Jangan melakukan kesalahan yang sama seperti Dom

Tomas

Sekarang, nubuat tentang kembaliya Tuhan Yesus pada dasarnya telah digenapi. Banyak orang percaya mengharapkan Tuhan Yesus akan datang dengan awan-awan untuk mengangkat orang-orang percaya untuk masuk ke dalam kerajaan surga. Ketika ada orang memberita kabar tentang kembalinya Tuhan Yesus, Anda menganggap belum melihat pemandangan yang spektakuler bagi Tuhan datang dengan awan-awan, maka Anda tidak mendengarkan, tidak melihat, dan menyelidiki, dan bahkan berpikir bahwa Tuhan Yesus yang bukan datang dengan awan-awan adalah palsu.. Apakah gagasan seperti itu sesuai dengan kehendak Tuhan? Kita dapat mengenangkan bahwa ada sebuah catatan dalam Alkitab, ketika Tuhan Yesus menampakkan diri kepada murid-murid setelah kebangkitan-Nya, Tomas berkata, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” (Yohanes 20:25) Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yohanes 20:29) Mengapa Tuhan Yesus mengatakan begitu dengan Tomas? Bagaimana sikap Tuhan terhadap orang-orang seperti Tomas?
Tuhan berfirman: “Meskipun pada saat ini Tomas tidak lagi ragu, ia telah selamanya kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan Kristus. Ia telah selamanya kehilangan kesempatan untuk bersama dengan-Nya, untuk mengikuti-Nya, untuk mengenal-Nya. Ia telah selamanya kehilangan kesempatan untuk disempurnakan Kristus. Penampakan diri Tuhan Yesus dan firman-Nya memberikan sebuah kesimpulan, dan sebuah putusan atas iman orang-orang yang dipenuhi keraguan. Ia menggunakan firman dan tindakan-Nya yang nyata untuk memberitahu mereka yang ragu-ragu, memberitahu mereka yang hanya percaya kepada Tuhan yang di surga tetapi tidak percaya pada Kristus, yaitu bahwa Tuhan tidak memuji kepercayaan mereka, Ia juga tidak memuji cara mereka mengikuti-Nya yang dipenuhi keraguan. Hari ketika mereka sepenuhnya percaya kepada Tuhan dan Kristus adalah satu-satunya hari ketika Tuhan menyelesaikan pekerjaan-Nya yang besar. Tentu saja, hari itu juga merupakan hari ketika keraguan mereka menerima putusan. Sikap mereka terhadap Kristus menentukan nasib mereka, dan keraguan mereka yang keras menandakan iman mereka tidak memberikan mereka hasil apa-apa, dan kerasnya hati mereka berarti harapan mereka sia-sia. Karena kepercayaan mereka kepada Tuhan yang di surga dibangun atas ilusi, dan keraguan mereka akan Kristus sebenarnya adalah sikap mereka yang sebenarnya terhadap Tuhan, meskipun mereka menyentuh bekas paku pada tubuh Kristus, iman mereka tetap tidak berguna dan kesudahan mereka dapat diumpamakan seperti memukul angin—sia-sia.”
Dari firman Tuhan, kita dapat melihat sikap Tuhan terhadap orang-orang seperti Tomas, dan juga melihat akhir bagi orang-orang seperti Tomas. Justru, jika kita menyambut Tuhan Yesus sama seperti Tomas, hanya percaya ketika melihat Tuhan Yesus datang secara terbuka di awan-awan untuk menampakkan diri, bagaimana dengan akhir kita?
Tuhan berfirman: “Mungkin banyak orang tidak peduli dengan apa yang Aku katakan, tetapi Aku tetap ingin memberi tahu setiap orang yang disebut orang suci yang mengikuti Yesus bahwa, ketika engkau sekalian melihat Yesus turun dari surga di atas awan putih dengan mata engkau sekalian sendiri, itu akan menjadi penampakan publik Sang Matahari kebenaran. Barangkali itu akan menjadi saat yang sangat menyenangkan bagimu, tetapi ketahuilah bahwa saat engkau menyaksikan Yesus turun dari surga, saat itulah engkau turun ke neraka untuk dihukum. Itulah tanda berakhirnya rencana pengelolaan Tuhan, dan saatnya Tuhan memberi upah orang baik menghukum yang jahat. Penghakiman Tuhan akan berakhir sebelum manusia melihat tanda-tanda, ketika hanya ada pengungkapan kebenaran. Mereka yang menerima kebenaran dan tidak mencari tanda-tanda, sehingga mereka disucikan, akan kembali ke hadapan takhta Tuhan dan masuk ke dalam pelukan Sang Pencipta. Hanya mereka yang bersikeras percaya bahwa “Yesus yang tidak datang kembali di atas awan putih adalah Kristus palsu” akan menerima hukuman abadi, karena mereka hanya percaya kepada Yesus yang menunjukkan tanda-tanda, tetapi tidak mengakui Yesus yang mengumumkan penghakiman yang berat dan menunjukkan jalan kehidupan yang sebenarnya. Jadi, hanya dengan cara itulah Yesus menangani mereka pada saat Ia secara terbuka datang kembali di atas awan putih.”Dapat dilihat dari firman Tuhan, pada saat yang Tuhan datang dengan awan untuk menampakkan diri kepada semuar orang, itu adalah saat yang Tuhan mengakhiri pekerjaan-Nya, dan juga adalah saat yang Tuhan menghargai yang baik dan menghukum yang jahat. Jadi Anda baru percaya pada saat itu, yang sama seperti Tomas, Anda akan kehilangan keselamatan. Hanya mereka yang menerima kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan dan dosa mereka dapat dimurnikan pada waktu yang Tuhan datang secara rahasia untuk melakukan pekerjaan-Nya sebelum bencana, agar dapat dipuji Tuhan dan layak memasuki kerajaan Tuhan. Jadi bagaimana kita dapat menyambut kedatangan Tuhan Yesus sebelum malapetaka besar dituruni? Mohon perhatikan postingan besok kami.

