‘Takut akan Tuhan ‘ tidak berarti ketakutan dan perasaan ngeri tanpa arti

ayat Alkitab,
Tuhan berfirman:” ‘Takut akan Tuhan ‘ tidak berarti ketakutan dan perasaan ngeri tanpa arti, bukan menghindari, bukan menjaga jarak, bukan juga memberhalakan ataupun menjadikan takhayul. Takut akan Tuhan adalah kekaguman, rasa hormat, kepercayaan, pengertian, kepedulian, ketaatan, pengabdian, kasih, juga penyembahan tanpa syarat dan tanpa mengeluh, balasan, dan ketertundukkan.“

Direkomendasikan:Misteri Alkitab – Kekuatan hidup Tuhan 

                                         Sumber Artikel dari “Belajar Alkitab

12 Ayat-ayat Alkitab yang Memberi Harapan untuk Membangkitkan Semangatmu di Masa-Masa Sulit

ayat Alkitab, perjanjian Baru,

Dalam kehidupan, kita sering merasa sakit dan tidak berdaya karena beberapa lingkungan yang tidak memuaskan, bagaimana kita dapat mempertahankan hubungan normal dengan Tuhan dan memiliki keyakinan untuk menghadapi penderitaan ini? Baca ayat berikut tentang dorongan agar kita bisa mendapatkan kepercayaan dan kekuatan dari Tuhan dalam menghadapi kesulitan!

Datanglah kepada-Ku, hai semua yang berjerih lelah dan berbeban berat, dan Aku akan memberimu kelegaan. Pikullah kuk-Ku atasmu, dan belajarlah dari-Ku, sebab Aku lemah lembut dan rendah hati, dan engkau akan mendapatkan kelegaan bagi jiwamu. Karena kuk-Ku itu mudah dan beban-Ku pun ringan.
(Matius 11:28-30)

Hal-hal ini telah Kukatakan kepadamu, agar di dalam-Ku engkau dapat memperoleh damai sejahtera. Di dunia ini engkau akan mengalami kesukaran, tetapi teguhkanlah hatimu, Aku sudah mengalahkan dunia.
(Yohanes 16:33)

Diberkatilah mereka yang dianiaya karena kebenaran: karena kerajaan surga adalah milik mereka.
(Matius 5:10)

Tidak ada pencobaan yang menimpamu selain pencobaan yang biasa bagi manusia: akan tetapi, Tuhan itu setia, sehingga Dia tidak akan membiarkan engkau dicobai melebihi kemampuanmu; melainkan dengan pencobaan itu, Dia juga akan menyediakan jalan keluar, supaya engkau dapat menanggungnya.
(1 Korintus 10:13)

Sebab penderitaan ringan kami, yang hanya sementara, mengerjakan bagi kami kemuliaan yang lebih besar dan kekal.
(2 Korintus 4:17)

Sebab kita bukan mempunyai imam besar yang tidak dapat merasakan semua kelemahan kita, sebaliknya Dia sudah dicobai dalam segala hal, sama seperti kita, tetapi Dia tidak berbuat dosa. Karena itu, marilah kita datang menghadap ke takhta kasih karunia dengan keberanian, supaya kita dapat memperoleh rahmat, dan menemukan kasih karunia yang menolong pada saat kita membutuhkan.
(Ibrani 4:15-16)

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai sukacita ketika engkau jatuh ke dalam berbagai godaan; karena ketahuilah ini, bahwa ujian atas imanmu mengerjakan kesabaran. Tetapi biarlah kesabaran itu melakukan pekerjaannya yang sempurna, sehingga engkau menjadi sempurna dan utuh serta tidak menginginkan apa pun.
(Yakobus 1:2-4)

Berbahagialah orang yang menanggung pencobaan, karena saat dia diuji, dia akan menerima mahkota kehidupan, yang telah dijanjikan Tuhan kepada mereka yang mengasihi-Nya.
(Yakobus 1:12)

Dalam hal inilah engkau sangat bersukacita, meskipun sekarang untuk sementara waktu, jika diperlukan, engkau sangat menderita melalui berbagai pencobaan, bahwa ujian atas imanmu itu jauh lebih berharga daripada emas yang dapat binasa, sekalipun diuji dengan api, yang akan mendapatkan pujian dan kehormatan dan kemuliaan pada hari penampakan Yesus Kristus.
(1 Petrus 1:6-7)

Serahkan semua kekhawatiranmu kepada-Nya sebab Dia peduli padamu
(1 Petrus 5:7)

Tetapi Tuhan, sumber segala kasih karunia, yang sudah memanggil engkau kepada kemuliaan kekal-Nya dalam Kristus Yesus, setelah engkau menderita sebentar, menjadikanmu sempurna, menegakkan, menguatkan, membuatmu kokoh.
(1 Petrus 5:10)

