Tuhan Memuji Pertobatan Raja Niniwe

1 Ketika raja Niniwe mendengar kabar ini, ia bangun dari takhtanya, melepaskan jubahnya, memakai kain kabung dan duduk di atas abu. Ia lalu memberi perintah tidak ada seorang pun di kota yang boleh mencicipi apa pun, dan tidak ada ternak, domba, lembu yang boleh merumput atau minum air. Manusia dan ternak sama-sama mengenakan kain kabung; manusia berdoa dengan sangat kepada Tuhan. Raja juga mengumumkan bahwa setiap orang dari antara mereka harus berbalik dari jalan mereka yang jahat dan meninggalkan kejahatan di tangan mereka. Dilihat dari tindakannya, raja Niniwe menunjukkan pertobatan sepenuh hatinya. Lewat kejadian-kejadian ini, raja Niniwe benar-benar melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang penguasa; rangkaian tindakannya merupakan tindakan yang sulit dilakukan oleh raja mana pun dalam sejarah dunia, dan tidak ada yang bisa melakukannya. Tindakan-tindakan itu bisa disebut tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah manusia. Tindakan-tindakan ini layak diingat dan ditiru umat manusia.

Lanjutkan membaca “Tuhan Memuji Pertobatan Raja Niniwe”

Apakah Artinya Pertobatan Sejati? Bagaimana Mencapai Pertobatan Sejati

doa kristen

Apakah artinya pertobatan sejati

Tuhan Yesus berkata: “Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat” (Matius 4:17). Tuhan mengajar kita untuk benar-benar bertobat. Ini adalah syarat untuk memasuki kerajaan surga. Tanpa pertobatan sejati, saat bencana melanda, kita akan jatuh ke dalam bencana dan menangis serta menggertakkan gigi. Seperti yang dikatakan Tuhan Yesus: “Dan, lihatlah, Aku segera datang; dan upah-Ku akan Kubawa bersama-Ku, untuk Kuberikan kepada setiap orang sesuai perbuatannya” (Wahyu 22:12). Dari sini, dapat dilihat bahwa apakah kita mencapai pertobatan sejati atau tidak berkaitan secara langsung dengan apakah kita bisa masuk kerajaan surga! Jadi apakah artinya pertobatan sejati? Bagaimana mencapai pertobatan sejati?

Lanjutkan membaca “Apakah Artinya Pertobatan Sejati? Bagaimana Mencapai Pertobatan Sejati”

Ketika Bencana Melanda, Hanya Mereka yang Mencapai Pertobatan Sejati Bisa dilindungi oleh Tuhan

Lima tanda kedatangan Tuhan yang kedua kali telah muncul, dan Tuhan sudah kembali.

doa dan bertobat

Sekarang semua jenis bencana terjadi satu demi satu. Wabah mengamuk di seluruh dunia. Setiap hari ada sejumlah besar orang yang tewas dalam bencana dan banyak orang menjadi panik. Banyak orang percaya mengira bahwa ketika bencana terjadi, mereka harus berdoa kepada Tuhan secara intensif, untuk mengakui dosa-dosa mereka dan bertobat, sehingga mereka dapat dilindungi oleh Tuhan dalam bencana. Dapatkah berdoa kepada Tuhan dan mengakui dosa-dosa kita menjamin bahwa kita bisa mendapat perlindungan Tuhan dalam bencana? Mengapa beberapa orang berdoa kepada Tuhan dan mengakui dosa-dosa mereka, tetapi mereka masih tewas dalam bencana? Apakah yang bisa kita lakukan agar dilindungi oleh Tuhan? Selanjutnya kita akan mencari jawaban dalam kata-kata Tuhan Yesus.

Lanjutkan membaca “Ketika Bencana Melanda, Hanya Mereka yang Mencapai Pertobatan Sejati Bisa dilindungi oleh Tuhan”

Khotbah tentang Pertobatan: Cara mencapai pertobatan sejati

KL262S-脫罪進天國

Dalam beberapa tahun terakhir, bencana semakin besar dan semakin parah, seperti gempa bumi, tulah, kebakaran, banjir, dan sebagainya. Banyak orang telah menyadari bahwa bencana yang sering terjadi adalah tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus, dan hari Tuhan Yesus semakin dekat. Tuhan Yesus berkata “Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat” (Matius 4:17). Jelas, hanya mereka yang benar-benar bertobat yang dapat dilindungi oleh Tuhan dan menghindari kematian dalam bencana. Jadi, apa yang dimaksud dengan pertobatan sejati? Bagaimana kita dapat mencapai pertobatan sejati? Mari kita menjelajahi topik ini bersama. Lanjutkan membaca “Khotbah tentang Pertobatan: Cara mencapai pertobatan sejati”

Tuhan Melihat Pertobatan Tulus dari Lubuk Hati Orang Niniwe

尼尼微

 

Perbedaan Besar Antara Reaksi Penduduk Niniwe dan Sodom Terhadap Peringatan Tuhan Yahweh

Apa artinya ditunggangbalikkan? dalam bahasa sehari-hari, itu berarti menghilang. Tetapi dengan cara apa? Siapa yang bisa menunggangbalikkan seluruh kota? Tidak mungkin bagi manusia melakukannya, tentu saja. Orang-orang itu tidak bodoh. Begitu mereka mendengar pernyataan ini, mereka langsung tahu maksudnya. Mereka tahu perkataan ini datang dari Tuhan, mereka tahu Tuhan akan melakukan pekerjaan-Nya. Mereka tahu bahwa kejahatan mereka membuat Tuhan Yahweh marah dan membuat-Nya menumpahkan amarah-Nya kepada mereka, sehingga mereka akan dihancurkan bersama kota mereka. Bagaimana orang-orang di kota itu bersikap setelah mendengarkan peringatan Tuhan Yahweh? Alkitab menjelaskan dengan detail bagaimana orang-orang itu bereaksi mulai dari raja sampai rakyat jelata. Seperti yang dicatat dalam Kitab Suci Alkitab: “Maka orang Niniwe percaya kepada Tuhan dan menyatakan berpuasa, mengenakan kain kabung, dari yang paling besar sampai yang paling kecil di antara mereka. Kabar ini sampai kepada raja Niniwe, maka bangkitlah ia dari takhtanya, menanggalkan jubahnya, menyelubungi diri kain kabung dan duduk di atas abu. Dan ia menyuruh orang menyerukan dan memaklumkan di seluruh Niniwe berdasarkan ketetapan raja dan para pembesarnya, demikian, “Tidak ada manusia atau binatang, atau ternak boleh makan, mereka tidak boleh makan apa pun, atau minum air. Namun, manusia dan binatang harus mengenakan kain kabung dan berseru dengan nyaring kepada Tuhan: Biarlah semua orang berbalik dari jalannya yang jahat dan dari kejahatan yang ada di tangan mereka …”
Lanjutkan membaca “Tuhan Melihat Pertobatan Tulus dari Lubuk Hati Orang Niniwe”