Catatan Editor: Bagaimana kita dapat menyambut Tuhan di hari-hari terakhir ini? Bagaimana kita bisa memasuki kerajaan surga untuk mendapat kehidupan yang kekal? Tuhan Yesus berkata, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka engkau akan menemukan; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Matius 7: 7) Jika Anda ingin tahu misteri kedatangan kembalinya Tuhan Yesus dan haus untuk menghadiri perjamuan bersama dengan Tuhan, silakan berkomunikasi dengan kami melalui Messenger.

  1. Obrol bersama kami di Messenger: https://bit.ly/2Te4fuo
  2. Hubungi kami via Whatsapp: +62-811-263-5058
  3. pertemuan online: https://bit.ly/2WCE96m 

Doa yang dijawab Tuhan, bagaimana diwujudkan

doa

Tuhan Yesus pernah berkata: “Karena itu Aku berkata kepadamu, apa saja yang engkau inginkan, ketika engkau berdoa, percayalah bahwa engkau telah menerimanya, dan engkau akan memilikinya” (Markus 11:24). Tetapi sekarang banyak saudara dan saudari tidak merasakan kehadiran Tuhan dalam doa. Tidak ada pencerahan ketika membaca Alkitab dan tidak ada penerangan Roh Kudus ketika berdoa; Lemah dan negatif, tidak ada keyakinan setelah doa, berdoa untuk pemulihan gereja, setelah berdoa gereja masih sepi, dan sebagainya. Kita juga dengan tulus berdoa kepada Tuhan, mengapa Tuhan tidak mendengarkan doa kita? Bagaimana doa kita dapat didengar oleh Tuhan? Lanjutkan membaca “Doa yang dijawab Tuhan, bagaimana diwujudkan”

Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II (Kutipan VIII)

