Apakah Anda Tahu Bagaimana Mencari Wajah Tuhan

Dalam kehidupan kita, jika kita sering mencari dengan datang ke hadapan Tuhan, itu tidak hanya bisa membuat kita menjalin hubungan normal dengan Tuhan, tetapi kita juga bisa mendapatkan bimbingan, dan petunjuk Tuhan, hingga kita dapat memahami kehendak Tuhan, dan memiliki cara penerapan. Jadi, bagaimana cara untuk mencari wajah Tuhan? Di bawah ini ada tiga cara untuk mencari wajah Tuhan, semoga dapat membantu anda.

Lanjutkan membaca “Apakah Anda Tahu Bagaimana Mencari Wajah Tuhan”

Lagu Rohani Kristen 2020 – Makna Doa

Setiap hari sibuk dan jarang datang ke hadapan Tuhan? Cobalah tonton video lagu rohani kristen terbaru untuk membantu Anda menenangkan hati di hadapan Tuhan dan lebih dekat dengan Tuhan

Doa, cara manusia kerja sama dengan Tuhan
untuk memanggil Roh-Nya dan dijamah oleh Tuhan.
Makin doa, makin dijamah, dicerahkan dan diteguhkan.
Orang demikian dapat disempurnakan.
Makin doa, makin dijamah, dicerahkan dan diteguhkan.
Orang demikian dapat disempurnakan.

Lanjutkan membaca “Lagu Rohani Kristen 2020 – Makna Doa”

“Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Berinkarnasi” – Kutipan 83

Firman Tuhan semuanya adalah kebenaran, penuh otoritas dan kekuatan. Jika Anda membaca firman-firman Tuhan ini, Anda akan dapat melihat penampakan Tuhan dan menyambut kedatangan kembali Tuhan Yesus.

