Tuhan Yesus lahir di kandang domba tidak ada tahu. Hanya dengan mencari suara Tuhan kita dapat menemukan jejak Tuhan. Mari kita temukan fakta kembalinya Tuhan Yesus dari nubuatan Alkitab.
Karena Tuhan menjadi daging, Ia bekerja dalam identitas daging-Nya. Karena Ia datang dalam daging, Ia pun menyelesaikan pekerjaan yang harus dilakukan-Nya dalam daging. Baik Roh Tuhan maupun Kristus, keduanya adalah Tuhan itu sendiri, dan Ia melakukan pekerjaan yang harus dilakukan-Nya serta melaksanakan pelayanan yang harus dilaksanakan-Nya. Dengan cara apa pun Ia melaksanakan pekerjaan-Nya, Ia tidak akan bertindak dengan cara yang tidak taat pada Tuhan. Apa pun yang diminta-Nya dari manusia, tuntutan-Nya tidak ada yang melebihi apa yang sanggup dicapai oleh manusia. Semua yang dilakukan-Nya adalah menjalankan kehendak Tuhan dan demi pengelolaan-Nya.
Keilahian Kristus melampaui seluruh manusia, oleh karena itu Ia memiliki otoritas tertinggi atas seluruh makhluk ciptaan. Otoritas ini adalah keilahian-Nya, yaitu watak dan wujud Tuhan sendiri, yang menentukan identitas-Nya. Oleh karena itu, betapa pun normalnya kemanusiaan-Nya, tidak dapat disangkal bahwa Ia memiliki identitas Tuhan itu sendiri. Dari posisi mana pun Ia berbicara dan bagaimana Ia menaati kehendak Tuhan, tidak dapat dikatakan bahwa Ia bukanlah Tuhan itu sendiri.
dari “Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru”
Klik untuk mendengarkan, mari kita ikuti lagu-lagu pujian rohani kristen ini dan memuji Tuhan bersama-sama!
Firman Tuhan adalah bantuan kita setiap saat. Kita membutuhkan persediaan dan makanan Firman Tuhan setiap hari, sehingga kita dapat memiliki jalan keluar.
Pekerjaan di akhir zaman bertujuan untuk memisahkan segala sesuatu menurut jenisnya, untuk menyimpulkan rencana pengelolaan Tuhan, karena waktunya sudah makin dekat dan hari Tuhan telah tiba. Tuhan membawa semua yang telah memasuki kerajaan-Nya, yaitu mereka yang telah setia kepada-Nya sampai akhir, ke dalam zaman Tuhan sendiri. Namun, sampai datangnya zaman Tuhan itu sendiri, pekerjaan yang akan Tuhan lakukan bukanlah untuk mengamati perbuatan-perbuatan manusia atau menyelidiki kehidupan manusia, tetapi menghakimi pemberontakannya, karena Tuhan akan menyucikan semua orang yang datang ke hadapan takhta-Nya. Semua orang yang telah mengikuti jejak kaki Tuhan sampai hari ini adalah mereka yang telah datang ke hadapan takhta Tuhan, dengan demikian, setiap orang yang menerima tahap terakhir pekerjaan Tuhan menjadi sasaran penyucian Tuhan. Dengan kata lain, semua orang yang menerima tahap terakhir pekerjaan Tuhan menjadi sasaran penghakiman Tuhan.
Video lagu rohani Kristen terbaru ini akan membawa Anda untuk mengenal kasih dan keselamatan Tuhan.
Tuhan desak orang dari semua etnik, semua negara, bahkan industri: Dengar suara-Nya, lihat karya-Nya; beri perhatian pada nasib manusia; jadikan Dia terkudus dan terhormat, tertinggi dan paling layak untuk disembah; mampukan semua manusia untuk hidup dalam berkat Tuhan, seperti keturunan Abraham hidup dalam janji Yahweh, seperti ciptaan-Nya Adam dan Hawa hidup di Taman Eden, seperti ciptaan-Nya Adam dan Hawa hidup di Taman Eden.
Situs web belajar Alkitab menyediakan halaman-halaman seperti pembacaan Alkitab secara online, pembelajaran, konsultasi, kebingungan dan dll. Ada juga firman Tuhan klasik, film-film Injil, dan lagu-lagu pujian bagi renungan harian orang Kristen setiap hari … Semua sumber daya rohani tersedia, dan hanya di situs web belajar Alkitab.