Niniwe

Belas Kasih dan Toleransi Tuhan Tidaklah Langka—Pertobatan Sejati Manusia yang Langka
Terlepas dari seberapa marah Tuhan terhadap penduduk Niniwe, begitu mereka menyatakan puasa dan mengenakan kain kabung dan abu, hati-Nya secara bertahap melembut dan Dia mulai mengubah hati-Nya. Ketika Dia menyatakan kepada mereka bahwa Dia akan menghancurkan kota mereka—sebelum pengakuan dan pertobatan mereka dari dosa—Tuhan masih marah terhadap mereka. Begitu mereka sudah melewati sejumlah tindakan pertobatan, amarah Tuhan terhadap orang-orang Niniwe berangsur berubah menjadi belas kasih dan toleransi kepada mereka. Lanjutkan membaca “Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II (Kutipan VIII)”

Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas “Awan Putih” (Kutipan III)

langit

Ketika sang Juruselamat datang pada akhir zaman, seandainya Ia masih disebut Yesus, dan sekali lagi terlahir di Yudea, dan melakukan pekerjaan-Nya di Yudea, maka hal ini akan membuktikan bahwa Aku hanya menciptakan bangsa Israel dan hanya menebus bangsa Israel, dan Aku tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan bangsa-bangsa bukan Yahudi. Bukankah ini akan berlawanan dengan firman-Ku, bahwa “Aku-lah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatu”? Lanjutkan membaca “Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas “Awan Putih” (Kutipan III)”

Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas “Awan Putih” (Kutipan II)

yesus mengetuk pintu

“Yahweh” adalah nama yang Aku pakai selama pekerjaan-Ku di Israel, dan yang artinya Tuhan orang Israel (bangsa pilihan Tuhan) yang dapat mengasihani manusia, mengutuk manusia, dan membimbing hidup manusia. Yang artinya Tuhan yang memiliki kuasa besar dan penuh dengan hikmat. “Yesus” adalah Imanuel, dan yang artinya korban penghapus dosa yang penuh kasih, belas kasihan, dan menebus manusia. Ia melakukan pekerjaan Zaman Kasih Karunia, dan mewakili Zaman Kasih Karunia, dan hanya dapat mewakili satu bagian rencana pengelolaan. Lanjutkan membaca “Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas “Awan Putih” (Kutipan II)”

Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas “Awan Putih” (Kutipan I)

Jesus

Selama ribuan tahun, manusia telah begitu rindu untuk dapat menyaksikan kedatangan sang Juruselamat. Manusia sangat rindu melihat Yesus sang Juruselamat di atas awan putih, saat Ia sendiri turun ke antara mereka yang selama ribuan tahun telah merindukan dan mendambakan-Nya. Manusia telah merindukan agar sang Juruselamat datang dan bersatu kembali dengan umat-Nya, yakni, agar Yesus sang Juruselamat datang kembali kepada orang-orang yang telah dipisahkan dari-Nya selama ribuan tahun. Lanjutkan membaca “Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas “Awan Putih” (Kutipan I)”

Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II (Kutipan X)

matahari

Walau kota Niniwe penuh dengan orang-orang yang rusak, jahat, dan kejam sama seperti orang-orang di Sodom; pertobatan mereka menyebabkan Tuhan mengubah hati-Nya dan memutuskan untuk tidak menghancurkan mereka. Karena reaksi mereka terhadap firman dan instruksi Tuhan menunjukkan sebuah sikap yang sangat berbeda dengan sikap penduduk Sodom dan karena penundukan diri mereka yang jujur kepada Tuhan dan pertobatan mereka yang jujur dari dosa-dosanya, serta perilaku mereka yang benar dan sepenuh hati dalam segala hal, Tuhan sekali lagi menunjukkan rasa iba-Nya yang sepenuh hati dan memberikannya kepada mereka. Lanjutkan membaca “Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II (Kutipan X)”

