Tuhan Yesus lahir di kandang domba tidak ada tahu. Hanya dengan mencari suara Tuhan kita dapat menemukan jejak Tuhan. Mari kita temukan fakta kembalinya Tuhan Yesus dari nubuatan Alkitab.
Kebenaran bisa menyelesaikan semua kesulitan atau masalah manusia. Apakah Anda ingin memahami lebih banyak kebenaran? Situs web Belajar Alkitab akan membawa Anda untuk mendengarkan suara Tuhan dan memahami lebih banyak kebenaran. Klik tautan untuk membaca Alkitab secara online.
Mengatasi natur seseorang dimulai dengan meninggalkan daging dan meninggalkan daging juga membutuhkan prinsip. Dapatkah orang meninggalkan daging sementara dirinya tak mengerti dan bingung tentang hal itu? Begitu menghadapi masalah, engkau menyerah pada daging. Ada prinsip yang cukup penting dan itu adalah, ketika menghadapi sebuah masalah, engkau harus mencari lebih lagi; engkau harus membawa masalahnya ke hadapan Tuhan dan menghabiskan waktu lebih banyak memikirkannya. Selain itu, setiap sore, engkau harus memeriksa keadaanmu dan meneliti perilakumu sendiri: manakah dari tindakanmu yang dilakukan sesuai kebenaran dan mana yang tidak sesuai prinsip? Ini adalah prinsip lain. Dua poin ini sangat penting: poin pertama, periksalah dirimu saat melakukan sesuatu dan poin kedua, periksalah dirimu setelahnya. Prinsip ketiga adalah mengerti dengan sangat jelas dengan apa artinya mengamalkan kebenaran dan apa artinya mengatasi masalah dengan cara yang berprinsip. Begitu engkau mengerti jelas sekali tentang hal ini, engkau akan bisa mengatasi masalah dengan benar. Dengan memegang ketiga prinsip ini, engkau bisa menahan diri. Natur rusakmu tidak akan menampakkan diri atau muncul lagi. Ini juga adalah prinsip penting untuk mengatasi natur manusia.
Hidup dalam dosa dan tidak berdaya untuk menyingkirkannya
Aku percaya kepada Tuhan Yesus sejak aku masih kecil. Kemudian aku tidak bisa pergi ke gereja untuk sering mendengarkan khotbah karena aku pergi ke kuliah di daerah lain. Oleh karena itu, aku menonton beberapa video Injil di YouTube, dan sering berdoa kepada Tuhan untuk memelihara hubungan yang normal dengan Tuhan. Pada suatu kali, aku mendengar pendeta berkhotbah: Sekarang adalah akhir zaman, bencana terus berlanjut di berbagai negara di dunia, dan tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus kembali sudah muncul. Inilah saatnya kita bersiap untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali. Oleh karena itu, kita harus menjaga diri kita dengan hati-hati, berwaspada dan berdoa, dengan ini kita akan dapat diangkat masuk ke kerajaan surga saat Tuhan Yesus datang kembali. Ketika aku mengetahui bahwa Tuhan Yesus akan datang kembali dengan segera, hatiku sangat senang sekaligus khawatir.
Firman Tuhan semuanya adalah kebenaran, penuh otoritas dan kekuatan. Jika Anda membaca firman-firman Tuhan ini, Anda akan dapat melihat penampakan Tuhan dan menyambut kedatangan kembali Tuhan Yesus.