ak ada yang lebih tepat, dan layak, daripada Tuhan dalam daging untuk pekerjaan penghakiman atas daging manusia yang rusak. Bila penghakiman dilaksanakan langsung oleh Roh Tuhan, maka penghakiman ini tak akan mencakup semuanya. Lebih jauh lagi, pekerjaan seperti itu akan sulit diterima manusia, karena Roh tidak bisa berhadapan langsung dengan manusia, dan karenanya, pengaruhnya tak akan terjadi seketika, apalagi manusia tak akan bisa melihat watak Tuhan yang tak dapat disinggung dengan lebih jelas. Iblis hanya dapat benar-benar dikalahkan jika Tuhan yang menjelma dalam daging menghakimi kecemaran umat manusia. Menjadi sama dengan manusia memiliki kemanusiaan yang normal, Tuhan dalam daging dapat menghakimi langsung ketidakbenaran manusia; inilah tanda kekudusan-Nya, dan keluarbiasaan-Nya. Hanya Tuhan yang berkualitas dan berhak menghakimi manusia, karena Dia punya kebenaran, dan keadilan, Dia yang sanggup menghakimi. Mereka yang tanpa kebenaran dan keadilan tidak layak menghakimi orang lain. Bila pekerjaan ini dilakukan oleh Roh Tuhan, maka tak akan ada kemenangan atas Iblis. Roh yang tak dapat dipisahkan lebih agung daripada makhluk fana, dan Roh Tuhan pada dasarnya adalah kudus, dan menang atas daging. Jika Roh melakukan pekerjaan ini secara langsung, Dia tak dapat menghakimi seluruh ketidaktaatan manusia, dan tak dapat mengungkapkan seluruh ketidakbenaran manusia. Karena pekerjaan penghakiman juga dilaksanakan melalui pemahaman manusia akan Tuhan, dan manusia tak pernah memiliki pemahaman tentang Roh, dan karena Roh tak mampu menyingkapkan dengan lebih baik kelaliman manusia, apalagi mengungkapkan kelaliman itu sepenuhnya. Tuhan yang berinkarnasi adalah musuh dari semua yang tidak mengenal-Nya. Dengan menghakimi pemahaman manusia dan pertentangan mereka terhadap-Nya, Dia menyingkapkan semua ketidaktaatan umat manusia. Hasil dari pekerjaan-Nya dalam daging lebih tampak daripada hasil pekerjaan-Nya dalam Roh. Maka, penghakiman atas seluruh umat manusia tidak dilakukan secara langsung oleh Roh, tetapi ini adalah pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi. Tuhan dalam daging dapat dilihat dan disentuh manusia, dan Tuhan dalam daging dapat sepenuhnya menaklukkan manusia. Dalam hubungannya dengan Tuhan dalam daging, manusia bertumbuh dari sebelumnya menentang menjadi taat, dari sebelumnya menganiaya menjadi menerima, dari pemahaman menjadi pengetahuan, dan dari penolakan menjadi kasih. Inilah hasil dari pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi. Manusia hanya terselamatkan melalui penerimaan atas penghakiman-Nya, hanya dengan perlahan mengenal-Nya melalui firman dari mulut-Nya, ditaklukkan oleh-Nya saat menentang-Nya, dan menerima daya hidup dari-Nya selama menerima hajaran-Nya. Semua pekerjaan ini dilakukan oleh Tuhan dalam daging dan bukan pekerjaan Tuhan dalam identitas-Nya sebagai Roh. Pekerjaan yang dilakukan Tuhan yang berinkarnasi adalah pekerjaan terbesar, dan pekerjaan paling bermakna, dan bagian penting dari ketiga tahap pekerjaan Tuhan adalah kedua tahap pekerjaan inkarnasi. Kecemaran akut manusia adalah halangan besar bagi pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi. Secara khusus, pekerjaan ini sangatlah sulit dilaksanakan atas manusia di akhir zaman, dengan lingkungan yang penuh perseteruan, dan mutu setiap orang yang sangat buruk. Namun pada akhirnya pekerjaan akan tetap mencapai hasil yang seharusnya, tanpa cacat; ini adalah hasil dari pekerjaan daging, dan hasil ini lebih meyakinkan daripada pekerjaan Roh. Ketiga tahap pekerjaan Tuhan akan dirampungkan oleh Tuhan di dalam daging, dan harus diselesaikan oleh Tuhan yang berinkarnasi. Tugas terpenting dan yang paling genting dilaksanakan oleh Tuhan dalam daging, dan penyelamatan manusia harus dilakukan secara personal oleh Tuhan dalam daging. Meskipun seluruh umat manusia merasa bahwa Tuhan dalam daging tidak berkaitan dengan manusia, pada kenyataannya Tuhan dalam daging ini peduli pada nasib dan keberadaan seluruh umat manusia.

Lanjutkan membaca ““Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Berinkarnasi” – Kutipan 83″

Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Berinkarnasi” – Kutipan 82

Apakah kamu tahu? Tuhan Yesus kembali! Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik tautan dan baca Firman Tuhan hari ini.