Fakta Kendali dan Kekuasaan Sang Pencipta Atas Segala Sesuatu dan Makhluk Hidup Adalah tentang Keberadaan Sejati dari Otoritas Sang Pencipta

domba

Demikian pula, berkat Tuhan Yahweh kepada Ayub dicatat dalam Kitab Ayub. Apa yang Tuhan anugerahkan kepada Ayub? “Maka Yahweh memberkati Ayub dalam kehidupan berikutnya lebih daripada sebelumnya; dia memiliki 14.000 domba, dan 6.000 unta, dan 1.000 lembu, dan 1.000 keledai betina” (Ayub 42:12). Dari perspektif manusia, apa saja hal-hal yang diberikan kepada Ayub tersebut? Apakah semua itu aset manusia? Dengan aset-aset ini, apakah Ayub sangat kaya di zaman tersebut? Dan bagaimana dia memperoleh aset tersebut? Apa yang menyebabkan kekayaannya? Sangat jelas bahwa itu karena berkat Tuhan sehingga Ayub dapat memilikinya. Cara Ayub memandang aset-aset ini, dan cara dia menganggap berkat-berkat Tuhan, bukanlah sesuatu yang akan kita bahas di sini. Ketika berbicara tentang berkat Tuhan, semua orang merindukan, siang dan malam, untuk diberkati oleh Tuhan, namun manusia tidak memiliki kendali atas berapa banyak aset yang dapat dia peroleh selama masa hidupnya, atau apakah dia dapat menerima berkat dari Tuhan—dan ini adalah fakta yang tak terbantahkan! Tuhan memiliki otoritas, dan memiliki kuasa untuk menganugerahkan aset apa pun kepada manusia, untuk memungkinkan manusia memperoleh berkah, namun ada prinsip di balik berkat Tuhan. Orang macam apa yang diberkati oleh Tuhan? Orang-orang yang Dia suka, tentunya! Abraham dan Ayub sama-sama diberkati oleh Tuhan, namun berkat yang mereka terima tidak sama. Tuhan memberkati Abraham dengan keturunan sebanyak pasir dan bintang-bintang. Ketika Tuhan memberkati Abraham, Dia menyebabkan keturunan dari satu lelaki, satu bangsa, menjadi kuat dan makmur. Dalam hal ini, otoritas Tuhan memerintah umat manusia, yang menghembuskan nafas Tuhan di antara segala sesuatu dan makhluk hidup. Di bawah kedaulatan otoritas Tuhan, umat manusia ini menjamur dan hidup dengan kecepatan, dan dalam ruang lingkup, yang diputuskan oleh Tuhan. Secara khusus, kelangsungan hidup bangsa ini, tingkat ekspansi, dan usia harapan hidup semuanya adalah bagian dari pengaturan Tuhan, dan asas dari semua ini sepenuhnya didasarkan pada janji yang dibuat oleh Tuhan kepada Abraham. Ini berarti bahwa, terlepas dari keadaannya, janji-janji Tuhan akan berlanjut tanpa rintangan dan direalisasikan di bawah otoritas Tuhan. Dalam janji yang Tuhan buat kepada Abraham, terlepas dari pergolakan dunia, terlepas dari usia, terlepas dari malapetaka yang dialami oleh umat manusia, keturunan Abraham tidak akan menghadapi risiko kehancuran, dan bangsa mereka tidak akan punah. Namun, berkat Tuhan kepada Ayub membuatnya sangat kaya. Apa yang Tuhan berikan kepadanya adalah sederet makhluk hidup yang bernafas, yang jumlahnya, kecepatan perkembangbiakannya, tingkat kelangsungan hidupnya, kandungan lemaknya dan seterusnya—juga dikendalikan oleh Tuhan. Meski semua makhluk hidup ini tidak memiliki kemampuan untuk berbicara, mereka juga merupakan bagian dari pengaturan Sang Pencipta, dan prinsip pengaturan Tuhan adalah sesuai dengan berkat yang Tuhan janjikan kepada Ayub. Dalam berkat yang Tuhan berikan kepada Abraham dan Ayub, meski apa yang dijanjikan itu berbeda, otoritas yang digunakan oleh Sang Pencipta untuk mengatur segala sesuatu dan makhluk hidup adalah sama. Setiap detail dari otoritas dan kuasa Tuhan dinyatakan dalam janji dan berkat-Nya yang berbeda kepada Abraham dan Ayub, dan sekali lagi menunjukkan kepada umat manusia bahwa otoritas Tuhan jauh melampaui imajinasi manusia. Detail ini memberi tahu umat manusia sekali lagi bahwa jika dia ingin mengetahui otoritas Tuhan, maka ini hanya dapat dicapai melalui firman Tuhan dan dengan mengalami pekerjaan Tuhan.