Ketika Tuhan melakukan pekerjaan-Nya, Dia datang bukan untuk terlibat dalam pembangunan atau gerakan apa pun; Dia datang untuk melaksanakan pelayanan-Nya. Setiap kali Dia menjadi manusia, hal itu hanyalah untuk menyelesaikan satu tahap pekerjaan dan membuka sebuah zaman yang baru. Saat ini Zaman Kerajaan telah tiba, beserta pelatihan untuk kehidupan dalam kerajaan. Tahap pekerjaan ini bukanlah pekerjaan manusia, tahap ini bukan untuk membentuk manusia sampai taraf tertentu; tahap ini hanya untuk menyelesaikan satu bagian dari pekerjaan Tuhan. Pekerjaan-Nya bukanlah pekerjaan manusia, pekerjaan itu bukan untuk mencapai hasil tertentu dalam membentuk manusia sebelum meninggalkan bumi; pekerjaan itu dimaksudkan untuk melaksanakan pelayanan-Nya seluruhnya serta menyelesaikan pekerjaan yang harus dilakukan-Nya, yakni melakukan pengaturan yang tepat bagi pekerjaan-Nya di bumi, sehingga Dia dimuliakan. Pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi tidak seperti pekerjaan orang-orang yang dipakai oleh Roh Kudus. Ketika Tuhan datang untuk melakukan pekerjaan-Nya di bumi, Dia hanya peduli dengan penggenapan pelayanan-Nya. Sedangkan mengenai semua hal lainnya yang tidak terkait dengan pelayanan-Nya, Dia nyaris tidak mengambil bagian, bahkan sampai menutup mata terhadap hal itu. Dia hanya melakukan pekerjaan yang harus dilakukan-Nya, dan kurang begitu peduli dengan pekerjaan yang harus dilakukan manusia. Pekerjaan yang dilakukan-Nya hanyalah perkara-perkara yang berkaitan dengan zaman di mana Dia hidup dan pelayanan yang harus dilakukan-Nya, seolah-olah semua perkara lainnya bukanlah bidang-Nya. Dia tidak memperlengkapi diri-Nya dengan lebih banyak pengetahuan dasar mengenai menjalani kehidupan sebagai manusia, dan Dia tidak belajar lebih banyak keterampilan sosial atau memperlengkapi diri-Nya dengan hal apa pun lainnya yang dimengerti oleh manusia. Segala sesuatu yang perlu dimiliki oleh manusia tidak penting bagi-Nya dan Dia hanya melakukan pekerjaan yang merupakan tugas-Nya. Jadi, dalam pandangan manusia, Tuhan yang berinkarnasi memiliki kekurangan dalam banyak hal, sampai-sampai Dia bahkan tidak memperhatikan banyak hal yang harus dimiliki manusia, terlebih lagi Dia tidak memiliki pemahaman tentang perkara-perkara semacam itu. Perkara-perkara seperti pengetahuan umum tentang kehidupan, serta prinsip-prinsip yang mengatur perilaku dan interaksi dengan orang lain tampaknya tidak ada kaitannya dengan-Nya. Meskipun demikian, engkau semua tidak dapat merasakan sedikit pun perilaku tak normal dari Tuhan yang berinkarnasi. Artinya, kemanusiaan-Nya hanya menyokong kehidupan-Nya sebagai manusia biasa dengan penalaran otak yang normal, memberi-Nya kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan yang salah. Namun, Dia tidak diperlengkapi dengan hal apa pun lainnya, semua itu hanya manusia (makhluk ciptaan) saja yang seharusnya memilikinya. Tuhan menjadi manusia hanya untuk melakukan pelayanan-Nya sendiri. Pekerjaan-Nya ditujukan pada keseluruhan zaman, bukan pada orang atau tempat tertentu melainkan pada seluruh alam semesta. Ini adalah arah dari pekerjaan-Nya dan prinsip-Nya dalam bekerja. Tidak seorang pun dapat mengubah hal ini, dan manusia tidak memiliki cara untuk terlibat di dalamnya. Setiap kali Tuhan menjadi manusia, Dia membawa bersama-Nya pekerjaan zaman itu, dan tidak berniat untuk hidup berdampingan dengan manusia selama dua puluh, tiga puluh, empat puluh, bahkan tujuh puluh atau delapan puluh tahun agar mereka dapat lebih memahami dan memperoleh wawasan tentang diri-Nya. Hal itu tidak perlu dilakukan! Melakukannya sama sekali tidak akan memperdalam pengetahuan yang dimiliki manusia tentang watak yang melekat pada Tuhan; sebaliknya, hal itu hanya akan menambah anggapan mereka serta membuat gagasan dan pemikiran manusia menjadi ketinggalan zaman. Jadi engkau semua harus memahami secara tepat apa pekerjaan dari Tuhan yang berinkarnasi. Engkau semua pasti telah memahami firman yang Kusampaikan kepadamu: “Aku datang bukan untuk menjalani kehidupan sebagai manusia biasa”? Sudahkah engkau semua melupakan perkataan: “Tuhan datang ke bumi bukan untuk menjalani kehidupan sebagai manusia biasa”? Engkau semua tidak mengerti tujuan Tuhan dalam menjadi manusia, demikian pula engkau semua tidak memahami makna dari: “Bagaimana mungkin Tuhan datang ke bumi dengan maksud menjalani kehidupan sebagai makhluk ciptaan”? Tuhan datang ke bumi semata-mata untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya, jadi pekerjaan-Nya di bumi tidak memakan waktu lama. Dia datang ke bumi bukan dengan maksud membuat Roh Tuhan membangun tubuh jasmani-Nya untuk menjadi manusia unggul yang akan memimpin gereja. Ketika Tuhan datang ke bumi, itu adalah Firman yang menjadi manusia; tetapi manusia tidak mengenal pekerjaan-Nya dan secara paksa memaksa menghubungkan berbagai hal kepada-Nya. Tetapi engkau semua harus menyadari bahwa Tuhan adalah “Firman yang menjadi manusia”, bukan tubuh jasmani yang telah dibentuk oleh Roh Tuhan untuk mengambil peran sebagai Tuhan untuk sementara waktu. Tuhan sendiri bukan merupakan hasil dari sebuah pembentukan, tetapi adalah Firman yang mengambil rupa sebagai manusia, dan saat ini Dia secara sah melakukan pekerjaan-Nya di antara engkau semua. Engkau semua mengetahui, dan mengakui, bahwa inkarnasi Tuhan adalah kebenaran yang nyata, tetapi engkau berpura-pura memahami perkara yang berada di luar kemampuanmu untuk melakukannya. Mulai dari pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi hingga makna penting dan substansi dari inkarnasi-Nya, engkau sama sekali tidak mampu memahami perkara-perkara ini dan semata-mata mengikuti orang lain ketika dengan fasih mengucapkan firman lewat hafalan. Apakah engkau semua percaya bahwa inkarnasi Tuhan itu sama seperti yang engkau bayangkan?