Pekerjaan-Nya dalam daging adalah keutamaan yang tertinggi, bila dikaitkan dengan pekerjaan itu, dan Dia yang akhirnya menyelesaikan pekerjaan itu adalah Tuhan yang berinkarnasi, dan bukanlah Roh. Beberapa orang percaya bahwa Tuhan dapat sesekali turun ke bumi dan menampakkan diri kepada manusia, yang mana Dia secara pribadi menghakimi seluruh umat manusia, menguji mereka satu demi satu tanpa ada yang terlewat. Mereka yang berpikir seperti ini tak mengerti tahap pekerjaan inkarnasi ini. Tuhan tidak menghakimi manusia satu per satu, dan tidak menguji manusia satu per satu; itu bukanlah pekerjaan penghakiman. Tidakkah kecemaran semua manusia itu sama? Tidakkah hakikat manusia itu sama? Apa yang dihakimi adalah hakikat kecemaran umat manusia, hakikat manusia yang dicemarkan oleh Iblis, dan seluruh dosa manusia. Tuhan tidak menghakimi kesalahan manusia yang remeh dan tak penting. Pekerjaan penghakiman bersifat representatif, dan tidak dilakukan secara khusus pada orang tertentu. Sebaliknya, ini adalah pekerjaan di mana sekelompok orang dihakimi untuk merepresentasikan penghakiman atas seluruh umat manusia. Dengan melakukan pekerjaan-Nya secara pribadi atas sekelompok orang, Tuhan dalam daging menggunakan pekerjaan-Nya untuk merepresentasikan pekerjaan-Nya atas seluruh umat manusia, setelah itu secara bertahap menyebar. Pekerjaan penghakiman pun demikian. Tuhan tidak menghakimi orang tertentu atau sekelompok orang tertentu, tetapi menghakimi kefasikan seluruh umat manusia—pertentangan manusia terhadap Tuhan, sebagai contohnya, atau sikap tidak hormat manusia terhadap-Nya, atau gangguan mereka terhadap pekerjaan Tuhan, dan seterusnya. Yang dihakimi adalah hakikat pertentangan terhadap Tuhan, dan pekerjaan ini adalah pekerjaan penaklukan pada akhir zaman. Pekerjaan dan firman Tuhan yang berinkarnasi yang disaksikan manusia adalah pekerjaan penghakiman di hadapan takhta putih yang besar pada akhir zaman, yang dipahami manusia di masa lampau. Pekerjaan yang sedang dilakukan Tuhan yang berinkarnasi adalah penghakiman di hadapan takhta putih yang besar. Tuhan yang berinkarnasi pada hari ini adalah Tuhan yang menghakimi seluruh umat manusia pada akhir zaman. Daging ini dan pekerjaan-Nya, firman-Nya, dan seluruh watak-Nya adalah Dia seutuhnya. Meskipun cakupan pekerjaan-Nya terbatas, dan tidak secara langsung melibatkan keseluruhan semesta, hakikat pekerjaan penghakiman adalah penghakiman langsung atas seluruh umat manusia; ini bukan pekerjaan yang dilaksanakan hanya di Tiongkok, atau atas sejumlah kecil orang. Selama pekerjaan Tuhan dalam daging, meskipun cakupan pekerjaan-Nya tidak melibatkan seluruh semesta, ini mewakili pekerjaan atas seluruh semesta, dan setelah Dia menyelesaikan pekerjaan dalam cakupan kerja daging-Nya, Dia akan segera memperluas pekerjaan ini ke seluruh semesta, dengan cara yang sama seperti ajaran Yesus menyebar ke seluruh alam raya setelah kebangkitan dan kenaikan-Nya. Terlepas apakah ini pekerjaan Roh atau pekerjaan daging, pekerjaan ini dilaksanakan dalam cakupan yang terbatas, tetapi mewakili pekerjaan atas seluruh semesta. Pada akhir zaman, Tuhan menampakkan diri untuk melaksanakan pekerjaan-Nya menggunakan identitas inkarnasi-Nya, dan Tuhan dalam daging adalah Tuhan yang menghakimi manusia di hadapan takhta putih yang besar. Entah Dia berupa Roh atau daging, Dia yang melakukan pekerjaan penghakiman adalah Tuhan yang menghakimi umat manusia di akhir zaman. Hal ini didefinisikan berdasarkan pekerjaan-Nya, dan bukanlah menurut penampakan luar-Nya atau hal-hal lainnya. Meskipun manusia memiliki banyak pemahaman atas firman ini, tak ada yang dapat menyangkal kenyataan penghakiman dan penaklukan Tuhan yang berinkarnasi atas seluruh umat manusia. Bagaimana pun orang menilainya, fakta pada akhirnya, adalah fakta. Tak seorang pun dapat mengatakan bahwa “Pekerjaan ini dilakukan Tuhan, tetapi daging ini bukanlah Tuhan”. Itu tidak masuk akal, karena pekerjaan ini hanya bisa dilakukan oleh Tuhan dalam rupa daging. Karena pekerjaan ini telah dirampungkan, setelah pekerjaan ini penghakiman Tuhan atas manusia tak akan muncul untuk kedua kalinya. Tuhan yang berinkarnasi kedua kalinya telah mengakhiri seluruh pekerjaan pengelolaan-Nya, dan tak akan ada tahap keempat dari pekerjaan Tuhan. Karena yang dihakimi adalah manusia, manusia yang adalah daging dan telah menjadi cemar, dan bukanlah roh Iblis yang dihakimi secara langsung, pekerjaan penghakiman ini tidak dilaksanakan dalam alam roh, tetapi di tengah manusia.

