tersembunyi dalam kemanusiaan-Nya, dan apa pun tanda ajaib yang Ia tunjukkan atau bagaimana pun Ia menunjukkan otoritas-Nya, Ia tetap menghidupi kemanusiaan-Nya yang normal, dan tetap merupakan daging yang normal. Sampai pada titik Ia dibangkitkan setelah kematian-Nya di kayu salib, Ia tetap berdiam di dalam daging yang normal. Menganugerahkan kasih karunia, menyembuhkan orang sakit, dan mengusir roh jahat, semua itu adalah bagian dari pelayanan-Nya, semua itu adalah pekerjaan yang Ia lakukan di dalam daging-Nya yang normal. Sebelum disalibkan, Ia tidak pernah meninggalkan daging manusia normal-Nya, terlepas apa pun yang Ia lakukan. Ia adalah Tuhan itu sendiri, Ia melakukan pekerjaan Tuhan itu sendiri, namun karena Ia adalah daging inkarnasi Tuhan, Ia makan, mengenakan pakaian, memiliki kebutuhan manusia normal, memiliki nalar manusia normal dan memiliki pikiran manusia normal. Semua ini bukti bahwa Ia adalah manusia normal, yang membuktikan bahwa daging inkarnasi Tuhan adalah daging dengan kemanusiaan yang normal, bukan sosok yang supernatural. Pekerjaan-Nya adalah untuk menyelesaikan pekerjaan inkarnasi Tuhan yang pertama, menggenapi pelayanan inkarnasi yang pertama. Makna penting inkarnasi adalah bahwa manusia normal, manusia biasa melakukan pekerjaan Tuhan itu sendiri; artinya Tuhan melakukan pekerjaan ilahi-Nya di dalam kemanusiaan-Nya dan dengan demikian mengalahkan si Iblis. Inkarnasi berarti Roh Tuhan menjadi daging, artinya, Tuhan menjadi daging. Pekerjaan yang Ia lakukan di dalam daging adalah pekerjaan Roh, yang diwujudkan dalam daging dan diekspresikan oleh daging. Tidak seorang pun kecuali Tuhan dalam rupa daging dapat memenuhi pelayanan Tuhan yang berinkarnasi; artinya, hanya daging inkarnasi Tuhan, hanya manusia normal ini—dan tidak ada yang lain—yang dapat mengekspresikan pekerjaan ilahi. Jika, selama kedatangan-Nya yang pertama, Tuhan tidak memiliki kemanusiaan-Nya yang normal sebelum berusia dua puluh sembilan tahun—jika segera setelah dilahirkan Ia dapat melakukan mukjizat, jika segera setelah belajar berbicara, Ia dapat berbicara bahasa surgawi, jika pada saat Ia pertama kali menjejakkan kaki-Nya di bumi Ia dapat memahami segala perkara duniawi, memahami semua pikiran dan niat manusia—maka Ia tidak dapat disebut sebagai manusia normal, dan daging-Nya tidak dapat disebut daging manusia. Jika ini yang terjadi dengan Kristus, maka makna dan hakikat inkarnasi Tuhan akan hilang. Bahwa Ia memiliki kemanusiaan yang normal membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan yang berinkarnasi dalam daging. Fakta bahwa Ia menjalani proses pertumbuhan manusia normal menunjukkan lebih jauh lagi bahwa Dia adalah manusia normal; dan lebih dari itu, pekerjaan—Nya adalah bukti yang cukup bahwa Ia adalah firman Tuhan, Roh Tuhan, yang menjadi daging. Tuhan menjadi daging karena kebutuhan dalam pekerjaan-Nya. Dengan kata lain, tahap pekerjaan ini perlu dilakukan dalam daging, dilakukan dalam kemanusiaan yang normal. Ini adalah prasyarat “Firman menjadi manusia,” prasyarat “Firman yang menampakkan diri dalam daging,” dan merupakan kisah sesungguhnya di balik kedua inkarnasi Tuhan. Orang mungkin percaya bahwa seluruh kehidupan Yesus disertai dengan keajaiban, bahwa hingga akhir pekerjaan-Nya di bumi Ia tidak memanifestasikan kemanusiaan yang normal, bahwa Ia tidak memiliki kebutuhan atau kelemahan atau emosi manusia normal, bahwa Ia tidak memerlukan kebutuhan hidup dasar atau hiburan bagi pikiran manusia normal. Mereka membayangkan-Nya memiliki pikiran manusia super, sosok manusia yang transenden. Mereka percaya bahwa karena Ia adalah Tuhan, Ia tentu tidak berpikir dan hidup seperti yang manusia biasa lakukan, bahwa hanya manusia normal, manusia tulen, yang dapat memikirkan pikiran-pikiran manusia normal, dan menjalani kehidupan manusia normal. Semua ini adalah ide manusiadan gagasan manusia, yang sangat bertentangan dengan maksud semula pekerjaan Tuhan. Pemikiran manusia normal menopang nalar manusia normal dan