Orang Kristen harus membaca beberapa kata-kata Tuhan setiap hari, membagikan firman Tuhan hari ini dengan Anda.
Engkau sekalian tidak memperhatikan doa dalam kehidupan sehari-harimu. Manusia selalu mengabaikan doa. Doa biasanya dipanjatkan asal-asalan, dan manusia melakukannya dengan acuh tak acuh di hadapan Tuhan. Tidak ada yang pernah sepenuhnya memberikan hati mereka di hadapan Tuhan dan sungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan. Manusia hanya berdoa kepada Tuhan ketika sesuatu terjadi pada mereka. Selama ini, pernahkah engkau sungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan? Pernahkah engkau menangis karena menderita di hadapan Tuhan? Pernahkah engkau mengenal dirimu sendiri di hadapan Tuhan? Pernahkah engkau berdoa dari hati ke hati dengan Tuhan? Doa datang dari penerapan: jika engkau biasanya tidak berdoa di rumah, engkau tidak mungkin berdoa di gereja, dan jika engkau tidak biasa berdoa dalam persekutuan kecil, engkau tidak akan mampu berdoa di dalam persekutuan besar. Jika engkau tidak biasa mendekat kepada Tuhan atau merenungkan firman Tuhan, engkau tidak akan bisa mengucapkan apa pun ketika tiba waktunya berdoa—dan walaupun engkau berdoa, bibirmu memang bergerak, tetapi engkau tidak sungguh-sungguh berdoa.
Dengan penggenapan firman Tuhan, kerajaan terbentuk. Saat manusia jadi normal, datang k’rajaan Tuhan. Segenap umat k’rajaan Tuhan, Kini, kau hidup di hadapan-Nya; kelak, kau hidup dalam kerajaan-Nya. S’luruh bumi penuh sukacita. K’rajaan Tuhan ditegakkan. K’rajaan Tuhan ditegakkan.
1 Ketika raja Niniwe mendengar kabar ini, ia bangun dari takhtanya, melepaskan jubahnya, memakai kain kabung dan duduk di atas abu. Ia lalu memberi perintah tidak ada seorang pun di kota yang boleh mencicipi apa pun, dan tidak ada ternak, domba, lembu yang boleh merumput atau minum air. Manusia dan ternak sama-sama mengenakan kain kabung; manusia berdoa dengan sangat kepada Tuhan. Raja juga mengumumkan bahwa setiap orang dari antara mereka harus berbalik dari jalan mereka yang jahat dan meninggalkan kejahatan di tangan mereka. Dilihat dari tindakannya, raja Niniwe menunjukkan pertobatan sepenuh hatinya. Lewat kejadian-kejadian ini, raja Niniwe benar-benar melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang penguasa; rangkaian tindakannya merupakan tindakan yang sulit dilakukan oleh raja mana pun dalam sejarah dunia, dan tidak ada yang bisa melakukannya. Tindakan-tindakan itu bisa disebut tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah manusia. Tindakan-tindakan ini layak diingat dan ditiru umat manusia.
Video lagu rohani Kristen terbaru ini akan membawa Anda untuk mengenal kasih dan keselamatan Tuhan.
Tuhan marah pada orang Niniwe saat Dia nyatakan ‘kan hancurkan kota m’reka. Tapi m’reka berpuasa, pakai kain kabung, Tuhan pun melunak, hati-Nya b’rubah. Kemarahan Tuhan t’lah b’rubah menjadi belas kasihan kar’na pengakuan m’reka dan pertobatan m’reka.
Firman Tuhan semuanya adalah kebenaran, penuh otoritas dan kekuatan. Jika Anda membaca firman-firman Tuhan ini, Anda akan dapat melihat penampakan Tuhan dan menyambut kedatangan kembali Tuhan Yesus.