Lanjutkan membaca “Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Berinkarnasi” – Kutipan 82″

Setelah Belajar Membedakan Antara Kristus Sejati dan Kristus Palsu, Saya Bisa Menyambut Tuhan

doa

Tanda-tanda akhir zaman yang dinubuatkan dalam Alkitab sekarang pada dasarnya telah digenapi. Saudara Xin Ming merasa bahwa saat ini adalah saat ketika Tuhan Yesus datang kembali, akan tetapi dia memikirkan Alkitab yang mengatakan bahwa akan ada Kristus-kristus palsu di akhir zaman yang menyesatkan orang, jadi dia khawatir bahwa dia akan disesatkan karena dia tidak tahu bagaimana membedakan antara Kristus yang benar dan yang palsu. Oleh karena itu, hatinya sangat menderita dan bingung serta sangat cemas dan tidak tenteram. Pada akhirnya, apakah dia menemukan cara untuk membedakan Kristus yang benar dari yang palsu? Sudahkah dia menyambut kedatangan Tuhan Yesus? Mari kita simak pengalaman saudara Xin Ming.

Lanjutkan membaca “Setelah Belajar Membedakan Antara Kristus Sejati dan Kristus Palsu, Saya Bisa Menyambut Tuhan”

Firman Tuhan Hari Ini – “Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran” – Kutipan 80

Firman Tuhan adalah bantuan kita setiap saat. Kita membutuhkan persediaan dan makanan Firman Tuhan setiap hari, sehingga kita dapat memiliki jalan keluar.

Apakah kini engkau paham apa itu penghakiman dan apa itu kebenaran? Jika engkau sudah paham, Aku menasihatkanmu tunduk dengan patuh untuk dihakimi. Jika tidak, engkau tidak akan pernah punya kesempatan untuk dipuji oleh Tuhan atau dibawa oleh-Nya ke dalam kerajaan-Nya. Orang-orang yang hanya menerima penghakiman, tetapi tidak pernah bisa disucikan, yaitu, mereka yang melarikan diri di tengah-tengah pekerjaan penghakiman, akan selamanya dibenci dan ditolak oleh Tuhan. Dosa-dosa mereka lebih banyak, dan lebih mendukakan, daripada dosa-dosa orang Farisi, karena mereka telah mengkhianati Tuhan dan adalah pemberontak-pemberontak terhadap Tuhan. Orang-orang seperti itu, yang bahkan tidak layak untuk melayani, akan menerima hukuman yang lebih besar, hukuman yang lebih kekal. Tuhan tidak akan mengampuni pengkhianat mana pun yang pernah mengemukakan kesetiaan dengan kata-kata, tetapi kemudian mengkhianati-Nya. Orang-orang seperti ini akan menerima pembalasan melalui hukuman dalam roh, jiwa, dan tubuh. Bukankah ini tepatnya penyingkapan watak Tuhan yang benar? Bukankah ini tujuan Tuhan dalam menghakimi manusia, dan menyingkapkannya? Tuhan menyerahkan semua orang yang melakukan berbagai perbuatan jahat selama masa penghakiman ke suatu tempat yang dipenuhi oleh roh-roh jahat, membiarkan roh-roh jahat ini menghancurkan tubuh kedagingan mereka sesukanya. Tubuh mereka mengeluarkan bau busuk mayat, hal itu pantas sebagai pembalasan bagi mereka. Tuhan menuliskan dalam buku catatan mereka setiap dosa orang-orang percaya palsu yang tidak setia, rasul-rasul palsu, dan pekerja-pekerja palsu. Lalu, ketika waktunya tiba, Dia melemparkan mereka ke tengah-tengah roh-roh jahat, membiarkan roh-roh jahat ini mencemari seluruh tubuh mereka semaunya, supaya mereka tidak akan bisa mengalami inkarnasi kembali, dan tidak pernah melihat terang lagi. Orang-orang munafik itu, yang dahulu pernah melayani tetapi tidak mampu tetap setia sampai akhir, diperhitungkan Tuhan di antara orang fasik, supaya mereka berjalan menurut nasihat orang fasik dan menjadi bagian dari kerumunan mereka yang kacau. Pada akhirnya, Tuhan akan membinasakan mereka. Tuhan menyingkirkan dan tidak memperhatikan orang-orang yang tidak pernah setia kepada Kristus atau mendedikasikan upaya apa pun, dan akan membinasakan mereka semua pada saat perubahan zaman. Mereka tidak akan ada lagi di bumi, apalagi memperoleh jalan masuk ke kerajaan Tuhan. Orang-orang yang tidak pernah tulus kepada Tuhan, tetapi memperlakukan Dia secara acuh tidak acuh karena dipaksa keadaan, mereka diperhitungkan di antara orang-orang yang melakukan pelayanan bagi umat-Nya. Hanya sejumlah kecil dari orang-orang seperti itu yang akan bertahan, sedangkan sebagian besar akan binasa bersama orang-orang yang bahkan tidak memenuhi syarat untuk melayani. Akhirnya, Tuhan akan membawa ke dalam kerajaan-Nya semua orang yang sepikiran dengan Tuhan, orang-orang dan anak-anak Tuhan serta mereka yang telah ditentukan sebelumnya oleh Tuhan untuk menjadi imam-imam. Seperti itulah buah yang dihasilkan Tuhan melalui pekerjaan-Nya. Adapun orang-orang yang tidak bisa masuk ke kategori apa pun yang ditentukan Tuhan, mereka akan diperhitungkan sebagai orang tidak percaya. Engkau sekalian pun pasti dapat membayangkan seperti apa kesudahan mereka. Aku telah mengatakan kepada engkau sekalian segala sesuatu yang harus Aku katakan. Jalan yang engkau sekalian pilih adalah keputusan yang harus engkau sekalian buat. Yang harus engkau sekalian pahami adalah: Pekerjaan Tuhan tidak pernah menunggu siapa pun yang tidak bisa mengikuti kecepatan-Nya, dan watak Tuhan yang benar tidak berbelas kasihan kepada siapa pun.