kemanusiaan yang normal. Kemanusiaan yang normal menopang fungsi normal daging; dan fungsi normal daging memungkinkan kehidupan normal dari daging tersebut dalam keseluruhannya. Hanya dengan bekerja dalam daging seperti itu, Tuhan dapat memenuhi tujuan inkarnasi-Nya. Jika Tuhan yang berinkarnasi hanya memiliki kulit luar daging, namun tidak memikirkan pikiran manusia normal, maka daging ini tidak akan memiliki nalar manusia, apalagi kemanusiaan yang sejati. Bagaimana mungkin daging seperti ini, tanpa kemanusiaan, menggenapi pelayanan yang harus dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi? Pikiran yang normal menopang semua aspek kehidupan manusia. Tanpa pikiran yang normal, seseorang tidak akan menjadi manusia. Dengan kata lain, seseorang yang tidak memikirkan pikiran manusia normal adalah orang yang sakit secara mental. Dan, seorang Kristus yang tidak memiliki kemanusiaan tetapi hanya memiliki keilahian tidak dapat dikatakan sebagai daging inkarnasinya Tuhan. Jadi, bagaimana mungkin daging inkarnasi Tuhan tidak memiliki kemanusiaan yang normal? Bukankah penghujatan mengatakan bahwa Kristus tidak memiliki kemanusiaan? Semua aktivitas yang manusia normal lakukan bergantung pada berfungsinya pikiran manusia normal. Tanpa itu, manusia akan berperilaku menyimpang. Mereka bahkan tidak akan mampu membedakan antara hitam dan putih, baik dan jahat; dan mereka tidak akan memiliki etika dan prinsip-prinsip moral manusia. Demikian pula, jika inkarnasi Tuhan tidak berpikir seperti manusia normal, maka Ia tidak akan menjadi daging yang sejati, daging yang normal. Daging yang tidak berpikir dengan cara demikian tidak akan mampu melakukan pekerjaan ilahi. Ia tidak dapat terlibat dalam aktivitas normal daging, apalagi hidup bersama dengan manusia di bumi. Dengan demikian, makna penting dari inkarnasi Tuhan, hakikat inti dari kedatangan Tuhan ke dalam daging akan hilang. Kemanusiaan Tuhan yang berinkarnasi ada untuk memelihara pekerjaan ilahi yang normal yang dilakukan dalam daging. Pikiran manusia normal-Nya menopang kemanusiaan normal-Nya dan semua aktivitas jasmani-Nya yang normal. Dapat dikatakan bahwa pikiran manusia normal-Nya ada untuk menopang seluruh pekerjaan Tuhan yang dilakukan-Nya dalam daging. Jika daging ini tidak memiliki pikiran manusia normal, maka Tuhan tidak dapat bekerja dalam daging, dan apa yang perlu Ia lakukan dalam daging tidak akan pernah dapat diselesaikan. Meskipun Tuhan yang berinkarnasi memiliki pikiran manusia normal, pekerjaan-Nya tidak tercemar oleh pikiran manusia. Ia melakukan pekerjaan dalam kemanusiaan dengan pikiran yang normal, dengan prasyarat bahwa Ia memiliki kemanusiaan dengan pikiran, bukan bertindak berdasarkan pikiran manusia normal. Tak peduli seluhur apa pun pikiran daging-Nya, pekerjaan-Nya tidak memiliki tanda logika atau pemikiran manusia. Dengan kata lain, pekerjaan-Nya itu bukan merupakan buah dari pemikiran daging-Nya, melainkan ungkapan langsung dari pekerjaan ilahi di dalam kemanusiaan-Nya. Semua pekerjaan-Nya adalah pelayanan yang perlu Ia genapi dan tak satu pun dari pekerjaan itu merupakan hasil dari pemikiran-Nya. Sebagai contoh, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, dan penyaliban, semua itu bukan hasil dari pikiran manusia-Nya, semua itu tidak dapat dilakukan oleh seorang manusia pun dengan pikirannya. Sama halnya dengan pekerjaan penaklukan di zaman sekarang, itu merupakan pelayanan yang harus dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi, tetapi bukan merupakan pekerjaan atas kehendak manusia, itu merupakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh keilahian-Nya, pekerjaan yang tidak mampu dilakukan oleh seorang manusia pun. Jadi, Tuhan yang berinkarnasi harus memiliki pikiran manusia normal, harus memiliki kemanusiaan yang normal, karena Ia harus melakukan pekerjaan-Nya dalam kemanusiaan dengan pikiran manusia normal. Inilah hakikat pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi, hakikat dari Tuhan yang berinkarnasi.