Nasib Umat Manusia dan Alam Semesta Tidak Dapat Dipisahkan dari Kedaulatan Sang Pencipta

Nasib-Umat-Manusia-dan-Alam-Semesta-Tidak-Dapat-Dipisahkan-dari-Kedaulatan

Engkau sekalian adalah orang dewasa. Beberapa darimu berusia paruh baya; sebagian lagi sudah memasuki usia senja. Mulai dari yang tidak percaya sampai yang percaya, mulai dari permulaan percaya kepada Tuhan sampai menerima firman Tuhan serta mengalami pekerjaan Tuhan, berapa banyakkah pengetahuan yang engkau sekalian miliki mengenai kedaulatan Tuhan? Wawasan apakah yang engkau dapatkan mengenai nasib manusia? Bisakah seseorang mencapai segala hal yang ia inginkan dalam hidup? Lanjutkan membaca “Nasib Umat Manusia dan Alam Semesta Tidak Dapat Dipisahkan dari Kedaulatan Sang Pencipta”

Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal

Jalan kehidupan bukan sesuatu yang bisa dimiliki oleh siapa pun, dan itu tidak mudah diperoleh oleh semua manusia. Itu karena hidup hanya berasal dari Tuhan, yang artinya, hanya Tuhan sendiri yang memiliki hakikat kehidupan, tidak ada jalan kehidupan tanpa Tuhan itu sendiri, dan hanya Tuhan yang menjadi sumber kehidupan dan aliran air hidup yang abadi. Sejak Ia menciptakan dunia, Tuhan telah melakukan banyak pekerjaan yang meliputi vitalitas hidup, yang memberikan kehidupan bagi manusia, dan telah membayar harga yang mahal agar manusia bisa beroleh hidup. Lanjutkan membaca “Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal”

Bisakah mendapatkan kehidupan kekal dengan membaca Alkitab

Tuhan Yesus, khotbah, Murid Yesu,

Oleh Tongtong, Tiongkok

Ketika kita berbicara tentang Alkitab, semua orang mengetahuinya sebagai kanon agama Kristen. Semua orang Kristen memiliki Alkitab, selama renungan dan pada kebaktian, kita membaca Alkitab, dan kita semakin mengandalkannya dalam pekerjaan misi dan pengabaran. Alkitab dapat dikatakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan setiap orang Kristen.

Lanjutkan membaca “Bisakah mendapatkan kehidupan kekal dengan membaca Alkitab”

Walau Murka Tuhan Tersembunyi dan Tidak Dikenal Manusia, Murka-Nya Tidak Menoleransi Pelanggaran

akhir zaman, akhir waktu,

Perlakuan Tuhan terhadap semua manusia yang bodoh dan bebal terutama didasarkan pada belas kasih dan toleransi. Murka-Nya di sisi lain, disembunyikan dalam ruang dan waktu yang luas; murka-Nya tidak dikenali oleh manusia. Akibatnya, sukar bagi manusia untuk melihat Tuhan menampilkan murka-Nya, dan juga sukar untuk memahami murka-Nya. Karena itulah manusia menganggap remeh murka Tuhan. Lanjutkan membaca “Walau Murka Tuhan Tersembunyi dan Tidak Dikenal Manusia, Murka-Nya Tidak Menoleransi Pelanggaran”

Murka Tuhan adalah Penjaga untuk Semua Kekuatan Keadilan dan Hal Positif

Murka-Tuhan-adalah-Penjaga-untuk-Semua-Kekuatan-Keadilan-dan-Hal-Positif

Dengan memahami contoh-contoh dari perkataan, pikiran, dan tindakan Tuhan, apakah engkau mampu memahami watak Tuhan yang benar, sebuah watak yang tidak boleh disinggung? Pada akhirnya, ini adalah sebuah aspek dari watak unik Tuhan Sendiri, terlepas dari seberapa banyak yang manusia bisa pahami. Ketidaktoleransian Tuhan terhadap pelanggaran adalah hakikat eksklusif-Nya; murka Tuhan adalah watak eksklusif-Nya; kemegahan Tuhan adalah hakikat eksklusif-Nya. Prinsip di balik amarah Tuhan menunjukkan identitas dan status yang hanya dimiliki oleh-Nya. Seseorang tidak harus menyebutkan bahwa ini juga adalah simbol hakikat Tuhan yang unik itu sendiri. Lanjutkan membaca “Murka Tuhan adalah Penjaga untuk Semua Kekuatan Keadilan dan Hal Positif”

Pengalamanku Mengajarkan Injil (II)

firman Tuhan, Gereja Kristen, baca Alkitab,

Oleh Heyi, Malaysia

Pengajaran Injil Tidak Pernah Berhenti
Beberapa hari kemudian, secara tak terduga aku mendapat telepon dari Saudara Amei, yang tinggal di Myanmar. Dia adalah seorang yang memiliki kemanusiaan yang baik dan merupakan seorang percaya yang sejati kepada Tuhan. Karena itu, aku mengabarkan injil Tuhan akhir zaman kepadanya dan berbagi kebenaran nama Tuhan dengannya. Setelah mendengarnya, dia ingin tahu lebih banyak mengenai kebenaran pekerjaan Tuhan dan nama Tuhan, sehingga aku mengundangnya untuk hadir di pertemuan kami.