Lanjutkan membaca “Firman Tuhan Hari Ini – “Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran” – Kutipan 80″

Lagu Rohani Kristen 2020 – Akar Penentangan Orang Farisi terhadap Yesus

Apakah engkau sekalian ingin tahu apa akar masalahnya
mengapa orang Farisi menentang Yesus?
Apakah engkau sekalian ingin tahu substansi orang-orang Farisi?
Mereka penuh dengan khayalan tentang Mesias.
Terlebih lagi, mereka hanya percaya bahwa Mesias akan datang,
tetapi mereka tidak mencari kebenaran tentang hidup.
Jadi, sampai hari ini mereka masih menunggu Mesias,
karena mereka tidak memiliki pengetahuan tentang jalan kehidupan,
dan tidak tahu apa itu jalan kebenaran,
dan tidak tahu apa itu jalan kebenaran.
Menurutmu sekalian, bagaimana orang-orang bodoh, keras kepala, dan bebal bisa
mendapatkan berkat Tuhan?
Bagaimana mereka bisa melihat Mesias?
Bagaimana mereka bisa melihat Mesias?
Mereka menentang Yesus, karena
mereka tidak mengetahui arah pekerjaan Roh Kudus,
karena mereka tidak mengetahui jalan kebenaran yang diucapkan Yesus,
dan terlebih lagi, karena mereka tidak memahami Mesias.
Dan, karena mereka tidak pernah melihat Mesias,
dan tidak pernah bersama-Nya,
mereka membuat kesalahan dengan sia-sia berpegang pada nama Mesias
sambil menentang hakikat Mesias dengan segala cara yang mungkin.