Direkomendasikan:

Firman Tuhan – Membangkitkan Semangatmu di Masa-Masa Sulit

Sumber Artikel dari “Belajar Alkitab

Kisah Sebenarnya di Balik Pekerjaan pada Zaman Penebusan

Yesus, Perumpamaan Yesus,

Seluruh rencana pengelolaan-Ku, rencana yang terbentang selama enam ribu tahun, terdiri dari tiga tahap atau tiga zaman: Zaman Hukum Taurat pada bagian awal; Zaman Kasih Karunia (yang juga merupakan Zaman Penebusan); dan Zaman Kerajaan pada akhir zaman. Konsep pekerjaan-Ku di ketiga zaman ini berbeda-beda sesuai dengan sifat setiap zaman, tetapi setiap tahapnya sesuai dengan kebutuhan manusia—atau lebih tepatnya, setiap tahap dilakukan berdasarkan tipu muslihat yang digunakan Iblis dalam perang yang telah Kulancarkan. Tujuan pekerjaan-Ku adalah untuk mengalahkan Iblis, untuk mewujudkan hikmat dan kemahakuasaan-Ku, untuk mengungkap semua tipu muslihat Iblis, agar dapat menyelamatkan seluruh umat manusia yang hidup di bawah wilayah kekuasaannya. Tujuan-Ku adalah untuk menunjukkan hikmat dan kemahakuasaan-Ku sekaligus menyingkapkan keburukan Iblis yang tak tertahankan. Lanjutkan membaca “Kisah Sebenarnya di Balik Pekerjaan pada Zaman Penebusan”

Pencerahan baru dari Wahyu: Nama kembalinya Tuhan Yesus akan berubah

khotbah, Yesus Kristus, Tuhan Yesus

Oleh Chengxin, Tiongkok

Jam beker di mejaku menunjukkan pukul 11​​:05 malam. Aku punya kebiasaan di mana, setiap malam sebelum tidur, aku akan membaca satu ayat dari Alkitab. Biasanya, aku sudah membaca satu ayat dan akan tertidur pada saat ini, tetapi pada malam ini, aku kebingungan dengan sebuah ayat dalam Alkitab. Lanjutkan membaca “Pencerahan baru dari Wahyu: Nama kembalinya Tuhan Yesus akan berubah”

Bagaimana memahami arti “mengikuti Injil lain”

Alkitab, apa itu agama Kristen?,

Oleh Li Qiang, Tiongkok

Alkitab menyatakan, “Aku heran betapa cepatnya engkau berpaling dari Dia yang memanggil engkau kepada kasih karunia Kristus dan beralih kepada injil lain; yang sebenarnya bukan Injil; tetapi ada orang yang mengacaukan engkau sekalian, dan yang ingin membelokkan Injil Kristus. Tetapi meskipun kami, atau malaikat dari surga, yang memberitakan kepada engkau injil lain selain Injil yang sudah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia” (Galatia 1:6-8).

Lanjutkan membaca “Bagaimana memahami arti “mengikuti Injil lain””

Apakah kata-kata dalam Alkitab diilhami Tuhan?

Alkitab, Armageddon Alkitab, ajaran Alkitab,

Halo saudara-saudari dari Tanya & Jawab Rohani:

Akhir-akhir ini aku bingung tentang sesuatu, dan aku ingin meminta bantuan Anda. Aku sudah percaya kepada Tuhan selama beberapa dekade, dan aku selalu berpikir bahwa Alkitab diilhami oleh Tuhan. Tetapi belakangan, ketika membaca ayat-ayat kitab suci, aku terkejut menemukan bahwa beberapa catatan dalam Alkitab tersebut tidak konsisten. Sebagai contoh: Dalam catatan Alkitab mengenai tiga penyangkalan Petrus terhadap Tuhan, Matius 26:34 mengatakan: “Yesus berkata kepadanya, Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa hari ini, bahkan malam ini, sebelum ayam jantan berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali” Tetapi Markus 14:30 menyatakan: Lanjutkan membaca “Apakah kata-kata dalam Alkitab diilhami Tuhan?”