Lanjutkan membaca “Pengalamanku Mengajarkan Injil (II)”

Bagaimana Membangun Iman kepada Tuhan

Oleh-iman-Musa-menyeberangi

Oleh Saudari Huafei

Apa yang Tuhan kehendaki dari masing-masing kita sebagai orang Kristen adalah untuk kita memiliki iman yang sejati. Ada banyak contoh yang dicatat dalam Alkitab tentang orang-orang yang mampu melihat perbuatan Tuhan yang menakjubkan dan diberkati oleh Tuhan karena iman mereka. Musa memiliki iman kepada Tuhan dan melalui bimbingan-Nya, Musa mampu mengatasi begitu banyak rintangan dan pembatasan dari Firaun, sehingga Musa berhasil memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Abraham memiliki iman kepada Tuhan dan bersedia mengorbankan Ishak, putra tunggalnya, bagi Tuhan, dan pada akhirnya Tuhan memberkatinya, membuat keturunannya menjadi sangat banyak dan menjadi bangsa-bangsa yang besar. Ayub memiliki iman kepada Tuhan dan mampu menjadi kesaksian bagi Tuhan melalui dua ujian; Tuhan semakin memberkati Ayub, dan menampakkan diri kepadanya serta berbicara kepadanya dari Lanjutkan membaca “Bagaimana Membangun Iman kepada Tuhan”

Cara Berdoa Agar Didengar oleh Tuhan: Menyelesaikan 3 Masalah adalah Kuncinya

berdoa kepada Tuhan,

Sebagai orang Kristen, doa adalah bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari dan cara paling langsung untuk mendekat kepada Tuhan. Kita semua berharap agar doa-doa kita didengar oleh Tuhan, tetapi kita sering tidak menerima jawaban Tuhan ataupun merasakan kehadiran-Nya, sehingga membuat kita merasa bingung: Mengapa ini terjadi? Mengapa Tuhan tidak mendengar doa-doa kita? Doa seperti apa yang sejalan dengan kehendak Tuhan? Mari kita bersekutu tentang hal ini pada hari ini dan dengan menyelesaikan tiga masalah ini, doa-doa kita mungkin akan didengar oleh Tuhan.

Lanjutkan membaca “Cara Berdoa Agar Didengar oleh Tuhan: Menyelesaikan 3 Masalah adalah Kuncinya”

Mendapat pemahaman Perumpamaan tentang Penabur dari Tuhan Yesus

Tuhan Yesus

Oleh Xingchen, Tiongkok

Yaqin belum terlalu lama percaya kepada Tuhan. Dia sangat suka membaca Alkitab. Suatu hari, dia membuka Matius 13:3-8 dan membaca, “Dan Dia berbicara banyak hal kepada mereka dalam perumpamaan, kata-Nya, Lihatlah, seorang penabur pergi untuk menabur; Dan ketika dia menabur, beberapa benih jatuh di pinggir jalan, dan unggas datang dan melahapnya: Beberapa jatuh di tempat berbatu, di mana tidak ada banyak tanah: dan segera mereka tumbuh, karena tanahnya tidak dalam: Dan ketika matahari terbit, tanaman itu kepanasan; dan karena tidak memiliki akar, menjadi layu. Dan beberapa jatuh di antara duri; dan duri bermunculan, dan menghimpitnya: tetapi yang lain jatuh ke tanah yang baik, dan menghasilkan buah, ada yang seratus kali, enam puluh kali, tiga puluh kali” Dia juga melihat banyak perumpamaan dalam beberapa ayat berikutnya (lihat Matius 13:24-33), seperti perumpamaan lalang, perumpamaan biji sesawi, perumpamaan ragi, dan lain-lain. Sesudah membaca perumpamaan-perumpamaan ini, dia berpikir: “Mengapa Tuhan Yesus selalu berbicara dengan perumpamaan ketika Dia berkhotbah kepada murid-murid-Nya? Apa kehendak-Nya di balik perumpamaan sang penabur?”

Lanjutkan membaca “Mendapat pemahaman Perumpamaan tentang Penabur dari Tuhan Yesus”

Tuhan Menjadikan Pelangi Sebagai Tanda Perjanjian-Nya dengan Manusia

penyembahan,

(Kej 9:11-13) Aku akan menetapkan perjanjian-Ku dengan engkau, tidak akan ada makhluk hidup yang dimusnahkan karena air bah lagi; dan tidak akan ada air bah lagi yang akan menghancurkan bumi. Dan Tuhan berfirman: “Inilah tanda perjanjian yang Kutetapkan antara Aku dan engkau dan setiap makhluk hidup yang ada bersama-sama denganmu, turun-temurun: Aku akan menaruh busur-Ku di awan, dan itu akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.”

Lanjutkan membaca “Tuhan Menjadikan Pelangi Sebagai Tanda Perjanjian-Nya dengan Manusia”