Orang-orang Farisi ini pada hakikatnya
keras kepala, sombong, dan tidak mematuhi kebenaran.
Prinsip kepercayaan mereka kepada Tuhan adalah:
tidak peduli sedalam apa khotbahmu, tidak peduli setinggi apa otoritasmu,
Engkau bukan Kristus kecuali jika Engkau disebut Mesias.
Bukankah pandangan ini tidak masuk akal?
Bukankah pandangan ini tidak masuk akal dan konyol?
Tidakkah sangat mudah untuk melakukan kesalahan
seperti yang dilakukan orang Farisi mula-mula,
mengingat engkau sekalian tidak memahami Yesus sama sekali?
Dapatkah engkau membedakan jalan kebenaran?
Dapatkah engkau benar-benar menjamin bahwa engkau tidak akan menentang Kristus?
Dapatkah engkau benar-benar menjamin bahwa engkau tidak akan menentang Kristus?
Dapatkah engkau mengikuti pekerjaan Roh Kudus?
Jika engkau tidak tahu apakah engkau akan menentang Kristus,
Tuhan katakan bahwa engkau sudah hidup di ambang kematian.
dari “Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru”

Firman Tuhan Hari Ini – “Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran” – Kutipan 79

Firman Tuhan adalah bantuan kita setiap saat. Kita membutuhkan persediaan dan makanan Firman Tuhan setiap hari, sehingga kita dapat memiliki jalan keluar.

Pekerjaan penghakiman adalah pekerjaan Tuhan sendiri, jadi sewajarnya harus dilakukan oleh Tuhan sendiri; Pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh manusia atas nama-Nya. Karena penghakiman adalah penaklukan ras manusia melalui kebenaran, tidak diragukan lagi bahwa Tuhan tetap muncul sebagai gambar inkarnasi untuk melakukan pekerjaan-Nya di antara manusia. Dengan kata lain, di akhir zaman, Kristus akan menggunakan kebenaran untuk mengajar manusia di seluruh bumi dan mengungkapkan semua kebenaran kepada mereka. Inilah pekerjaan penghakiman Tuhan. Banyak orang memiliki perasaan tidak enak tentang inkarnasi Tuhan yang kedua, karena manusia sulit percaya bahwa Tuhan akan menjadi daging untuk melakukan pekerjaan penghakiman. Namun demikian, Aku harus mengatakan kepadamu bahwa seringkali pekerjaan Tuhan sangat melampaui perkiraan manusia dan sulit bagi pikiran manusia untuk menerimanya. Karena manusia hanyalah belatung di atas bumi, sedangkan Tuhan adalah Yang Mahatinggi yang memenuhi alam semesta. Pikiran manusia mirip dengan lubang air kotor yang hanya menghasilkan belatung, sedangkan setiap tahap pekerjaan yang diarahkan oleh pikiran Tuhan adalah hasil penyulingan hikmat Tuhan. Manusia terus-menerus ingin berbantah dengan Tuhan, yang tentang itu Aku berkata bahwa sudah jelas siapa yang akan menderita kekalahan pada akhirnya. Aku menasihati engkau semua agar tidak menganggap dirimu lebih penting dari emas. Jika orang lain bisa menerima penghakiman Tuhan, mengapa engkau tidak? Apakah engkau jauh lebih tinggi di atas orang lain? Jika orang lain bisa menghormati kebenaran, mengapa engkau tidak bisa melakukan hal itu juga? Pekerjaan Tuhan memiliki momentum yang tak terhentikan. Dia tidak akan mengulangi lagi pekerjaan penghakiman hanya demi “kebaikan” engkau, dan engkau akan dipenuhi dengan penyesalan yang tak berujung karena membiarkan kesempatan seperti ini berlalu. Jika engkau tidak percaya perkataan-Ku, tunggu saja takhta putih yang besar di angkasa itu memberi engkau penghakiman! Engkau harus tahu bahwa semua orang Israel menolak dan menyangkal Yesus, namun fakta penebusan Yesus bagi umat manusia masih tersebar sampai ke ujung semesta. Bukankah ini kenyataan yang Tuhan buat sejak dahulu kala? Jika engkau masih menantikan Yesus untuk membawa engkau ke surga, Aku berkata bahwa engkau sama keras kepalanya seperti sepotong kayu mati. Yesus tidak akan mengakui orang percaya palsu sepertimu yang tidak setia pada kebenaran dan hanya mencari berkat. Sebaliknya, Dia tidak akan menunjukkan kemurahan saat melemparkan engkau ke dalam lautan api untuk dibakar selama puluhan ribu tahun lamanya.