berdoa, khotbah, Firman Tuhan,

Apa yang Merupakan Saat Teduh Sejati

Oleh Li Cheng

Aku Percaya Bahwa Saat Teduh Terdiri dari Membaca Alkitab, Berdoa dan Menyanyikan Lagu Pujian Secara Terus-menerus
Aku ingat saat pertama kalinya aku pergi ke gereja dan mendengarkan pendeta menyampaikan khotbah, dan setelah itu aku beroleh pengetahuan tentang keselamatan dari Tuhan Yesus dan aku menyatakan keinginanku untuk percaya kepada Tuhan di gereja tersebut. Sebelum aku pulang, pendeta mengingatkanku:”Untuk hidup sebagai seorang Kristen, orang harus melakukan saat teduh.” Aku bertanya kepada pendeta: “Apa itu saat teduh? Bagaimana kita melakukannya?” Pendeta kemudian memberi tahu aku, “saat teduh adalah membaca Alkitab, berdoa dan menyanyikan lagu pujian setiap hari. Ketika kita berdoa, kita harus berdoa untuk keluarga kita, berdoa untuk saudara-saudari yang lemah di gereja kita, dan berdoa untuk para hamba Tuhan. Kita harus terus membaca Alkitab dan menyanyikan lagu pujian setiap hari, dan kita harus terus melakukannya tanpa henti. Selama engkau rajin menerapkan saat teduh ini setiap hari, kerohanianmu akan terus berkembang dan engkau akan menjadi semakin dekat dengan Tuhan, dan hal ini akan menyenangkan hati Tuhan. ”

Lanjutkan membaca “Apa yang Merupakan Saat Teduh Sejati”

Berbagi dalam Kesetiaan Rohani: Orang Kristen Tidak Boleh Abai untuk Menghadiri Kebaktian

Gereja, Tuhan, Gereja Roh Kudus,

Halo saudara-saudari T&J Rohani,
Aku merasa sangat lelah setelah bekerja seharian, dan aku tidak tidur nyenyak pada malam hari. Akibatnya, aku enggan untuk datang tepat waktu dalam kebaktian. Aku tidak suka dibatasi. Aku merasa bahwa jika aku memiliki kebutuhan rohani, asalkan aku mencari saudara-saudariku untuk mengobrol selama waktu itu, aku akan baik-baik saja. Aku bertanya-tanya apakah penyebab masalah ini. Bagaimana aku harus mengatasi ini?
Saudari An Jing

Lanjutkan membaca “Berbagi dalam Kesetiaan Rohani: Orang Kristen Tidak Boleh Abai untuk Menghadiri Kebaktian”

Peperangan Rohani: Apa yang Aku Dapatkan Setelah Mengalami Pencobaan Iblis Secara Pribadi

 Gereja Kristen,Kesaksian Kristen, Oleh Saudari Xinzhi, Australia

Pada bulan Desember 2017, ketika aku kembali ke Afrika Selatan untuk menyelesaikan berbagai urusan, aku bertemu seorang saudari dalam Tuhan. Dia bersaksi kepadaku bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali sebagai Tuhan Yang Mahakuasa yang berinkarnasi. Saudari tersebut bersekutu secara detail kepadaku mengenai tujuan dari rencana enam ribu tahun pengelolaan Tuhan, tiga tahap pekerjaan Tuhan, nama Tuhan, dan aspek-aspek lainnya dari kebenaran dan misteri. Ketika aku mendengarkan persekutuannya, aku merasa terkejut sekaligus bersemangat. Aku tidak pernah mendengar kebenaran-kebenaran ini. Hanya Tuhan sendiri yang mampu mengungkapkan misteri-misteri ini, jadi aku percaya bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang telah datang kembali. Jadi, melalui suatu periode singkat pencarian dan penelitian, aku dengan gembira menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman dan menikmati penyiraman dan perbekalan firman Tuhan. Aku merasa sangat aman, dan tahu bahwa aku memiliki sesuatu yang dapat diandalkan. Sayangnya, aku kaget saat menemukan bahwa peperangan rohani terjadi paling hebat saat Tuhan ingin menyelamatkan seseorang sedangkan Iblis ingin mencari cara untuk menelan manusia. Tidak lama setelah aku mulai percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa, pencobaan Iblis datang satu demi satu.

Lanjutkan membaca “Peperangan Rohani: Apa yang Aku Dapatkan Setelah Mengalami Pencobaan Iblis Secara Pribadi”

Cucu Perempuan Saya dan Saya “Bersentuhan Bahu” dengan Kematian

Gadis-dan-ayah-1

Tiba-tiba Aku Hampir Koma

Suatu pagi sekitar pukul delapan, aku dan istriku membawa cucu perempuan kami yang berusia 7 tahun untuk membantu mengumpulkan kayu bakar dan membawanya kembali ke rumah dengan gerobak yang ditarik tangan. Kami memuati gerobak penuh kayu yang tebalnya beberapa inci, dan kemudian sekitar pukul sepuluh, aku dan istriku sedang mengangkutnya kembali ketika kami tiba di lereng yang menurun, di mana kami mulai mendorong gerobak itu ke belakang agar membuatnya tetap bergerak perlahan. Lanjutkan membaca “Cucu Perempuan Saya dan Saya “Bersentuhan Bahu” dengan Kematian”