Otoritas kedaulatan Tuhan atas segala sesuatu memungkinkan manusia untuk melihat satu fakta: Otoritas Tuhan tidak hanya diwujudkan dalam kata-kata “Dan Tuhan berkata, Jadilah terang, maka terang ada, dan, Jadilah cakrawala, maka cakrawala itu ada, dan, Jadilah daratan, maka daratan itu ada,” tetapi, lebih lagi, cara Dia membuat terang terus berlanjut, mencegah cakrawala menghilang, dan menjaga daratan agar selamanya terpisah dari air, serta dalam perincian tentang cara Dia memerintah dan mengatur makhluk-makhluk: terang, cakrawala, dan daratan. Apa lagi yang engkau semua lihat dalam berkat umat manusia dari Tuhan? Jelaslah, setelah Tuhan memberkati Abraham dan Ayub, langkah-langkah Tuhan tidak berhenti, karena Dia baru saja mulai menggunakan otoritas-Nya, dan Dia bermaksud menjadikan setiap firman-Nya sebagai kenyataan, dan membuat setiap detail yang Dia bicarakan menjadi kenyataan, dan demikianlah, di tahun-tahun mendatang, Dia terus melakukan semua yang Dia inginkan. Karena Tuhan memiliki otoritas, barangkali manusia merasa bahwa Tuhan hanya berbicara, dan tidak perlu bekerja untuk semua hal dan hal-hal yang harus diselesaikan. Membayangkan demikian sebenarnya agak konyol! Jika engkau hanya mengambil pandangan sepihak tentang pembuatan perjanjian Tuhan dengan manusia menggunakan firman, dan tentang pencapaian Tuhan atas segala sesuatu menggunakan firman, dan engkau tidak mampu melihat berbagai tanda dan fakta bahwa otoritas Tuhan berkuasa atas kehidupan segala sesuatu, maka pemahaman engkau tentang otoritas Tuhan terlalu hampa dan konyol! Jika manusia membayangkan Tuhan seperti demikian, maka, harus dikatakan bahwa pengetahuan manusia tentang Tuhan telah didorong sangat dalam, dan telah mencapai jalan buntu, karena Tuhan yang manusia bayangkan hanyalah mesin yang mengeluarkan perintah, dan bukan Tuhan yang memiliki otoritas. Apa yang telah engkau lihat melalui contoh-contoh Abraham dan Ayub? Sudahkah engkau melihat sisi nyata dari otoritas dan kuasa Tuhan? Setelah Tuhan memberkati Abraham dan Ayub, Tuhan tidak tinggal di tempat Dia berada, dan Dia tidak menempatkan utusan-Nya untuk bekerja sambil menunggu untuk melihat apa hasilnya. Sebaliknya, segera setelah Tuhan mengucapkan firman-Nya, di bawah petunjuk otoritas Tuhan, segala sesuatu mulai selaras dengan pekerjaan yang Tuhan ingin lakukan, dan di sana disiapkan orang, benda, dan benda yang Tuhan perlukan. Yang berarti bahwa, segera setelah firman itu diucapkan dari mulut Tuhan, otoritas Tuhan mulai ditunjukkan ke seluruh negeri, dan Dia menetapkan suatu arah untuk mencapai dan memenuhi janji yang Dia buat untuk Abraham dan Ayub, sementara juga membuat semua rencana dan persiapan yang tepat untuk semua yang diperlukan untuk setiap langkah dan setiap tahap kunci yang Dia rencanakan untuk dilaksanakan. Selama masa ini, Tuhan tidak hanya menugaskan para utusan-Nya, tetapi juga semua hal yang telah diciptakan oleh-Nya. Yang berarti bahwa ruang lingkup ketika otoritas Tuhan ditunjukkan tidak hanya termasuk para