Lanjutkan membaca “Firman Tuhan Hari Ini – “Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran” – Kutipan 79″

Hubungan suami dan istri: Bagaimana mengatasi kecurigaan antara suami dan istri

kecurigaan antara suami dan istri

Kecurigaan timbul disebabkan oleh tebakan dan keraguan kita yang tak berdasar. Ini adalah penghalang terbesar bagi hubungan suami istri dan juga bahaya tersembunyi yang merusakkan hubungan suami istri. Lebih parah lagi, itu dapat menghancurkan sebuah keluarga yang bahagia. Jadi, bagaimana cara untuk mengatasi krisis pernikahan yang disebabkan oleh kecurigaan?

Lanjutkan membaca “Hubungan suami dan istri: Bagaimana mengatasi kecurigaan antara suami dan istri”

Firman Tuhan Hari Ini – “Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran” – Kutipan 78

Renungan harian, jangan lupa menonton pembacaan firman Tuhan, agar roh Anda terpenuhi dan hidup berangsur-angsur bertumbuh dewasa.”

Ketika kata “penghakiman” disebutkan, engkau akan berpikir tentang kata-kata yang Yahweh ucapkan ke semua tempat dan kata-kata teguran yang Yesus ucapkan kepada orang-orang Farisi. Walaupun kata-kata itu sangat keras, kata-kata ini bukanlah penghakiman Tuhan bagi manusia, hanya kata-kata yang diucapkan oleh Tuhan dalam suasana yang berbeda, yaitu situasi yang berbeda. Kata-kata ini tidak seperti kata-kata yang diucapkan oleh Kristus saat Dia menghakimi manusia di akhir zaman. Di akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan membedah kata-kata dan perbuatan-perbuatannya. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia harus menaati Tuhan, bagaimana setia kepada Tuhan, bagaimana menghidupi kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan lain-lain. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan karena manusia merupakan perwujudan Iblis dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan bukannya begitu saja menjelaskan tentang sifat manusia hanya dengan beberapa kata. Dia menyingkapkannya, menanganinya, dan memangkasnya sekian lama. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan kata-kata biasa, tetapi dengan kebenaran yang tidak dimiliki oleh manusia sama sekali. Hanya cara-cara seperti ini yang dianggap penghakiman, hanya melalui penghakiman jenis ini manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya untuk tunduk kepada Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Tujuan pekerjaan penghakiman agar manusia mengetahui wajah Tuhan yang sejati dan kebenaran tentang pemberontakannya sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia untuk mendapatkan banyak pemahaman akan kehendak Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dipahami manusia. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk mengenali dan mengetahui hakikatnya yang rusak dan akar dari kerusakannya, dan juga mengungkapkan keburukan manusia. Semua hasil ini dicapai melalui pekerjaan penghakiman, karena substansi pekerjaan ini adalah pekerjaan membukakan kebenaran, jalan, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan. Jika engkau tidak menganggap penting kebenaran-kebenaran ini dan terus-menerus berpikir untuk menghindarinya atau menemukan jalan baru di luar kebenaran ini agar dapat lolos, maka Aku berkata bahwa engkau adalah orang berdosa yang menyedihkan. Jika engkau memiliki iman kepada Tuhan, namun tidak mencari kebenaran atau kehendak Tuhan, maupun mencintai jalan yang membawa engkau lebih dekat kepada Tuhan, maka Aku berkata bahwa engkau adalah orang yang mencoba untuk mengelak dari penghakiman, dan bahwa engkau adalah seorang boneka dan pengkhianat yang melarikan diri dari takhta putih yang besar. Tuhan tidak akan mengampuni pemberontak mana pun yang meloloskan diri dari pengawasan mata-Nya. Manusia seperti itu akan menerima hukuman yang bahkan lebih berat. Mereka yang datang ke hadapan Tuhan untuk dihakimi, dan apalagi telah disucikan, akan hidup selamanya dalam kerajaan Tuhan. Tentu saja, ini adalah sesuatu yang terletak di masa depan.

Lanjutkan membaca “Firman Tuhan Hari Ini – “Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran” – Kutipan 78″