Tuhan sumber hidup manusia; surga bumi ada kar’na kuasa-Nya. Yang hidup takkan lepas dari otoritasnya Tuhan. Tak peduli siapa dirimu, s’mua harus taat Tuhan, tunduk pada kekuasaan, pada kontrol, dan perintah-Nya! Mungkin kau mau temukan hidup dan kebenaran, temukanlah Tuhanmu ‘tuk terima hidup kekal. Jika kau ingin dapat hidup kekal, cari sumbernya dan Tuhan. Tuhanlah hidup kekal, hanya Dialah jalan hidup. Sebab Tuhan jalan hidup, Dialah jalan ke hidup kekal.
Aku telah percaya pada Tuhan Yesus selama bertahun-tahun, dan selalu hidupku, aku hidup dalam dosa dan mengaku dosa, terutama pada darahku yang lebih tinggi, tidak peduli apakah itu di rumah, atau di kantor. Ketika orang lain bicara, dan melakukan suatu hal yang tidak sesuai dengan keinginanku, aku selalu tidak bisa mengendalikan amarahku, dan masalah ini membuat aku sangat tersiksa. Aku ingin mencari, bagaimana cara menyelesaikan masalah amarahku, dan tidak hidup dalam dosa, serta mempraktikan ajaran Tuhan Yesus?
Firman Tuhan adalah bantuan kita setiap saat. Kita membutuhkan persediaan dan makanan Firman Tuhan setiap hari, sehingga kita dapat memiliki jalan keluar.
Makna dari inkarnasi adalah bahwa Tuhan menampakkan diri dalam daging, dan Dia datang untuk bekerja di antara manusia ciptaan-Nya dalam rupa manusia. Jadi, agar Tuhan berinkarnasi, pertama-tama Dia harus menjadi daging, daging dengan wujud manusia normal; hal ini, setidaknya, harus benar. Faktanya, implikasi dari inkarnasi Tuhan adalah bahwa Tuhan hidup dan bekerja dalam daging, Tuhan di dalam hakikat-Nya menjadi daging, menjadi seorang manusia. Kehidupan dan pekerjaan inkarnasi-Nya dapat dibagi menjadi dua tahap. Yang pertama adalah kehidupan-Nya sebelum melaksanakan pelayanan-Nya. Dia hidup dalam keluarga manusia biasa, dalam kemanusiaan yang normal, mematuhi moral dan hukum normal kehidupan manusia, dengan kebutuhan manusia normal (makanan, pakaian, tempat tinggal, tidur), kelemahan manusia normal, dan emosi manusia normal. Dengan kata lain, selama tahap pertama ini Dia hidup dalam ketidakilahian, manusia normal yang sepenuhnya, terlibat dalam semua kegiatan manusia normal. Tahap kedua adalah kehidupan yang Dia jalani setelah Dia mulai melakukan pelayanan-Nya. Dia masih menjalani kehidupan sebagai manusia normal dalam wujud manusia, tidak menunjukkan tanda kemahakuasaan. Namun Dia hidup murni demi pelayanan-Nya, dan selama periode ini kemanusiaan-Nya yang normal sepenuhnya ada untuk pekerjaan ilahi-Nya; karena pada saat itu kemanusiaan-Nya yang normal telah matang hingga dapat melakukan pelayanan-Nya. Jadi tahap kedua dari kehidupan-Nya adalah melaksanakan pelayanan-Nya dalam kemanusiaan-Nya yang normal, suatu kehidupan di mana Dia menjalani kemanusiaan yang normal dan sekaligus keilahian yang utuh. Alasan mengapa, selama tahap pertama kehidupan-Nya, Dia hidup sebagai manusia biasa seutuhnya adalah karena kemanusiaan-Nya belum setara dengan keseluruhan pekerjaan ilahi, belum dewasa; hanya setelah kemanusiaannya tumbuh dewasa, mampu memikul pelayanan-Nya, Dia dapat mengatur pelaksanaan pelayanan-Nya. Karena Dia, sebagai daging, perlu bertumbuh dan dewasa, tahap pertama kehidupan-Nya adalah kehidupan manusia normal, sedangkan di tahap kedua, karena kemanusiaan-Nya mampu menampung pekerjaan dan pelayanan-Nya, kehidupan yang Tuhan yang berinkarnasi hidupi selama pelayanan-Nya adalah kehidupan yang manusiawi sekaligus ilahi. Jika sejak saat kelahiran-Nya, Tuhan yang berinkarnasi memulai pelayanan-Nya dengan sungguh-sungguh, melakukan tanda-tanda