utusan, tetapi, lebih dari itu, segala sesuatu, yang digerakkan untuk mematuhi pekerjaan yang ingin Dia capai; ini adalah tata krama khusus ketika otoritas Tuhan ditunjukkan. Dalam khayalan engkau semua, beberapa orang mungkin memiliki pemahaman berikut tentang otoritas Tuhan: Tuhan memiliki otoritas, dan Tuhan memiliki kuasa, dan oleh karena itu Tuhan hanya perlu tinggal di surga tingkat ketiga, atau hanya perlu tetap di tempatnya, dan tidak perlu melakukan pekerjaan tertentu, dan keseluruhan pekerjaan Tuhan diselesaikan dalam pikiran-Nya. Beberapa orang mungkin juga percaya bahwa, meski Tuhan memberkati Abraham, Tuhan tidak perlu melakukan apa pun, dan itu cukup bagi-Nya dengan hanya mengucapkan firman-Nya. Apakah ini yang sebenarnya terjadi? Jelas tidak! Meski Tuhan memiliki otoritas dan kuasa, otoritas-Nya adalah benar dan nyata, tidak hampa. Keaslian dan kenyataan otoritas dan kuasa Tuhan secara bertahap diungkapkan dan diwujudkan dalam penciptaan-Nya atas segala sesuatu, dan mengendalikan segala sesuatu, dan dalam proses yang digunakan oleh-Nya untuk memimpin dan mengatur umat manusia. Setiap metode, setiap perspektif, dan setiap detail kedaulatan Tuhan atas umat manusia dan segala sesuatu, dan semua pekerjaan yang telah dicapai oleh-Nya, serta pemahaman-Nya tentang segala sesuatu—semuanya secara harfiah membuktikan bahwa otoritas dan kuasa Tuhan bukanlah perkataan yang hampa. Otoritas dan kuasa-Nya ditunjukkan dan terungkap secara konstan, dan dalam segala sesuatu. Perwujudan dan pengungkapan ini berbicara tentang eksistensi nyata otoritas Tuhan, karena Dia menggunakan otoritas dan kuasa-Nya untuk melanjutkan pekerjaan-Nya, dan untuk memberi perintah kepada segala sesuatu, dan memerintah segala sesuatu setiap saat, dan kuasa serta otoritas-Nya tidak dapat digantikan oleh para malaikat, atau utusan Tuhan. Tuhan memutuskan berkat apa yang akan Dia berikan kepada Abraham dan Ayub-itu terserah kepada Tuhan. Meski para utusan Tuhan secara pribadi mengunjungi Abraham dan Ayub, tindakan mereka sesuai dengan perintah-perintah Tuhan, dan di bawah otoritas Tuhan, dan mereka juga hidup di bawah kedaulatan Tuhan. Meski manusia melihat utusan Tuhan mengunjungi Abraham, dan tidak menyaksikan Tuhan Yahweh secara langsung melakukan apa pun dalam catatan Alkitab, pada kenyataannya, satu-satunya Pribadi yang benar-benar memberikan kuasa dan otoritas adalah Tuhan Itu Sendiri, dan ini tidak perlu diragukan lagi oleh siapa pun! Meski engkau telah melihat bahwa para malaikat dan para utusan memiliki kekuatan yang besar, dan telah melakukan mukjizat, atau mereka telah melakukan beberapa hal yang ditugaskan oleh Tuhan, tindakan mereka hanyalah demi menyelesaikan perintah Tuhan, dan sama sekali bukan merupakan pertunjukan otoritas Tuhan-karena tidak ada manusia atau objek yang memiliki, atau memiliki, otoritas Sang Pencipta untuk menciptakan segala sesuatu dan mengatur segala sesuatu. Jadi tidak ada manusia atau objek yang bisa mengeluarkan atau menunjukkan otoritas Sang Pencipta.