Rencana pengelolaan enam ribu tahun dibagi menjadi tiga tahap pekerjaan. Masing-masing tahap tidak dapat merepresentasikan ketiga tahap pekerjaan tetapi hanya dapat merepresentasikan satu bagian dari keseluruhan. Nama Yahweh tidak dapat merepresentasikan semua watak Tuhan. Fakta bahwa Ia melakukan pekerjaan di Zaman Hukum Taurat tidak membuktikan bahwa Tuhan hanya dapat menjadi Tuhan di bawah hukum Taurat. Yahweh menetapkan hukum Taurat bagi manusia dan memberikan perintah-perintah, meminta manusia untuk membangun Bait Suci dan mezbah. Pekerjaan yang Ia lakukan hanya merepresentasikan Zaman Hukum Taurat. Pekerjaan yang Ia lakukan tidak membuktikan bahwa Tuhan adalah Tuhan yang meminta manusia untuk memelihara hukum Taurat, Tuhan di Bait Suci, atau Tuhan di depan mezbah. Tidak bisa dikatakan seperti ini. Pekerjaan di bawah hukum Taurat hanya dapat merepresentasikan satu zaman. Oleh karena itu, jika Tuhan hanya bekerja di Zaman Hukum Taurat, manusia akan mendefinisikan Tuhan dengan berkata, “Tuhan adalah Tuhan di dalam Bait Suci. Untuk melayani Tuhan, kita harus mengenakan jubah imam dan masuk ke dalam Bait Suci.” Jika pekerjaan di Zaman Kasih Karunia belum dikerjakan dan Zaman Hukum Taurat masih berlanjut sampai sekarang, manusia tidak akan tahu bahwa Tuhan juga penuh belas kasihan dan pengasih. Jika pekerjaan di Zaman Hukum Taurat belum diselesaikan, dan hanya pekerjaan di Zaman Kasih Karunia yang telah diselesaikan, maka semua yang akan manusia ketahui hanyalah bahwa Tuhan hanya dapat menebus dan mengampuni dosa manusia. Manusia hanya akan mengetahui bahwa Ia kudus dan tidak berdosa, bahwa Ia dapat mengorbankan diri-Nya dan disalibkan bagi manusia. Manusia hanya akan mengetahui ini dan tidak akan mengetahui hal lain. Jadi, masing-masing zaman merepresentasikan satu bagian dari watak Tuhan. Zaman Hukum Taurat merepresentasikan beberapa aspek, Zaman Kasih Karunia merepresentasikan beberapa aspek, dan zaman ini pun merepresentasikan beberapa aspek. Watak Tuhan hanya dapat sepenuhnya tersingkap melalui gabungan dari ketiga tahap tersebut. Hanya ketika manusia mengetahui ketiga tahap tersebut, barulah manusia dapat sepenuhnya menerimanya. Tidak satu pun dari ketiga tahap dapat dihilangkan. Engkau hanya akan melihat watak Tuhan secara keseluruhan setelah engkau mengetahui ketiga tahap pekerjaan tersebut. Fakta bahwa Tuhan menyelesaikan pekerjaan-Nya di Zaman Hukum Taurat tidak membuktikan bahwa Ia hanyalah Tuhan di bawah hukum Taurat, dan fakta bahwa Ia menyelesaikan pekerjaan penebusan tidak menunjukkan bahwa Tuhan akan selamanya menebus umat manusia. Ini semua merupakan kesimpulan yang ditarik manusia. Zaman Kasih Karunia telah berakhir, engkau tidak bisa mengatakan bahwa Tuhan hanyalah milik salib dan salib saja yang merepresentasikan keselamatan dari Tuhan. Jika engkau melakukannya, engkau sedang mendefinisikan Tuhan. Pada tahap ini, Tuhan terutama sedang melakukan pekerjaan firman, tetapi engkau tidak dapat mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah berbelas kasihan kepada manusia dan bahwa apa yang telah dilakukan-Nya hanyalah hajaran dan penghakiman. Pekerjaan di akhir zaman mengungkapkan pekerjaan Yahweh dan pekerjaan Yesus dan semua misteri yang tidak dipahami manusia. Ini dilakukan untuk menyingkapkan tempat tujuan manusia dan akhir dari umat manusia serta menyimpulkan seluruh pekerjaan penyelamatan di antara umat manusia. Tahap pekerjaan di akhir zaman membawa segala sesuatu kepada akhirnya. Semua misteri yang tidak dipahami manusia harus disingkapkan agar manusia memperoleh wawasan dan pemahaman yang jelas akan semua itu di dalam hati mereka. Hanya setelah itulah manusia dapat dibagi menurut jenis mereka. Hanya setelah rencana pengelolaan enam ribu tahun diselesaikan, manusia akan memiliki pemahaman akan watak Tuhan secara keseluruhan, karena pengelolaan-Nya akan berakhir.