Kesaksian Diselamatkan oleh Kasih Karunia Tuhan: Saudaraku Mengalami Penyembuhan Ajaib Tuhan

keselamatan,

Oleh Lizhi, Korea

“Lizhi, sesuatu yang buruk telah terjadi. Ketika Xiaodong sedang bekerja di lokasi pembangunan, satu ton batang baja jatuh dari ketinggian dan menimpanya. Dia kehilangan banyak darah dan hidupnya berada di ujung tanduk. Dia telah dibawa ke rumah sakit, jadi sebaiknya kamu bergegas.” Aku sedang bekerja ketika menjawab panggilan dari rekan kerja adik laki-lakiku. Tanpa sempat berpikir, aku buru-buru naik taksi dan bergegas ke rumah sakit. Ketika berada di dalam taksi, jantungku berdetak kencang, dan terus berpikir: Bagaimana cedera adikku? Mungkinkah dia mati? Semakin aku memikirkannya, semakin aku menjadi takut. Saat itu, firman Tuhan terlintas di benakku: “Jangan takut, Tuhan Semesta Alam Yang Mahakuasa pasti akan bersamamu; Lanjutkan membaca “Kesaksian Diselamatkan oleh Kasih Karunia Tuhan: Saudaraku Mengalami Penyembuhan Ajaib Tuhan”

Pertumbuhan: Titik Peristiwa Kedua

Pertumbuhan-Titik-Peristiwa-Kedua-2-1

1. Keadaan ketika Seseorang Bertumbuh Dewasa telah Ditetapkan oleh Sang Pencipta

Seseorang tidak bisa memilih orang-orang atau faktor-faktor yang akan mendidik atau memengaruhi pertumbuhannya. Ia tidak bisa memilih pengetahuan atau keterampilan yang ia dapatkan, atau kebiasaan yang ia punyai. Ia tidak dapat memilih orang tua dan anggota keluarganya, dalam lingkungan seperti apa ia akan bertumbuh; bagaimana hubungannya dengan orang lain, peristiwa, atau hal-hal yang ada di sekitarnya, dan bagaimana pengaruh hal-hal tersebut terhadap perkembangannya semua berada di luar kendalinya. Lantas siapa yang menentukan hal-hal tersebut? Siapa yang mengaturnya? Lanjutkan membaca “Pertumbuhan: Titik Peristiwa Kedua”

Kemandirian: Titik Peristiwa Ketiga

 

Kemandirian-Titik-Peristiwa-Ketiga

1. Setelah Menjadi Mandiri, Seseorang Mulai Mengalami Kedaulatan Sang Pencipta

Jika kelahiran dan pertumbuhan seseorang adalah “periode persiapan” dari perjalanan kehidupannya, yang meletakkan fondasi nasibnya, maka kemandirian seseorang adalah pengantar kepada nasib hidup seseorang. Jika kelahiran dan pertumbuhan seseorang adalah kekayaan yang ia kumpulkan untuk nasib hidupnya, maka kemandirian seseorang adalah ketika ia mulai menghabiskan atau menambah kekayaan tersebut. Lanjutkan membaca “Kemandirian: Titik Peristiwa Ketiga”

Keturunan: Titik Peristiwa Kelima

pernikahan-titik-peristiwa

Setelah menikah, seseorang mulai mengurus generasi selanjutnya. Ia tidak punya pilihan atas berapa jumlah anak serta sifat seperti apa yang kelak dimiliki anaknya; hal-hal ini juga ditentukan oleh nasib seseorang, yang ditentukan sejak semula oleh Sang Pencipta. Ini merupakan titik peristiwa kelima yang harus dilalui seseorang.

Lanjutkan membaca “Keturunan: Titik Peristiwa Kelima”

Pernikahan: Titik Peristiwa Keempat

pernikahan-titik-peristiwa-keempat1

Seiring bertumbuh dan bertambah dewasanya seseorang, ia mulai menjauh dari orang tua dan lingkungan tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, kemudian mulai mencari arah hidup dan mengejar tujuan hidupnya dengan cara yang berbeda dari kedua orang tuanya. Pada saat ini ia tidak lagi membutuhkan kedua orang tuanya, yang ia butuhkan adalah pasangan untuk menghabiskan hidup dengannya: seorang teman hidup, orang yang nasibnya akan terjalin erat dengannya. Dengan demikian, peristiwa besar pertama yang harus dihadapi seseorang setelah mencapai kemandirian adalah pernikahan, inilah titik peristiwa keempat yang harus dilalui seseorang. Lanjutkan membaca “Pernikahan: Titik Peristiwa Keempat”

Kerusakan Sodom: Membangkitkan Amarah Manusia, Menimbulkan Murka Tuhan

pengangkatan,

Pertama, mari kita melihat beberapa perikop dari Alkitab yang menggambarkan “Penghancuran Sodom oleh Tuhan”

(Kej. 19:1-11) Dan datanglah dua malaikat ke Sodom saat petang hari, dan Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom: dan ketika Lot melihat mereka, ia bangkit untuk menyambut mereka; lalu bersujud sampai mukanya menyentuh tanah, dan berkata: “Silakan, tuan-tuan, mampirlah ke rumah hambamu ini, tinggallah semalam, lalu cucilah kakimu dan besok pagi tuan-tuan bisa bangun dan melanjutkan perjalanan.” Dan mereka menjawab: “Tidak; kami akan di jalan saja sepanjang malam.” Karena ia sangat mendesak mereka sehingga mereka pun menyerah, dan masuk ke rumahnya; Lanjutkan membaca “Kerusakan Sodom: Membangkitkan Amarah Manusia, Menimbulkan Murka Tuhan”

Sodom Dihancurkan Karena Membuat Tuhan Murka

tentara,

Ketika orang-orang Sodom melihat kedua hamba Tuhan itu, mereka tidak bertanya alasan mengapa mereka datang, tidak ada seorang pun yang bertanya apakah mereka datang untuk menyebarkan kehendak Tuhan. Sebaliknya, mereka membentuk komplotan dan tanpa menunggu penjelasan, mereka berusaha menangkap kedua hamba Tuhan itu seperti anjing liar atau serigala yang buas. Apakah Tuhan melihat hal itu saat terjadi? Apa yang Tuhan pikirkan dalam hati-Nya melihat perilaku manusia yang seperti ini? Tuhan memutuskan menghancurkan kota ini; Dia tidak ragu atau menunggu, atau terus menunjukkan kesabaran-Nya. Saat-Nya sudah tiba jadi Dia akan melakukan apa yang Dia ingin lakukan. Karena itulah Kejadian 19:24-25 mengatakan “Maka Yahweh menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, dari Yahweh dari langit; dan Dia menjungkirbalikkan kota-kota itu dan seluruh lembah dan penghuni kota-kota itu, dan semua yang tumbuh di tanah.” Dua ayat itu menceritakan Lanjutkan membaca “Sodom Dihancurkan Karena Membuat Tuhan Murka”