Otoritas Sang Pencipta Tidak Berubah dan Tak Terbantahkan

… Meski Tuhan memiliki otoritas dan kuasa, Dia sangat teliti dan berprinsip dalam tindakan-Nya, dan tetap setia kepada firman-Nya. Ketelitiannya, dan prinsip tindakan-Nya, menunjukkan sifat tidak terbantahkan Sang Pencipta dan sifat otoritas Sang Pencipta yang tidak dapat dilampaui. Meski Dia memiliki otoritas tertinggi, dan segala sesuatu berada di bawah kekuasaan-Nya, dan meski Dia memiliki kuasa untuk mengatur segala sesuatu, Tuhan tidak pernah merusak atau mengacaukan rencana-Nya sendiri, dan setiap kali Dia menggunakan otoritas-Nya, itu dilakukan seturut prinsip-Nya sendiri, dan persis seperti apa yang diucapkan dari mulut-Nya, dan mengikuti langkah dan tujuan dari rencana-Nya. Tak perlu dikatakan, segala sesuatu yang diatur oleh Tuhan juga mematuhi prinsip ditunjukkannya otoritas Tuhan, dan tiada orang atau benda pun yang dibebaskan dari pengaturan otoritas-Nya, juga tidak dapat mengubah prinsip penunjukan otoritas-Nya. Di mata Tuhan, mereka yang diberkati menerima nasib baik yang dibawa oleh otoritas-Nya, dan mereka yang dikutuk menerima hukuman mereka karena otoritas Tuhan. Di bawah kedaulatan otoritas Tuhan, tiada orang atau benda pun yang dibebaskan dari pengerahan otoritas-Nya, juga mereka tidak dapat mengubah prinsip dengan mana otoritas-Nya dikerahkan. Otoritas Sang Pencipta tidak diubah karena adanya perubahan dalam faktor apa pun, dan, sama halnya, prinsip dengan mana otoritas-Nya ditunjukkan tidak berubah karena alasan apa pun. Langit dan bumi mungkin mengalami pergolakan besar, tetapi otoritas Sang Pencipta tidak akan berubah; segala sesuatu bisa lenyap, tetapi otoritas Sang Pencipta tidak akan pernah hilang. Ini adalah hakikat dari otoritas Sang Pencipta yang kekal dan tidak dapat berubah, dan ini adalah keunikan sesungguhnya Sang Pencipta!

Tanda-tanda kedatangan Yesus telah muncul, dan Tuhan Yesus sudah kembali! Sangat penting bagi kita untuk segera mencari jejak Tuhan Yesus!

Sikap dan Karakteristik Unik Perkataan Sang Pencipta Adalah Simbol dari Identitas dan Otoritas Unik Sang Pencipta

Berkat Tuhan

Kejadian 17:4-6 Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku denganmu, engkau akan menjadi bapa bagi banyak bangsa. Dan namamu tidak akan lagi disebut Abram, melainkan Abraham; karena Aku telah membuatmu menjadi bapa banyak bangsa. Aku akan membuat engkau memiliki banyak sekali keturunan dan Aku akan membuat engkau menjadi banyak bangsa, dan raja-raja akan lahir darimu. Lanjutkan membaca “Sikap dan Karakteristik Unik Perkataan Sang Pencipta Adalah Simbol dari Identitas dan Otoritas Unik Sang Pencipta”

Perkataan Yesus kepada Murid-murid-Nya Setelah Kebangkitan-Nya

Kebangkitan-Tuhan-Yesus

(Yohanes 20:26-29) Kemudian setelah delapan hari, murid-murid Yesus berkumpul kembali di dalam rumah itu dan Tomas bersama dengan mereka: lalu datanglah Yesus kepada mereka, sementara semua pintu terkunci dan Dia berdiri di tengah-tengah mereka lalu berkata: “Damai sejahtera bagi engkau sekalian!” Lalu Dia berkata kepada Tomas: “Ulurkan jarimu dan lihatlah tangan-Ku, dan ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke lambung-Ku: dan jangan engkau tidak percaya lagi, tetapi percayalah.” Lalu Tomas menjawab dan berkata kepada-Nya: “Ya, Tuhanku.” Yesus berkata kepadanya: “Tomas, karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya: diberkatilah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Lanjutkan membaca “Perkataan Yesus kepada Murid-murid-Nya Setelah Kebangkitan-Nya”