dan mukjizat, maka Dia tidak akan memiliki hakikat jasmani. Oleh karena itu, kemanusiaan-Nya ada demi hakikat jasmani-Nya; tidak ada daging tanpa kemanusiaan, dan seseorang tanpa kemanusiaan bukanlah manusia. Dengan demikian, kemanusiaan Tuhan yang berinkarnasi adalah sifat hakiki dari Tuhan yang berinkarnasi. Mengatakan bahwa “Ketika Tuhan menjadi daging, Dia sepenuhnya ilahi dan sama sekali bukan manusia,” adalah penghujatan, karena ini mustahil terjadi dan melanggar prinsip inkarnasi. Bahkan setelah Dia mulai melakukan pelayanan-Nya, keilahian-Nya masih ada dalam kemanusiaan-Nya di saat Dia melakukan pekerjaan-Nya; hanya saja pada saat itu, kemanusiaan-Nya memiliki satu tujuan yaitu memungkinkan keilahian-Nya untuk melakukan pekerjaan dalam daging yang normal. Jadi yang bekerja adalah keilahian yang mendiami kemanusiaan-Nya. Keilahian-Nya-lah yang bekerja, bukan kemanusiaan-Nya, tetapi keilahian yang tersembunyi di dalam kemanusiaan-Nya; pekerjaan-Nya pada dasarnya dilakukan oleh keilahian-Nya yang sempurna, bukan oleh kemanusiaan-Nya. Tetapi yang melakukan pekerjaan itu adalah daging-Nya. Orang dapat mengatakan bahwa Dia adalah seorang manusia dan juga adalah Tuhan, karena Tuhan menjadi daging, dengan rupa manusia dan hakikat manusia tetapi juga hakikat Tuhan. Karena Dia adalah manusia dengan hakikat Tuhan, Dia berada di atas semua manusia yang diciptakan, di atas siapa pun yang dapat melakukan pekerjaan Tuhan. Dan juga, di antara semua yang memiliki rupa manusia seperti milik-Nya, di antara semua yang memiliki kemanusiaan, hanya Dia Tuhan yang berinkarnasi itu sendiri—semua hal lain adalah manusia ciptaan. Meskipun mereka semua memiliki kemanusiaan, manusia yang diciptakan bukanlah apa-apa tetapi manusia, sementara Tuhan yang berinkarnasi berbeda: Di dalam daging-Nya Dia tidak hanya memiliki kemanusiaan tetapi yang lebih penting memiliki keilahian. Kemanusiaan-Nya dapat dilihat pada penampakan luar daging-Nya dan dalam kehidupan-Nya sehari-hari, tetapi keilahian-Nya sangat sulit dipahami. Karena keilahian-Nya dinyatakan hanya ketika Ia berada dalam kemanusiaan-Nya, dan tidak sesupernatural yang orang bayangkan, keilahian-Nya sangat sulit untuk orang pahami. Bahkan sampai sekarang pun, paling sulit bagi orang-orang untuk memahami hakikat sejati dari Tuhan yang berinkarnasi. Bahkan setelah Aku menjelaskan tentang semua ini sekian lamanya, hal ini masih tetap menjadi misteri bagi kebanyakan orang di antaramu. Ini sangat sederhana sebenarnya: Karena Tuhan menjadi manusia, hakikat-Nya adalah kombinasi antara kemanusiaan dan keilahian. Kombinasi ini disebut Tuhan itu sendiri, Tuhan sendiri yang berada di bumi.
Firman Tuhan adalah kebenaran, jalan, dan kehidupan. Apakah Anda ingin memahami kebenaran dan mendapatkan kehidupan?
Makhluk ciptaan yang sejati harus tahu siapa Sang Pencipta, apa maksud dari penciptaan manusia, dan bagaimana menjalankan tanggung jawab sebagai makhluk ciptaan, dan bagaimana menyembah Tuhan atas segala ciptaan. Ia harus mengerti, memahami, mengetahui, dan memedulikan maksud, keinginan, dan tuntutan Sang Pencipta, dan harus bertindak sesuai dengan jalan Sang Pencipta—takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan.
Sama seperti saudara dan saudari yang percaya kepada Tuhan Yesus, saya juga berharap untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus dan diangkat ke kerajaan surga. Pada saat yang sama, saya selalu berjaga-jaga pada jalan yang salah dan ajaran sesat, karena takut tertipu dan kehilangan berkat Tuhan.